Tampilkan postingan dengan label TuDeGombong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TuDeGombong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 April 2014

#11 TuDeGombong

Ini ringkasan travelling kita kemarin.

Jakarta(Sta.PasarSenen) - Gombong (Sta.Gombong) PP bisa pilih bus (ada beberapa bus yang melalui gombong) atau beberapa kereta (SawungGalih, Bogowonto, Taksaka, Krakatau)
Harganya tergantung subclass keretanya kemarin saya antara Rp. 180.000 - Rp. 190.000

Di Gombong banyak hotel kecil dengan tarif super murah antara Rp. 70.000 - Rp. 250.000
Karena ada rumah mertua kemarin saya nginep disana.

Angkutan disini jujur ga hafal karena selama disini kita keliling pake motor punya saudara tapi ongkos angkutan sih kurang lebih sama seperti bekasi.

Objek Wisata, cukup banyak rata-rata tiket masuknya Rp. 8000 - Rp. 15.000

Kuliner, dari mendoan, soto, sampai sate di pasar wonokriyo gombong. Kenapa kita kemarin ga kuliner karena emang fokusnya ke wisatanya jadi kita ga banyak kuliner, slain karena ibu mertua pinter masak jadi kita ga dikasih kesempatan buat kuliner makanan dirumah sudah menggoda.

Oleh-oleh, khasnya sih Lanting dengan berbagai macam rasa tapi banyak juga oleh-oleh yang renyah lainnya. Belanja oleh-oleh siapkan uang tunai karena toko disini ga banyak yang pakai mesin EDC kecuali toko besar.

Kota tujuan terdekat untuk wisata dari gombong.
Purwokerto 1.5jam
Cilacap 1-2jam
Yogjakarta 2-3jam
Bisa ditempuh dengan bus tarif Rp. 45.000 (kalo ga salah)

Semua foto liburan kali ini original foto saya tanpa editan, diambil memakai kamera Lenovo s820. Ada beberapa pakai camera360 menyajikan muka ga kucel, hehe.

Mungkin itu sedikit yang bisa dibagi, kurang lebihnya bisa browsing google tentang kota ini.

#10 JakartaAkuKembali

Ketika hari terasa begitu cepat...
Dulu pas pertama kali dateng kesini saya ga terlalu betah, bawaannya pengen pulang jakarta aja tapi kali ini 3hari rasanya ga cukup buat ada disini dan masih pengen menikmati disini 2/3hari lagi, mungkin dulu kan statusnya masih pacaran kalo sekarang kan udah jadi suami. Dan sama keluarga juga sudah lebih dekat di banding dulu yang baru aja kesini dan baru aja saling mengenal.

Minggu malam ini kita harus kembali ke Jakarta. Memang rencana tgl 31 namun longweekend yang padat membuat tiket kereta hari itu ludes ga bersisa. Sore ini selesai acara, kita bergegas packing dan beli titipan lanting temen-temen kantor. Selalu setiap kita liburan berangkat bawa 1koper pulangnya 1koper plus beberapa tas oleh-oleh, setiap travelling saya pasti bawa tas lipet gede yang memang disediakan buat oleh-oleh. (Nanti ada chapter tips travelling ala Nuke).

Kereta malam ini KA Sawung Galih Malam pukul 19.24 dari Sta. Gombong. Selesai semua dirapikan dengan indah supaya gampang dibawa kita siap-siap mandi, magriban+isyaan, makan malem. Diantar calon ade ipar sama bapak mertua ke Sta. Oke kenapa si Sta ga ada semacam troley kaya di Bandara jadi kita bisa bawa barang ga ribet etapi kalo ada troley kasian porter-porter jasa angkut barang kehilangan pekerjaan.

Kereta ontime skali Gerbong 1 paling depan, beda sama berangkatnya yang kita masih seger buger ngobrol sepanjang jalan. Pulangnya ga sampai setengah jam kita udah ambil posisi untuk tidur, berasa cape banget apalagi siangnya kita abis mendaki Goa.

