Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Mei 2017

Ramadhan #1 [puasa & menyusui]

Ketemu dengan bulan Ramadhan lagi, sudah 2x Ramadhan saya melewatkan untuk berpuasa tahun 2015 saya lagi hamil besar kevia waktu itu lagi nunggu due date pulak karena perkiraannya pas hari raya memilih ga puasa karena perut udah gede bener dan sudah sering kelelahan. Kemudian 2016 kemarin kembali dikasih rejeki hamil lagi kali ini hamil muda mencoba puasa tapi karena masih hamil muda jadi sering kliengan dan mual, alhasil banyak bolongnya. Apapun itu di ajaran agama saya tidak memaksakan ibu yang sedang hamil atau menyusui untuk berpuasa.

Tahun ini 2017 eitss bukan hamil lagi lho, udah cukup sepasang aja. Tahun ini saya masih menyusui masih asi exclusive untuk arkha. Niatnya puasa dengan berbekal suplemen tambahan jus kurma yang lagi hits di seantero ibu-ibu jagat dunia persosmedan di kalangan ibu hamil dan menyusui. Selain suplemen tambahan pastinya asupannya juga harus bergizi ya.

Hari pertama ini akhirnya KO.
Gimana ga lemes, sahur aja enggak alias bablas, ckckck baru sahur hari pertama aja udah bablas. Coba gimana ga bablas kalau semalaman si kakak rewel plus nangis terus baju tidur rasanya eh sayup-sayup denger adzan subuh bablas deh.

Bangun tidur rasanya tenggorokan susah kering, dikuat-kuatin ternyata malah kliyengan (nyeduh teh manis deh). Failed deh hari pertama.
Untuk besok sudah sedia air kurma, semoga ga bablas lagi sahurnya.

Happy fasting.

Jumat, 08 Januari 2016

Tips Melancarkan Produksi ASI ala Nuke

Kebanggan Ibu menyusui adalah ketika melihat kulkas penuh dengan isi ASIP. Ya mau ibu kerja mau ibu rumah tangga pasti ada sesi pumping untuk stok asip bayinya. Apalagi buat saya yang akhirnya harus memilih untuk jadi Mama Eping, pumping itu jadi hal wajib dilakukan dan tidak boleh absen kalau memang mau produksi ASI tetap lancar

Saya mulai Full Eping sejak K! berusia 3bulan namun untuk pumping sudah saya lakukan sejak minggu-minggu pertama dan mulai rutin dilakukan sebulan pertama mengingat saat itu seharusnya saya kembali bekerja di usia K! 2,5 tapi ternyata saya di berikan kesempatan untuk maternity leave lebih panjang oleh atasan saya. Dan saya yakin juga pasti busui paling bangga kalau posting stok asipnya di social media. Buat saya pamer foto freezer yang penuh dengan asi itu bukan untuk mengintimidasi busui lainnya tapi lebih untuk memberikan semangat selama kita rajin kita pasti bisa punya ratusan botol asip.

Kemudian, banyak yang tanya ke saya. Pumpingnya kapan? Pakai booster apa? Pakai breastpump apa? Kalau masih menyusui langsung gimana manajemen pumpingnya? termasuk soal manajeman asip. Kalau manajemen asip itu percayalah makin lama kita lakukan makin hafal kapan asip itu harus masuk kulkas, keluar kulkas, digunakan kapan dll.

Terus stok asip saya berapa? pernah sampai angka 300 kantong. WOW amazing ya, saya sendiri ga percaya kalau bisa menghasilkan sebanyak itu.

Gimana bisa mencapai sebanyak itu? ini tips dari pengalaman saya.

Menurut saya tidak ada istilah asi kurang, produksi asi itu menyesuaikan kebutuhan si bayi makin sering di konsumsi makin deras lho itu asi. Gimana dengan Mama EPing kami pumping mengikuti pola bayi menyusui tiap 2-3jam sekali dengan lama pumping 30menit (kalau saya). Sekarang saya banyak absennya jadi sering nombok stok di freezer. Sebelumnya luber sampai bisa stok. Walau EPing saya selalu berusaha memberikan asip  fresh untuk K!.

Buat ibu yang masih menyusui langsung? Pengalaman saya waktu masih menyusui langsung biasa saya pumping 1jam setelah menyusui.

Asi Booster? saya selalu menjawab dengan Green Tea latte, matabak manis, jus buah, Online Shop. Udah itu aja saya ga pakai booster macem-macem.

Breastpump? Saya pakai manual Crown dan elektrik Unimom Allegro. Buat yang punya budget lebih boleh beli yang double pump karena lebih praktis dan hemat waktu juga. Untuk yang mobile sekarang lagi hits yang namaya freemie jadi bisa pumping dimana saja dan kapan saja.

