Tampilkan postingan dengan label hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hamil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2016

Icha Hamil

5 hari yang lalu...
3 mei 2016
Pagi-pagi sekali saat itu seperti biasanya saya sedang melaksanakan kewajiban sebagai mba inem yang sama sekali ga seksi.

Iseng buka whatsapp, seperti biasanya ada wa dari sahabat saya icha yang isinya bikin saya menitikan air mata terharu.

Foto testpack dengan garis dua.
Alhamdullilah, akhirnya semua pertanyaan dia terjawab hal yang sudah 4tahun ditunggu hadir juga. Setelah beberapa hari icha ngeluh sama saya ga enak badan dan saya sadar dia belum haid karena biasanya jadwal haid kami berdekatan sampai saya paksa suruh testpack dengan resiko apapun hasilnya harus diterima.

Dan pagi ini kabar baik yang ditunggu hadir juga. ICHA HAMIL.

Jangan ditanya perjuangan sahabat saya untuk mendapatkan keturunan seperti apa, dari cara medis sampai tradisional.
Saya harus ijin yang bersangkutan dulu ya buat ceritain di lain kesempatan.

Bahkan saat saya hamil saya berusaha menutupi dulu dari dia supaya bisa pelan-pelan ngasih tau ke dia, benar saja ketika saat dia tau saya hamil saya tau banget ada perasaan kecewa di hatinya sampai sempet diemin saya. Tapi hamil kan bukan perlombaan siapa yang menang atau duluan. Semua kehendak yang kuasa sampai akhirnya suasana kembali seperti semula.

Jangan di tanya juga persahabatan kami seperti apa. 12tahun bersahabat rasanya panjang kalau mesti dijabarin satu per satu.

Sekali lagi selamat ya mamicha & papa broko. Jaga diri baik-baik dan calon ponakan saya tercinta.

Btw, jadi kangen hamil.
Terus bikin lagi aja hamil lagi
Menurut ngana... :))

Sabtu, 11 Juli 2015

Puasa #24 [H-6 menuju Due Date]

Waktu cepat sekali berlalu sepertinya baru kemarin mulai bulan Ramadhan eh ini udah tinggal 6 hari lagi aja puasa dan ramadhan ini saya poll ga puasa, bukannya manja tapi memang kondisi hamil besar 9 bulan ini rasanya udah rupa-rupa.

Hari ini tepat 39weeks1days, perasaan sebenarnya udah campur aduk maklum calon ibu baru. 
Belum ada tanda-tanda tapi menurut pengalaman ibu saya yang udah melahirkan normal 3kali dan menurut dokter saya kalau udah waktunya pasti prosesnya cepet kok asal sayanya ga di bawa stress. Beruntung selama cuti di rumah ada aja yang saya kerjain dari mulai beberes sampai nyiapin pernak-pernik bayi. Ditambah kegiatan jalan kaki muterin komplek pokoknya jalan deh, waktu kontrol terakhir pak dokter malah nyaranin jalan-jalan ke Mall biasa kan namanya emak-emak seneng ngemall biar pikirannya lebih relax jadi bisa melahirkan cepet. Yang paling pentingn bujuk si anak biar keluarnya pas papanya lagi off.

pada akhirnya saya masih harap-harap cemas menunggu...
doakan secepatnya ya


Rabu, 01 Juli 2015

16 Days

Welcome July
Bulan yang di nanti akhirnya tiba, Juli menantikan Hari Raya Idul Fitri sekaligus kelahiran anak pertama kami. Jangan di tanya perasaannya gimana? walau berusaha tenang tapi hati sebenarnya udah campur-campur rasanya.

Senin lalu salah satu teman saya sudah melahirkan normal dan proses yang panjang. Setiap kali dengar cerita melahirkan dari sumbernya langsung setiap itu pula saya ikut terharu, merinding sekaligus takut.

Melahirkan, semua itu proses alamiah mau bagaimanapun jalannya.