Inilah liburan singkat di Kota kelahiran suami,  kita akan kembali lagi kesini nanti bersama keluarga besar. Tiba jakarta pukul 02.30 dengan mata yang super 5w. Padahal sepanjang perjalanan tidur.

#JakartaAkuKembali

#9 AkuDipanggilBude

Saya menikahi anak tertua di keluarganya punya tiga orang adik yang ketiganya perempuan, suami sendiri udah dilangkahi 2org adiknya. Karena sudah dilangkahi adik-adik ipar saya pun sudah mempunya balita-balita lucu yang menggemaskan.

Suami sendiri salah satu cucu tertua dalam keluarganya, dia pula yang memilih untuk menikah belakangan mungkin juga karena jodohnya dengan saya baru dipertemukan. Dan sisilah ini saya yang biasa di kluarga saya di panggil tante, bulek, aunty sekarang dapatlah panggilan BUDE.

BUDE di bahasa jawa itu yang lebih tua
Kalau BULEK yang lebih muda
Hahaha saya sotoy.

Adik ipar yang pertama sudah dikaruniai 2balita cantik, yang pertama usia hampir 3th yang ke dua 7bulan karena lahirnya deket sama pernikahan kami.

Adik ipar kedua, dia baru dikaruniai satu balita usia 3bulan. Dan ketiga cucu bapak dan ibu mertua saya ini perempuan semua, akk lucu sekali mereka. Mungkin kita berdua akan program biar anaknya cowo jadi paling jagoan diantara sepupu-sepupunya nanti.

Panggilan bude ini agak sedikit aneh di telinga saya karena baru kali ini, hahaha. Tapi tetep seneng punya ponakan yang lucu-lucu. Kalo yang 2mereka malu-malu. Yang paling kecil ini justru penurut sama siapa aja mau dan sukanya digendong diajak jalan-jalan plus ngobrol. Ini ponakan aja happy banget gimana punya anak sendiri.

Otomatis pula anak-anak dari sepupu-sepupu suami saya akan memanggil BUDE.

Welcome PADE Yudi & BUDE Nuke
Rasanya pengen segera punya baby kecil biar ada yang diajak bercanda tiap hari.

Rabu, 02 April 2014

#8 Iin&RendiTheProposal

Setelah beberapa kali mengalami penundaan, tahun kemarin di tunda soalnya mau di dahului mas'nya. Kasian masa mas'nya udah dilangkahin 2kali mau dilangkahi lagi. Akhirnya mereka mengalah kita berdua duluan yang menikah. Setelah berganti tahun dan mereka sudah benar-benar siap alhasil tercapailah cita-cita adik ipar saya untuk menikah dengan pria idamannya yang dia pacarai sejak jaman SMA sudah lama sekali kalau di banding saya sama suami yang pacaran singkat kemudian langsung nikah.

Mundur dari malem minggu ke minggu siang ga mengurangi semangat mereka.

Kita berdua yang dari pagi udah ngelancong karena kemarin hujan pun akhirnya di buru pulang. Lain cerita seperti ketika kita berdua lamaran (yang dateng bisa satu batalyon) lamaran kali ini cuma dihadiri keluarga inti karena hanya penetapan tanggal.

Masih menganut adat jawa kental dimana harus ada perhitungan tanggal baik sesuai weton masing-masing pun berjalan. Ini lagi bedanya sama kita berdua, hari baik kita adalah dimana gedung kosong dan bisa kita tempati untuk acara akad+resepsi. Singkatnya menimbang berbagai pertimbangan karena mereka sama-sama kerja di jakarta. Dicapai kesepakatan tanggal 31Juli (doakan semua lancar) dimana tepat beberapa hari setelah lebaran. Berarti lebaran tahun ini saya akan bagi-bagi ke comal dulu baru gombong.