Selebihnya makan teratur dan bergizi.

Dari semua itu yang terpenting adalah berpikir positif selama kita bisa melakukannya percaya deh asi kita buat si bayi pasti cukup bahkan berlimpah.

Selamat Menyusui.
Selamat Pumping.

Selasa, 05 Januari 2016

ASIX dengan Exclusive Pumping

Seperti di postingan saya sebelumnya.

Fuih (Ngelap tetesan Keringat).
Bisa memberikan ASIX dengan perjuangan Eping itu berat man, elo-elo-elo semua yang udah mencela mama eping dengan segala cercaan yang bikin kuping panas sini toyor dulu satu-satu.

Seperti di postingan saya ini bahwa proses menyusui yang super drama sampai saya berhasil menyusui dan harus kembali kerja. Sudah membaca bahwa pemberian asip tidak dianjurkan menggunakan media botol dot karena berpotensi bingung puting walau tidak semua bayi mengalami hal ini tapi sepertinya lebih baik mencegah daripada mengobati. Saat saya harus kembali bekerja K! saya titipkan sama eyangnya, di sinilah semua itu di mulai. Si eyang tidak mau kerepotan kalau harus memberikan asip dengan media selain dot seperti Cup Feeder, di suapin, pipet, dll. Menurut si eyang ga ada yang namanya bingung puting bayi pasti bisa menyusu langsung atau dari dot. Menghidari debat sama ibu saya ya saya sambil bismilah semoga K! tidak bingung puting.

Setelah di coba K! masih mau ya menyusui langsung sama saya dan minum asip pakai dot sampai 1,2,3,4,5........... Suatu hari dia menolak payudara saya makin dipaksa makin menolak dan makin histeris. Jangan ditanya rasanya seperti apa di tolak sama anak lebih sakit cin, asli lebih sakit dari patah hati putus cinta atau lebih sakit dari bertahun-tahun pacaran tapi di tinggal merit sama orang lain #eh (udah sekian). 

Kemudian saya kembali mencari info tentang bingung puting dan cara mengobatinya. Namanya relaktasi atau proses menyusui kembali caranya dengan skin to skin, mengganti media dot dengan media lain dan tetap berusaha memberikan payudara ke bayi walau dia menolak. Penuh drama lagi apalagi saya kurang dukungan dari ibu saya beliau selalu bilang "nanti juga kalau sudah besar tahu mana dot mana nenen ibunya". Ibu saya tetap keberatan jika harus pakai media lain selain dot. Saya sudah berusaha konsultasi ke ahlinya ke klinik laktasi berbicara dengan konselor laktasi tapi apa daya kalau orang yang sehari-hari bersama kita aja ga mendukung.

Setiap mencoba menyusui setiap itu pula K! mengangis dan setiap itu pula saya harus rela mendengar ibu saya yang ga tahan dengan tangisan bayi "Anak jangan di bikin nangis" Siapa yang mau bikin anak nangis, padahal menurut ahlinya proses relaktasi tidak akan begitu lama jika sekitar kita mau sabar.

Hasilnya semua usaha untuk relaktasi gagal...
Menghidari stress dan menghidari berdebat kusir dengan ibu saya akhirnya saya harus ikhlas memilih jalan Eping demi tetap memberikan asix ke K! apapun caranya yang penting K! tetap dapat haknya untuk asix. Dari dunia luar banyak sekali celaan ke saya awalnya sakit tapi semakin hari semakin saya anggap semua angin lalu mereka mencela karena mereka ga tau rasanya. Tiap 2-3 jam saya perah asip untuk K!. Besyukur dengan menghidari stress yang berlebihan saya berhasil membuktikan walau Eping hasil asip saya berlimpah sampai kulkas saya tidak muat lagi. K! tetap tumbuh menjadi anak yang pintar. 

Pernah di titik jenuh rindu menyusui langsung lagi bosan harus memompa, jika ibu lain sibuk bonding sama bayinya saya kadang harus sibuk bonding dengan breastpump. Saya sempat mengangis karena merasa gagal untuk menyusui, support tak henti dari suami dan beruntung karena saya tidak sendiri banyak juga ibu di luar sana yang harus Eping. Saya join di Grup Eping sharing berbagai hal tentang Eping dan perbayian, Terima Kasih ya Buibu semua yang saling support.

Sampai saat ini masih terus berusaha dan berdoa semoga ada keajaiban agar K! mau menyusui langsung kembali kalaupun tidak semoga saya tetap bisa kasih asi ke K! walau dengan jalur Eping.