Due Date saya di perkirakan bertepatan dengan Lebaran tapi melihat banyak yang sudah pengalaman ada juga yang maju sebelum Due Date. Saya malah berharap seminggu sebelum lebaran karena pas suami jadwal off. 16 hari lagi, saya malah tambah nervous dan agak rungsing aktifitas saya bahkan berkurang yang katanya ibu hamil tua harus rajin jalan waduh sejak puasa malah saya suka tak berdaya kalau udah jam 6 pagi mata rasanya berat banget ga di bawa merem yang ada bisa pusing sampai siang. Please lah kalau alarm udah heboh sehebohnya pada bangun.

Memang sejak cuti dan sementara pindah jadwal saya jadi agak amburadul apalagi jadwal istirahat yang biasanya jam 9/10 malam saya udah bisa bobo cantik ini bisa jam 12 baru tidur. Nasib!

Bener yang katanya kalo dah term tiga bawaannya pengen segera lahiran, karena segala macem posisi dan kegiatan kadang sudah serba salah. 

Kemudian nanti siapa yang mau nemenin saya di ruang bersalin? 

Selasa, 30 Juni 2015

Cuti Hamil, Hak, dan Kewajiban Karyawan

Beberapa waktu lalu saya sempat baca artikel ini di Facebook, Setelah membaca cuma bisa bilang "hebat banget ini bosnya, coba kalau semua kantor memberlakukan seperti itu. Ya walau akan ada pro dan kontra sih tapi usahanya untuk mensejahterakan karyawan itu luar biasa. Ingatlah bos tanpa karyawan itu bukan apa-apa.

dikutip dari Gajimu.com
Peraturan mengenai cuti hamil/cuti melahirkan menurut Undang-Undang

Pengaturan mengenai cuti hamil ini diatur dalam Pasal 82 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yakni sebagai berikut :
  1. Pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.
  2. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.
Pekerja perempuan berhak memperoleh cuti selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan atau jika diakumulasi menjadi 3 bulan.

Apakah perusahaan tetap memberikan gaji selama pekerja perempuan menjalani cuti hamil/melahirkan tersebut?


Selama 3 bulan cuti hamil/melahirkan tersebut, perusahaan tetap wajib memberikah hak upah penuh, artinya perusahaan tetap member gaji pada pekerja perempuan yang hamil meskipun mereka sedang menjalani cuti hamil/melahirkan.

Apakah biaya melahirkan bagi pekerja perempuan ditanggung oleh perusahaan?

Pasal  4 ayat 1 UU No. 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pasal 2 ayat 3 PP No. 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyatakan bahwa : Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau lebih, atau membayar upah paling sedikit Rp. 1.000.000,- sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja yang diselenggarakan oleh badan penyelenggara (yakni, PT Persero Jamsostek).
Sesuai Pasal 6 UU No. 3/1992 dan Pasal 2 ayat (1) PP No. 14/1993, lingkup program jaminan sosial tenaga kerja saat ini adalah meliputi 4 (empat) program, yakni:
  • jaminan kecelakaan kerja (JKK)
  • jaminan kematian (JK)
  • jaminan hari tua (JHT)
  • jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK)
Dalam hal ini, jaminan bagi pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan termasuk dalam JPK yang menjadi hak pekerja. Cakupan program JPK ini termasuk Pelayanan Persalinan, yakni pertolongan persalinan yang diberikan kepada pekerja perempuan berkeluarga atau istri pekerja peserta program JPK maksimum sampai dengan persalinan ke-3. Besar bantuan biaya persalinan normal setinggi-tinginya ditetapkan Rp 500.000.

Apakah perusahaan menanggung biaya persalinan bagi istri seorang karyawan?