Kabar baiknya lagi calon suami adik ipar saya ini baru saja di angkat sebagai karyawan tetap di sebuah rumah sakit di daerah tanggerang sana, setelah beberapa tahun bekerja disana sebagai karyawan kontrak. Mudah-mudahan mereka diberikan rejeki yang lancar untuk semua niat baik mereka berdua.

Ini ga sempet poto karena saya sibuk ngurusin makanan, padahal eike dandy kece lho.

#7 WisataGoa

Kebumen punya Dua Goa yang sudah tersohor
1. Goa Jatijajar
2. Goa Petruk

Lagi Awal 2013, kita udah pernah ke Goa Jatijajar. Goa yang terletak di kecamatan Jatijajar ini udah banyak pemugaran masuk kedalamnya juga udah dibangun track khusus yang aman untuk pengunjung dan mudah untuk berjalan menelusurinya. Ada kolam untuk berenang juga, termasuk ada patung dinosaurus raksasa yang dibuat sesuai ukuran aslinya. Masuk kedalamnya kita perlu menaiki beberapa anak tangga sampai ke mulut goa, karena track yang sudah aman dan di dalamnya sudah ada penerangan kita ga perlu guide buat keliling goa, udah ada penjelasannya juga.

Di dalam pintu masuk sebelum mulut goa pun sudah ada banyak pedagang jadi ga terlalu keliatan aslinya kita ke goa. Alhasil liburan kali ini kita ga kesini lagi karena udah pernah dan kurang amazing.

Hari ini di perjalanan menuju ke Pantai Ayah, kita lewat satu objek wisata goa lainnya "GOA PETRUK" pas lewat asli ga ada niatan buat kemari karena bayangan kita ah paling sama kaya Jatijajar, namun entah kenapa pas pulang di parkiran kayanya masih sempet deh, ke Goa Petruk yuk penasaran pengen tau juga mumpung masih disini "kata suami" dan saya pun mengiyakan modal pernah beberapa kali browsing di internet tentang goa ini.

Menjelajahlah kita ke sini.
Tiket masuk 8rb plus parkir motor 2rb rupiah aja. Pas masuk di dalam pekarangan ada beberapa rumah warga yang memang penjaga disitu. Kemudian kita menyusuri jalan setapak dan jeng-jeng kita harus menaiki puluhan anak tangga untuk sampai ke mulut goa. Bisa bayangin ga ada persiapan buat naik dan kostum saya pun kostum pantai, oke baiklah lanjut jalan terus.

Seperempat anak tangga nafas udah ngos-ngosan tapi ada air terjun kecil disana airnya dingin, sempetin lah suami foto disitu dulu. Kemudian naik lagi beberapa meter ada gazebo yang memang disediakan untuk istirahat, kita berdua ketemu beberapa bapak-bapak tour guide mereka bilang "santai aja mas ojo kesusu (jangan buru-buru) sedikit lagi" setiap kita ketemu orang mereka selalu bilang sedikit lagi, padahal... Lumayan bikin betis kenceng, di separo jalan ada bapak tua yag jual minuman tradisional semacam air kelapa yang di fermentasi (lupa namanya apa?) Tapi diminum lumayan bikin seger dan tenaga kembali.

Mendaki gunung lewati lembah pun hampir selesai, makin dekat mulut goa kita makin mencium bau alami lumut dan katanya sih ada bau kencing kelelawar juga, emang sih agak pesing gitu. Sampailah kita di mulut goa.

Aseli saya bengong beribu bengong, ni goa keren sekaligus agak serem, di banding jatijajar ini masih alami buanget. Sangking nafas kembang-kempis saya duduk dibangku yang memang disediakan untuk istirahat, ada 2ibu jualan air minum dan beberapa guide yang akan memandu kita masuk ke dalam goa. Sempet mengurungkan diri buat masuk kedalam aseli gw takuuuuttt, takutt karena gelap banget plus takut fisik ga kuat menurut pemandunya untuk sampai di lantai teratas goa jaraknya 750m woww. Pemandunnya bilang "sayang mba sampai sini kalo ga masuk kedalem" alhasil saya istirahat beberapa menit sampai tenaga kumpul baru masuk kedalam.