Amin.
Semangat Menyusui.
Semangat Eping.

Senin, 04 Januari 2016

Exclusive Pumping

Exclusive Pumping (Eping) Memompa dan memberkan ASI Perah secara Exclusive. Ini kedengarannya memang masih sedikit awam saya sendiri ga pernah terpikir untuk memilih jadi Ibu Eping karena sudah tekat apapun yang terjadi saya akan menyusui langsung kecuali saat K! sedang saya tinggal kerja. 

Beberapa Alasan kenapa harus Eping :
  • Ibu dan bayi terpisah
  • Emosi Ibu tidak stabil
  • Belum bisa menyusui langsung
  • Bingung puting yang tidak sembuh
  • Masalah pada payu dara
Banyak yang beranggapan dengan Eping kita tidak bisa memberikan full asix ke bayi, yang asinya habis, payudara berubah, dll. Berikut Tips mempertahankan Eping :
  • Perah maksimal (Marmet-Perah menggunakan tangan, Pompa Elektrik yang hospital grade)
  • Frekuensi perah sesering mungkin 2-3jam sekali
  • Istirahat Cukup dan makan makanan yang bergizi
Lengkapnya monggo di baca di :
Buku Pintar ASI dan Menyusui - F. B. Monika

Kenapa saya memilih untuk Eping?
Tunggu postingan saya selanjutnya.

Jumat, 27 November 2015

Memilih Breastpump

Breastpump adalah salah satu alat wajib untuk di miliki para ibu menyusui (Busui) gunanya buat mengosongkan payudara setelah menyusui nah buat ibu pekerja kaya saya BP ini alat wajib yang harus selalu ada di tas.

Saya termasuk yang telat beli BP walau udah masuk list belanja perlengkapan bayi tapi waktu itu menunda karena tau ada salah satu temen yang mau kasih karena dia punya lebih. Salah satu hal lain menunda beli karena saya cukup kepedean bisa nyusuin dengan lancar dan sentosa setelah melahirkan, ya itulah kadang kepedean malah bisa mengecewakan. Beberapa hari setelah melahirkan payudara saya bengkak dan sangat memerlukan breastpump buat bantu pompa sementara saat itu belum faseh banget sama menyusui.

Dalam keadaan yang masih kinyis-kinyis karena jahitan perinium yang belum kunjung sembuh masa iya saya kudu muterin mega bekasi, nyari di online di anter juga pasti keesokan harinya. Akhirnya mendelegasikan suami dan adik saya untuk beli breastpump. Sempat tanya ke beberapa sepupu dan teman mereka merekomendasikan merk A,B,C... Memutuskan untuk beli yang manual dulu buat penyesuaian. Honestly saya ga tau gimana caranya pake breastpump dll pasti kagok walau udah baca-baca dari berbagai sumber.

Dan inilah beberapa breastpump yang saya pakai.

Crown Manual
Ini pertama kali pakai manual setelah pakai BP yang bentuknya corong milik mama jaman baheula, pakai manual itu enaknya kita sendiri yang nentuin ritme selama memerah. Merk ini cukup terjangkau harganya, hasil perahan juga banyak (disaya).

Spectra M2
Yang ini saya sewa penasaran pengen coba pakai elektrik katanya lebih cepet plus praktis. Pas coba emang sih cepet tapi beberapa hari coba bagian areola saya ada yang lecet dan sakit. Mungkin tarikannya yang terlalu kenceng kali ya. Masalah harga BP ini masih di kisaran 1.7jt kalo ga salah. Spectra ini harus pakai listrik atau baterai tidak bisa di cas.

Medela Swing Maxi
Tahu dong kalo yang ini merk sejuta umat, suka sih enak dipake tapii ga suka sama harganya hahaha

Unimom Allegro
Temen di grup rekomendasiin pakai ini katanya enak lembut ada fase pijat baru perah. Kebetulan salah satu temen deket rumah pakai ini pinjem dulu lah saya sama dia beberapa hari. Eh ternyata memang enak dipakai. BP ini harganya masih under 1jt sudah close sistem jadi ga usah khawatir asi bakalan masuk ke mesin. Trus ada fase pijat dan perah bisa di switch ke manual tinggal nambah switch kitnya terus bisa juga di up grade jadi double pump ya sama tinggal beli tambahannya aja. Pumpingnya alon-alon asal kelakon.