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa pekerja berhak atas jaminan sosial diantaranya program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), cakupan program JPK termasuk Pelayanan Persalinan yang diberikan kepada pekerja perempuan berkeluarga atau istri pekerja peserta program JPK.
Jadi, jika Anda telah diikutsertakan pada program JPK pada PT Persero Jamsostek,maka  istri Anda berhak memperoleh bantuan biaya persalinan dari PT Persero Jamsostek. Atau, jika perusahaan mengikutsertakan Anda pada asuransi kesehatan dengan manfaat yang lebih baik dari JPK yang diberikan PT Persero Jamsostek, maka biaya persalinan dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi tersebut. Meskipun, pada praktiknya, biaya yang ditanggung bisa berbeda-beda, bergantung pada asuransi kesehatan yang diikuti perusahaan Anda.

Ini Intermezzo aja kok, buat informasi.
Gimana sama Paternity Leave di Indonesia ya?

Selasa, 23 Juni 2015

Baby Wishlist

Assalamualaikum

Kamu yang lagi hamil atau nungguin kelahiran si jabang bayi sudah komplit belum perlengkapan tempurnya?

Hamil pertama bikin budget keperluan bayi lumayan juga ya, karena ga ada lungsuran di rumah mama terakhir ada anak kecil itu adik saya 18tahun lalu, iye kali 18tahun lalu udah pada di kemanain itu barang-barangnya walau masih ada beberapa barang yang mungkin bisa di pakai macem bak mandi etapi kata papanya kasian masa anaknya di kasih bak mandi om'nya yang udah 18 tahun.

Kemudian kami berdua kalau belanja pasti bener-bener selektif banget sampai mempertimbangkan ini mau di beli beneran nanti di pakai atau ga?

Yang penting-penting alhamdullilah udah terbeli semua.
Lainnya saya nungguin kado aja deh, hehehe siapa tahu rejeki Tunjangan hari raya si anak karena dia lahir menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Nah buat yang mau kasih KADO, berikut yang belum saya punya :

Perlengkapan ASI & ASIP (Karena nantinya akan kerja lagi)
  • Breastpump
  • Botol / Kantong Penyimpanan ASI
  • Ice Bag
  • Coller Bag
  • Sterilizer
  • Botol Dryer
  • Warmer
  • Freezer ASI 
Perlengkapan MPASI (Masih lama cuma yang mau kasih sekarang bole kok)
  • Slow Cooker
  • Food Maker
  • Set untuk makan & minum yang lucu-lucu
Lainnya
  • Baby Bouncer
  • Stroller
  • Baby Bath Bouncer
  • Clodi
  • Baju-baju bayi yang lucu-lucu
Selebihnya yang belum ada di list di atas juga boleh kok yang penting berguna dan terpakai pasti saya terima dengan senang hati berbunga-bunga deh.

Senin, 22 Juni 2015

Puasa #5 [akhirnya cuti]

Halo Senin...

Senin ini lain dari senin biasanya, Saya akhirnya resmi cuti sampai 3bulan kedepan.

Tahu dong dari kemarin saya galau bahkan sampai semalem aja saya masih galau super deh, hasil diskusi sama suami dia sih pengen udah kamu cuti aja di rumah biar bisa menengkan diri menjelang melahirkan lakuin apa aja yang kamu suka deh yang penting happy jadi nanti lancar. Lagian puasa juga kalau di rumah paling ga aku ga khawatir asupan kamu karena apa aja tersedia. Ibu hamil ini emang manja banget deh.

*kenyataan : karena suami di kost saya di rumah mama jadilah saya sering mewek kangen sama dia.

Finally,
Pagi tadi sebelum ke kantor suami mampir ke kantor saya ketemu si bos, pamitin istrinya kalau mau cuti mulai hari ini yasudah karena minggu lalu saya juga sudah sempet bilang kalau ga senin ini senin depan. 

Keputusannya SENIN ini 22 JUNI 2015 (biar saya inget).

See you soon ya meja kerja.

Insya Allah ketemu lagi OKTOBER awal.

Sabtu, 20 Juni 2015

36 Minggu

Cerita kali ini ga cuma soal kehamilan
ada sedikit intermezzo cerita melahirkan...