Sebelum masuk kita diminta untuk berganti sandal jepit yang sudah mereka sediakan, karena track kedalam cukup terjal dan melewati sungai kecil (itu gw udah nyebayangin kaya apa, karena kostumnya pun ga siap buat mendaki). Selain itu mereka juga menyediakan senter untuk penerangan di pasang di kepala, sedangkan pemandunya sendiri bawa lampu petromak, ini beneran gw kaya lagi menjelajah bawanya petromak bro..!
Untuk Pemandu, sandal Jepit, dan peralatan lainnya kita dikenakan biaya SEIKHLASNYA.

Kita SIYAP!!!

Yang memandu seorang ibu-ibu, sumpe dia fasih banget jalan di dalem goa, ya iyalah ke orang dia udah lama kerja di mari. Sambil jalan dia sambil nerangin itu stalagmit sama stalagtit apa aja namanya gw sumpah ga mudeng sangkin gw amazingnya, ati-ati sama tracknya yang licin, sama sibuk foto, hahaha...

Si ibu, nunjukin sendang (sendang itu sungai kecil/mata air) sendang katak karena bentuknya kaya katak disitu ada kolamya yang menurut beliau kalo cuci muka disitu bisa bikin awet muda, caya ga percaya gw coba aja airnya dingin banget. Lanjut jalan, lanjut nerangin, lanjut foto-foto. Aiihh kita ngelewatin pinggiran jurang di dalem goa, sambil dalam hati gw berdoa selamet sampe keluar lagi dari goa ini. Si ibu juga beberapa kali bantuin kita buat foto berdua kata dia buat kenang-kenangan mba. Lewat kali kecil yang airnya dingin banget, ada binatang kaya serangga gitu dan di beberapa batu ada semacam kembang buat sesajen, ngomong-ngomong soal sesajen nanti ada ceritanya.

Lain di jatijajar yang kita masuk dari barat keluar di timur, disini kita masuk dan keluar dari pintu yang sama jadi selesai jalan kita balik lagi melalui jalan yang sama (bayangkan) dan sama sekali ga ada penerangan kecuali yang kita bawa, itu kalo mati tiba-tiba abislah kesereman dalem goa. Kata si ibu sih ada lampu penerangannya dari genset tapi udah beberapa hari genset rusak jadi gelap deh.

Kita ga sampai tingkat teratas karena fisik ga kuat, takut sampai atas ga bisa balik karena kecapean selain itu karena lampu petromak si ibu bocor ketetesan air dalem goa. Walhasil perjalanan separo goa itu cukup memuaskan dan amazing. Kita harus baik lagi ke mulut goa dengan track yang sama. Pas balik kita ketemu beberapa rombongan yang baru mau masuk. Konon ada yang sampe mandi di air terjun diatas buat cari wangsit atau semacamnya, nah gw masuk aja takut.

Dan kalau naik keatas lagi tracknya lebih curam dan ada jalan yang mengharuskan kita jalan jongkok di sungai kecil, alamak itu tar aja deh kalo sama rombongan biar rame. Nah kalo cerita soal sesajen tadi, ada foto yang ambil di salah satu batu itu ada (sensos) ya begituan deh. Biasa liat foto orang ga terlalu parno ini dari kamera sendiri (oke ga mau lanjutin daripada saya makin parno). Setelah foto sempet saya unggah di path dan cukup membuat kehebohan akhirnya semua foto berlokasi disitu saya hapus (selesai).