Nah beberapa hari coba unimom allegro akhirnya saya putuskan untuk membeli, cari dimana?
Gerailaktasi.com mereka menyediakan komplit segala macam breastpump beserta sparepartnya. Huft setelah punya elektrik terbantulah pumping lebih ringkes serta tangan yang tak lagi kesemutan, belakangan di grup lagi heboh Freemie (ah racun) konon katanya bisa pumping sambil tetap bisa ngerjain rutinitas sehari-hari, pengen coba euy.

Jadi buat yang lagi hamil monggo tambahkan breastpump ke list belanja kamu. Pakai ga dipakai yang penting punya dulu jadi ga kerepotan. Ga dipakai tinggal jual lagi kok pasti cepet lakunya.

Mari Busui
Happy Pumping

Senin, 02 November 2015

Perkara Menyusui

Sebagian besar dari kita mungkin berfikir menyusui adalah hal alamiah seperti melahirkan. Ternyata menyusui tidak sekedar membuka Bra nyodorin payudara ke anak kemudian anak menyusu dengan tenang sampai dia kenyang.

Sejak hamil saya termasuk yang rajin membaca tentang kehamilan, menyusui, pola asuhan bayi dan segalanya yang berhubungan dengan perbayian tetapi sama seperti pelajaran teori di sekolah praktek tidaklah semudah teori-teori yang ada di buku-buku expert itu. Percayalah!

Saat kehamilan masuk trimester ketiga kala itu sesuai dengan anjuran yang sudah berpengalaman saya mulai lebih merawat payudara di olesin baby oil supaya ga kering dan dipijit supaya puting muncul, menurut saya, saya ga ada masalah dengan anatomi payudara cuma memang sejak hamil ukurannya jadi bertambah tapi untuk ibu hamil hal tersebut di nyatakan wajar. Malah saya sempat merasakan asi sudah rembes kebaju karena ga ada angin ga ada hujan baju bagian payudara sudah basah.

Lalu setelah melahirkan, bagaimana proses menyusui?
Seperti yang pernah saya ceritakan saya gagal IMD karena satu dan lain hal. Baru bertemu kevia untuk di susui 6jam setelah proses persalinan. Bayi di berikan ke saya kemudian langsung suruh menyusui, berbekal semua teori yang sudah saya baca saya belajar sendiri di dampingi suami saat pertama kali menyusui. Berharap saat itu ada bidan yang sudah ahli mendampingi tapi nampaknya pagi itu tenaga medis di situ sedang tidak lengkap. Menyusui untuk pertama kali itu bikin terharu bayi itu pintar dia bisa cari sendiri dimana sumber makanannya, ketika mulut kecil meyentuh payudara itu perasaannya ga bisa di ungkapkan dengan kata-kata.

Selama dua hari di rawat di Klinik semua berjalan lancar, si bayi anteng kebetulan perawatannya rooming in jadi setiap saat selalu ada di sisi saya kecuali pas jamnya di mandikan. Asi belum begitu lancar namun saya tetap susui ke bayi.

Tiba saat pulang ke rumah...
Menurut teori bayi masih dapat bertahan 3hari karena masih menyimpan cadangan makannya. Kenyataannya bayi terus-menerus rewel saat sudah tiba dirumah maunya nenen terus di sinilah di mulai drama menyusui termasuk puting yang akhirnya lecet ga karuan. Badannya sempat demam saya pun ikut demam karena payudara bengkak saran seorang teman coba pompa biar asinya keluar ga jadi sumbatan biar ga bengkak plus demam. Karena saat melahirkan udah PD banget proses ini akan lancar saya ga masukin breastpump di list belanja ya saat itu ada teman juga yang menawarkan memberikan breastpump karena dia ada dua dan satu tidak terpakai daripada mubazir. 

Saya mengakali dengan memerah pakai tangan, perjuangan yang aduhai waktu itu terkumpul 4sendok kecil asip. Kevia masih demam saya konsul dengan bidan yang menolong saya beliau bilang asix bagus namun ketika dalam keadaan terdesak jangan di paksakan bu jangan sampai bayinya kekurangan cairan. Dari situ saya nyaris menyerah saya minta suami membelikan sufor untuk cadangan sambil saya kekeh nenen dan pompa. Ga sengaja beresin laci eh nemu pompa super manual bekas punya mama ketika beliau melahirkan adik saya yang terakhir (pompa super manual yang bentuknya corong). Sedikit-sedikit akhirnya terkumpul setengan botol asip, alhamdulilah. Di coba di berikan ke bayi sampai habis, jam berikutnya bayi coba di berikan sufor tapi dia menolak selalu di lepeh dalam hati anak pintar kamu tahu mana yang lebih enak ya nak.

Keesokan harinya saya minta suami untuk membelikan breastpump manual supaya saya bisa lebih lancar pompa asi agak alirannya lebih lancar.