Setelah minggu lalu ke pending kontrol karena pak dokter mendadak ke luar kota, jadilah sabtu ini akhirnya bisa ketemu lagi sama si anak bayi. Memilih kontrol sabtu pagi karena pasti lebih sepi di banding sore lagian hari ini bapake kebagian shift malem jadi aku di tinggal.

Sesampainya di Klinik daftar masih antrian dua, Alhamdullilah ga terlalu lama soalnya abis ini saya sama suami mau muter-muter dulu. Lagi nunggu panggilan untuk timbang sama tensi jeng jeng ada pasangan suami istri dateng yang mana sang istri udah meringis-meringis nahan kontraksi sama bidan langsung di larikan ke ruang bersalin. Begitu ya muka suami yang panik istrinya mau lahiran, alhasil kami nunggu dulu karena dokternya pasti tindakan yang mau lahiran dulu.
Ish bahasa gw belibet yah, intinya gitu deh.

Setengah jam menunggu...

Si ibu tadi udah keluar aja dong bayinya, cepat sekali...

Hasil wawancara sama sang suami, sempet aja saya nanya-nanya ke suaminya yang mukanya udah keliatan lega karena anaknya sudah keluar dengan selamat dan sehat. Ini anak kedua mereka, dari semalem jam 1 istri saya udah ngerasain mules cuma di ajak kesini ga mau karena mulesnya masih jarang-jarang terus tadi sahur ketubannya udah mulai rembes masih belum mau di ajak kesini terus tadi pagi dia udah nahan-nahan sakit saya bawa aja kesini. Naik  motor lho pasangan ini katanya di jalan tiap ngerasain mules berhenti dulu. Pas sampai ruang bersalin udah pembukaan lengkap dan kepala sudah terlihat.

Saya cuma bisa iya-iya aja denger ceritanya, super banget ya si ibu. Saya sempet ikut agak mules pas liat tadi dia dateng megangin perut dan meringis-meringis. Si ibu ini suka barengan sama saya juga kalau kontrol.

Balik ke cerita kontrol...

Tensi normal dan timbangan pun normal malah turun lagi sekilo.
Seperti biasa dokter tanya keluhan saya apa, emang akhir-akhir ini udah sering kontraksi palsu dan makin sering lelah trus pusing. Saya juga sempat tanya soal puasa namun beliau menyerahkan ke saya karena saya yang ngerasain kondisi fisik saya kalau memang ga kuat jangan di paksakan. Pak dokter tetep bilang siap-siap malam takbiran ya.

Saya juga sempet tanya soal cuti hahaha...
kalau ibu bolak-balik bekasi-bendungan hilir lebih baik susah cuti mengurangi resiko melahirkan di jalan atau di kantor karena sudah usia kehamilan saat ini bayi sudah siap lahir kapan saja. Kontrol kali ini ga ada suplemen tapi saya dikasih obat untuk di pakai di Miss V karena keluhan keputihan, yang mana harganya lumayan banget hahaha... 

Apa saja yang saya rasain di bulan-bulan terakhir ini nanti di postingan lainnya ya..

Rabu, 17 Juni 2015

Kapan Cuti?


Beberapa hari lalu di Instagram Blogger kece Alodita Posting gambar di atas dan sedikit kasih komen tentang Maternity Leave a.k.a Cuti Melahirkan dan jeng-jeng banyak banget komentar dari followernya termasuk saya. Seperti yang kita tahu di negara kita ini masih kurang perhatian sama ibu yang akan cuti melahirkan bahkan ibu hamil, saya udah pernah beberapa kali nulis soal fasilitas umum yang kurang bersahabat sama ibu hamil.

Ngebahas tentang cuti saya sendiri sampai detik ini masih bingung nentuin kapan mau cuti, alasannya kenapa? ya cukup saya dan beberapa orang tedekat aja yang tahu alasannya kenapa. Sementara minggu ini usia kehamilan saya sudah 36w / 9 bulan, di postingan sebelumnya saya juga cerita gimana mama saya khawatir kalau-kalau saya mules di jalan atau ada apa-apa karena perut sudah besar.