Sampai mulut goa, istirahat dulu sebentar kemudian siap menyusuri anak tangga turun lagi ke pintu masuk. Menurut saya buat yang suka petualangan ini Goa rekomended banget deh, apalagi jalan rombongan pasti lebih ramai dan lebih seru. Jangan lupa siapin fisik, perbekalan terutama minum, dan pakaian yang paling nyaman untuk mendaki anak tangga dan menyusuri goa, pakai sepatu booth karet mungkin lebih enak kali.

Ga nyesel mampir sebentar kesini, TOP
Maap foto agak under cahayanya karena emang minim cahaya di dalamnya...

#6 FromPantaiToPantai

30.03.2014

Cuaca bersahabat hari ini, matahari kelewat ceria banget sangking cerianya kita sampai keringetan terus. Pagi tadi kita ngejar waktu ke waduk sempor buat ngeburu sunrise sayang kesiangan, setelah dari sana kita buru-buru mandi mengganti hari kemarin ga jadi road from pantai to pantai. Ga lupa sarapan dulu jarak yang cukup jauh serta panas yang anyes bisa bikin kita pingsan kalo ga sarapan dari rumah (lagi-lagi jangan dibayangin 1jam disini sama jakarta yah). Kita punya waktu sampai jam1 siang ini karena jam2 ada pertemuan keluarga.

Tujuan ke pantai kali ini ga lagi memburu sunset tapi berburu ikan laut, udang dan KEPITING asli kepiting disini murah banget di banding di jakarta.

Ada beberapa objek wisata pantai di kebumen.
1. Pantai Suwuk
2. Pantai Petanahan
3. Pantai Lohgending
4. Pantai Ayah
5. Pantai Karang Bolong
6. Pantai Manganti/Menganti

Dari semua Objek Wisata Pantai di atas cuma Pantai Manganti aja yang belum kita datangi, kenapa? Tar diceritain.

Awal 2013 lalu, waktu saya untuk pertama kalinya berkunjung kesini udah pernah from pantai to pantai.

Dari Pantai Suwuk, pantai yang garis pantainya ga terlalu panjang ini di bangun mirip ancol (kata orang sini) banyak wahananya buat main-main anak kecil jaraknya lumayan jauh dari pusat kota. Dari suwuk ke Pantai Karang Bolong bisa dilalui nyebrang pakai perahu (jangan ditanya saya berani apa ga, ngeri takut ditengah-tengah perahunya mogok padahal jaraknya deket) di karang bolong asyik buat foto-foto. Dulu kita pengen punya foto prewed "travelling around kebumen" tapi keterbatasan waktu bikin ga jadi deh. Pantai Petanahan pun jaraknya cukup jauh disini masih lebih alami di banding di Suwuk waktu itu ga terlalu lama disini.

Pantai Lohgending ke Pantai Ayah.
Ini paling favorit saya, kedua pantai ini nyambung dan sama bisa nyebrang dan jalan-jalan pakai perahu nelayan (lagi-lagi saya takut nyebrang). Pantai Ayah lebih landai dari Suwuk, garis pantainya panjang (liat cover foto saya di Path, itu diambil dipantai ayah) dikelilingi tebing-tebing tinggi dan ada di salah satu sudut tebing rumah kecil yang konon menurut cerita itu tempat juru kunci pantai tersebut (pantai ini masih satu jalur dengan pantai selatan jawa, tau dong mitos nyi roro kidul).

Mitos ini yang bikin saya tadi pagi pas mau berangkat ganti baju, udah pakai baju hijau lupa kita mau ke pantai selatan dan disana kita ga boleh pakai warna hijau, percaya ga percaya mendingan menghindar.