Saya sendiri juga udah ngerasa gampang banget cape, ga bisa berdiri dan duduk lama alhamdullilah ga pakai drama kaki bengkak dll...

Sempet posting di FB tanya pendapat tentang kapan sebaiknya mulai cuti, kemudian banyak yang kasih komentar :

Nanti aja kalau udah 38w? biar lama sama bayinya?

Mepet aja jadi bisa ngerawat bayinya lebih lama?

Kalau anak pertama biasanya lahirnya lebih lama, ga usah buru-buru cuti sayang.

bahkan ada yang komen "gw pas lahiran belum sempet ngajuin cuti udah keburu brojol"  

Intinya banyak yang kasih saran cutinya nanti aja mepet sama DUE DATEnya biar bisa ngabisin waktu lebih lama sama bayinya setelah lahiran, lagi-lagi itu pilihan semua kembali sama fisik masing-masing masih kuat apa ga buat aktifitas atau pengen meluangkan waktu di rumah biar bisa kroscek kebutuhan yang belum terpenuhi, sambil relaksasi untuk mempersiapkan hari H merencanakan lahiran normal kan kita ga tahu kapan mulesnya.

Kalau fasilitas semua memenuhi sih enak aja mules dikit tinggal jalan ke RS. Lah saya yang adanya motoran sama ngangkot tinggal di jaksel, kerja di jakpus, dan sudah merencanakan melahirkan di Bekasi. Kalau mules terus macet, dll bhay... bisa brojol di jalan.

Nah besok kan udah mulai puasa ramadhan, Saya memutuskan untuk ga ikut puasa dulu karena tahu kondisi ga terlalu kuat lah wong telat minum aja saya bisa kliyengan. Pastinya akan di buat galau karena hampir semua warung makan tutup pas puasa terus saya mau makan siang apa? kalau ga harus bekel, 2hari sampai jumat kalau percobaan saya berhasil bertahan saya mungkin nerusin sampai akhir bulan baru cuti tapi kalau failed kemungkinan saya akan off hari senin depan. Ini juga sambil menunggu pertimbangan Dokter karena sabtu ini mau kontrol dan mastiin posisi si bayi sudah sampai dimana. Kalau dokter bilang saya sudah harus off ya nurut lah.

*nuke yang masih galau cuti*

Senin, 15 Juni 2015

Pesan Mama

Assalamualaikum,

Sebulan menjelang melahirkan, rasanya udah dag dig dug pikirannya ada aja bisa lancar lahiran normal ga yah? terus gimana nanti kalau mendadak terpaksa harus sesar? dll dsb dst ada aja lah yang menghantui perasaan ibu hamil anak pertama ini.

Seperti biasa selain curhatan ke temen-temen segrup yang udah pengalaman hamil sama melahirkan dan lagi hamil kaya saya, saya juga sering nanya-nanya ke mama yang udah 3kali pengalaman melahirkan normal bahkan waktu adik saya yang kedua saya liat jelas pas mau brojolnya, saat itu saya masih TK anak TK meneketehe ya masalah hamil dan melahirkan. 

Beberapa temen yang hamilnya nyaris selisih tipis usianya udah pada anteng dirumah lah saya masih aje kerja, pengennya sih udah cuti tapi apa daya biar gaji tetep pull ya masih harus rela masuk kerja. Patokannya kalo mereka udah mules + Brojol berarti eike kudu segera off, ga mau dong heboh mules di kantor atau pas di jalan.

Nah seminggu lalu ada berita seorang ibu melahirkan di commuter line (CL) di relasi tanggerang-duri yang bikin heboh itu, katanya sih karena dia ga dikasih tempat duduk di CL dan badannya ga keliatan kaya lagi hamil, tapi salah ibunya juga udah tahu hamil kenapa ga minta haknya. Sebagai pengguna rutin CL saya cukup galak kalau udah naik bisa-bisa kalo ada yang pura-pura tidur pules saya tepok biar ngasih tempat duduk. Gara-gara berita ini si Mama udah heboh nyuruh saya hati-hati kalau naik kendaraan umum atau jalan di tempat umum. Masih inget juga kisah SPG yang melahirkan di toilet salah satu mall di jakarta.

Alhasil karena banyak peristiwa melahirkan yang tidak di rencanakan itu mama jadi kasih pesen-pesen deh 
  • Minggu ini kan udah 36w, bulan puasa juga kalau bisa udah cuti aja diem-diem dirumah
  • Kalau kemana-mana usahain ditemenin mas atau ada temennya, jadi kalo ada apa-apa ga sendirian
  • Jangan terlalu pecicilan perutnya udah hamil tua kalau cape rehat
  • Banyak jalan biar bayinya cepet turun
intinya sih mama pengen saya lebih hati-hati karena udah mendekati hari H-nya, maklum deh ini cucu pertama beliau jadi wajar kalau eyangnya rada excited. Btw saya belum kontrol lagi harusnya sabtu kemarin dikarenakan dokternya ada urusan mendadak jadi ga ketemu deh, salah saya juga biasa saya wa beliau kalau mau kontrol kemarin pede bener langsung dateng. Cuma sempet nimbang yang mana timbangan saya turun lagi 1kg jd sekarang 68 ohyee kayanya nutrisinya di ambil si bayik semua ini.

Lalu cutinya mulai kapan ini?
hhhmmm minggu ini atau abis gajian aja kali ya.

Senin, 08 Juni 2015

34 Minggu

Calon Ibu mana yang ga deg-deg menjelang Due Date kelahiran anaknya?

Yep, saat ini sudah 34 Minggu udah ga banyak yang di rasa karena sudah terbiasa, makin berat iya ini perut dokter selalu bilang di nikmati aja bu prosesnya. 

Setiap lihat proses lahiran saya bisa mewek bener, kemarin nonton infotainment exclusive kelahiran anaknya ruben onsu pun mewek. Pengen sungkem ke mama tercinta yang jadi ibu itu ternyata perjuangannya super banget dan ga akan tergantikan sama apapun deh sekalipun rumah dengan harga milyaran rupiah. 

Sebulan lagi...
Jujur aja sekarang udah deg-degan rasanya mules lahiran kaya apa, terus nafas plus ngeden kaya apa walau udah belajar yoga sama senam sekalipun. Pertanyaan berikutnya saya bisa ga melewati semua itu? Ini beneran deg-degannya ngelebihin pas mau Ijab Qabul, begini rasanya mau lahiran plus punya anak.

Banyak berdoa saja
Minta dukungan Mas Suami
Plus minta dukungan orang-orang terdekat
Semoga semua berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan
Amin.

Kamis, 04 Juni 2015

33 Minggu

Habis libur empat hari terus masuk kantor lagi itu...
Rasanya pengen segera cuti.

Asslamualaikum,

June Coming

Update kehamilan ah, biar kaya blogger-blogger kece di luar sana yang update setiap saat, kalau hari ini sih usia kehamilan saya sudah 33w6d kemarin pas 33w kebetulan jadwal kontrol dan ini adalah kontrol terlama saya selama hamil, iya gimana ga lama karena harus cek lab juga.

Seperti biasa saya datang agak cepet dan masih dapet antrian no.3 aja. Nungguin dokternya juga agak lama mulainya rupanya beliau abis ada tindakan kuret. Seperti biasa tensi dan berat badan dulu setelah daftar ihiy berat badannya masih normal tensi pun aman terkendali.

Nunggu kurang lebih satu jam baru di panggil. Baru aja duduk manis eh pak dokter udah suruh langsung USG aja. Emang USG itu hal yang paling menyenangkan selama hamil gimana enggak bisa liat bayi dalam perut kaya apa tiap bulannya dari cuma titik sekarang udah berkembang pesat. Anakku ohh anakku rupanya dia emang nurun papahnya mau di bujuk sama perutnya di kelitikin kaya apa juga senengnya tengkurep, ngumpet. Begitu di cek semua bagian tubuhnya lengkap dan memang agak ndut keliatan dengkul sama pahanya itu lho lucu banget.