Buat main air, foto, nungguin sunset disini itu indah banget, tapi buat saya namanya pantai dimana aja tetep indah.
Pantai ayah dengan garis pantai panjang kita bisa jalan menyusuri sambil bergandeng tangan, di lohgending ada jembatan panjang untuk foto bagus apalagi menjelang sore hari. Ada kolam renang sederhana untuk anak-anak, wahana untuk anak-anak dan warung-warung yang menjajakan makanan ringan, minuman, dan lain-lain

Kata suami dari sini kita bisa liat nusa kambangan, apa iya? Karena letaknya antara kebumen dan cilacap. Nah buat yang suka seafood disini surganya ada TPI (Tempat Penampungan Ikan) langsung dari neyalan yang melaut. Awal 2013 saya belanja kepiting super disini 1kg isinya 3ekor gede-gede namanya juga super tebak berapa 30rb, yah 30rb aja (kalap langsung borong buat di masak dirumah) begitupun ikan laut lainnya termasuk cumi dan udang. Sayangnya pas kesini kepiting supernya lagi kosong adanya rajungan, ikan, udang, cumi. Ga jadi deh pesta kepiting sepuasnya lagi, kalo di Jakarta 1 porsi kepiting saus padang aja harganya udah ratusan ribu, makannya juga ga nikmat, disini beli masak dirumah bisa buat satu keluarga sampai kekenyangan.

Di tepi jalan menuju pantai pun kita di manjakan dengan petani semangka, dijualnya per buah ga per kilo dan kemarin dapet semangka segede gaban beli cuma 25rb bonus semangka inul. Kalau udah di tukang buah tuh semangka bisa 60-70rb.

Untuk mencapai beberapa pantai disini memang penuh perjuangan. Dan lebih enak rombongan, ada jalur biasa dan ada jalur extrem. Jalur extrem itu kita harus melewati jalan yang berliku-liku (macam alas roban) sebelahnya jurang, tapi udaranya sejuk dan pemandangan hutannya hijau. Sebagian besar pantai disini letaknya di balik tebing.

Itulah kenapa kita belum mengunjungi Pantai Manganti karena untuk menuju kesana butuh kendaraan yang prima, dan enak rombongan karena kalau ada apa-apa di jalan bisa saling bantu. Jalannya kecil dan curam namun katanya setelah perjuangan perjalanan ke Manganti sampai sana bakalan terbayar sama keindahannya. Ada desa nelayan dan pasirnya pun pasir putih. Browsing di google deh, belum kesana jadi belum liat keindahan aslinya (Saya pasang foto Pantai Mangganti paling bawah yang saya dapet dari internet).

Selesai from pantai to pantai dengan cuaca panas extrem yang bisa bikin kulit kering dan keling (sampai kita nambahin sunblock terus) kita berencana pulang karena sudah siang, tapi ada yang bikin kita tertarik nih...

Apa itu? tunggu #7 WisataGoa

#5 Waduk/BendunganSempor

ini kali ke dua mengunjungi Objek Wisata ini "WADUK SEMPOR" atau biasa di sebut juga "BENDUNGAN SEMPOR" apa yang mau diliat di sini??

Yup, hamparan air menyerupai danau namun buatan manusia. Di kelilingi bukit cantik pada sisinya disini kita bisa merasakan gimana sejuknya udara apalagi pagi hari kita bisa liat munculnya matahari di antara dua bukit, indah banget serius. Disini kita bisa naik perahu kecil atau ada pula bebek-bebekan kaya di TMII tuh. Waduk ini menangani irigasi dan kebutuhan air di gombong.

Perjalanan kesini melalui jalan yang cukup meliuk-liuk tapi kanan-kirinya hamparan sawah atau hutan jadi bisa dibayangkan sejuknya kaya apa, hijaunya kaya apa. Sayangnya pas kita kesini udah agak kesiangan jadi ga sempet liat sunrise lagi deh tapi jangan khawatir pesonanya tetep elok disinari matahari yang mulai naik.

Kalau weekend disini lebih ramai, banyak yang memanfaatkan untuk berolahraga atau sekedar foto-foto dan menikmati indahnya alam, nah kemarin juga pas airnya ga terlalu tinggi jadi aliran air yang ke irigasi yang dari atas kering. Di banding satu tahun lalu saya kesini ketika airnya penuh dan bisa melihat aliran air dr waduk ke sungai.