Alhamdullilah kepala sudah di bawah. Beratnya sudah 2kg menurut dokter masih normal sesuai dengan umur kehamilan dan dokter bilang biar 3,5kg ya bu bisa lah sebulan nambah 1.5kg lagi. Ngek Ngok ga kegedean dok saya malah maunya 3kg aja jangan gede-gede. 

Kontrol kali ini dokter berpesan :
  • minum air putihnya tetep yang banyak kalau perlu di tambah biar ga terlalu ngilu kalau kontraksi
  • tetep beraktifitas, jalan sama olahraga biar pas lahiran staminanya tetep terjaga. Dokter tau aja saya suka mager kalau udah dikasur. Motifasi saya jalan pagi itu kalau ga nyari sarapan ya kue :))
  • vitamin tetap diminum dan makanan tetep di jaga
Abis dari ruangan dokter saya di kasih pengantar ke Lab. Sudah lama ga ketemu jarum suntik saya sampai harus dua kali suntik buat ambil darah karena darahnya ga keluar-keluar. Karena lab cukup ramai 1jam menunggu kita jajan dulu. 

Setelah selesai kembali ke dokternya untuk di lihat hasilnya. Syukurlah semua normal, kembali pertanyaan saya "Dok, bisa kan lahiran normal?" he said "Insya Allah sampai saat ini ga ada kendala jadi bisa normal lahirannya" ditambah pesan ke suami "siap-siap ya pak malam takbiran ini"

33 Minggu...
  • Gerakan di jabang bayi di perut makin berasa aktif
  • Badan sudah berat bagian pinggang sama punggung makin terasa ngilu
  • Semakin susah tidur
  • Kontraksi, mungkin ini yang namanya kontraksi palsu kali ya perut kenceng banget plus ngilu kadang disertai V yang ikutan ngilu. Biasanya kalau udah ini saya milih duduk manis sambil ngelurusin kaki. Kalau dirumah sih bisa langsung selonjoran.
  • Saya ngerasain mual kadang-kadang udah ga bisa makan terlalu banyak kata dokter ini wajar kok karena dorongan bayi di dalam rahim.
Masih menunggu sekitar 6minggu lagi semoga perkiraannya tepat karena saya masih galau mau cuti mulai kapan. Nanti brojolnya kalau mama udah mulai cuti ya nak.

Jumat, 08 Mei 2015

30 Minggu

Assalamualaikum,

Apdet mingguan nih, ga terasa udah 30 Minggu nih si kecil di perut ibunya makin ngerasain nano-nano deh pokoknya dari yang menyenangkan sampai yang tidak menyenangkan. 

Jerawatan euy. Entah kenapa beberapa hari ini muka yang mulai bebas jerawatan eh nongol lagi jerawat kecil-kecil padahal udah rajin beresin muka tiap di rumah. Daripada jerawatannya makin menjadi alhasil kadang ga saya apa-apain yang penting muka bersih aja sama pakai pelembab.

Keputihan lagi. Setelah menghilang beberapa waktu eh menginjak minggu-minggu ke belakang ini saya si keputihan muncul lagi terutama kalau saya agak pecicilan kesana kemari. Alhasil saya makin stok undies banyak di tas jadi kalau sudah ngerasa ga nyaman / lembab buru-buru kudu langsung ganti biar area V tetap kering.

Cepat cape. Semakin perut membesar rupanya aktifitas memang sudah harus agak dikurangin padahal saya ga banyak aktifitas juga, berdiri lama bisa kunang-kunang kebanyakan duduk juga pinggang aduhai, kebanyakan jalan juga bikin kaki cenut-cenut alhamdullilah sampai saat ini ga sampai bengkak dan ukuran sepatu pun masih di nomor yang sama. Jadi ketiga aktifitas berdiri, duduk, dan jalan pun harus seimbang. Repotnya kalau lagi kerja mau rebahan bingung rebahannya dimana paling di kursi sambil nyeder kaki di ganjel wes paling pewe.

Senam Hamil / Prenatal Yoga. Kalau yang ini saya angot-angotan alias kalau lagi rajin buanget tapi kalau lagi males lebih milih tidur aja deh. Sebenernya sih cukup berguna lho buat ngatur pernafasan, saya bayangin besok pas melahirkan yang butuh tenaga ekstra kata mama kalau ga latihan pernafasan piye? lah sekarang cape dikit aja nafas kadang senin-kami. Yuk lah semangat olahraga lagi.

Hamil gini yang paling di tunggu itu kontrol ke dokter dan jadwal saya masih akhir mei ini sabar ya, sementara yang di perut gerakannya makin aktif kadang malah ga liat jam kapan aja dia mau main hayuk aja deh, bahkan di ajak ngobrol ayahnya pun seperti sudah mengerti.

70hari lagi...
Sekian sekilas apdet kehamilannya^^

Jumat, 01 Mei 2015

29 Minggu

Assalamualaikum,

Alhamdullilah ketemu long weekend lagi, cita-cita sih pengen liburan (baca : babymoon) tapi papanya si kecil lebih semangat lembur daripada liburan kayanya, katanya buat bekel nanti lebaran plus buat nambah-nambah biaya si kecil. Karena aq blum tahu cuti hamil tetep dibayar atau ga? Okelah skip liburan ikhlasin aja toh masih bisa cari waktu jalan-jalan lainnya. 

Awal hamil kan saya sempet pengen bikin jurnal tiap minggu ya, ternyata jurnalnya ngeblur sudah bahkan udah nyiapin bikin scrapbook pun terbengkalai jadinya cerita perkembangan anak di perut ini seingetnya aja.

Hari ini usianya tepat 29minggu.

Rasanya.... 
Mama nya badannya kadang udah mulai aduhai rasanya pegel -pegel endeus dah apalagi pinggang yang mulai ngilu terutama kalau posisi tidur salah, duduk pun ga boleh terlalu lama tapi apa daya pekerjaan banyakan duduk jadi usaha tiap jam berdiri ngelemesin badan. 

Ke dokter terakhir minggu lalu pas usianya 28 minggu. Ini adalah kontrol tersingkat sepanjang sejarah. Ceritanya karena nungguin suami yang pulang jam6 dan mesti berburu commuterline ke bekasi jadilah kami kemaleman, antara pasrah kalau pendaftaran sudah tutup ya udah besok sabtu aja deh balik lagi. Eh sampai klinik ternyata masih bisa daftar dan dapet antrian no. 19 wew biasanya selalu dapet no di bawah 10 pasrah deh. Sambil nunggu biasa tensi sama nimbang dulu tensi saya 110/70 mungkin karena belum makan si anak pun udah heboh di perut. Pas nimbang taraaaa turun cin jadi 69kg ini bener-bener the power off ngurangin makan makanan manis termasuk minuman beuh harus bertahan ga boleh gede-gede.

Eh saya cuma perlu nunggu 2pasien langsung dipanggil masuk ke ruang dokter nampaknya dr'nya kali ini emang lagi singkat-singkat aja periksa pasiennya. Pas masuk biasa di tanya ada keluhan ga? Beruntung dok ga ada keluhan significant sebulan terakhir. Yang paling ditunggu kontrol kali ini itu mastiin gendernya si kecil karena beberapa bulan terakhir dia ngumpet. Mungkin setelah bujuk rayu papanya pas USG kali ini sudah dapat dipastikan jadi ortunya bisa belanja yang sesuai pas usg dia lagi tengkurep sambil dadah-dadah. Haduh lucunyaa diperut aja udah lucu gimana tar kalau udah lahir, beratnya udah mencapai 1kg masih normal seusianya. 

Bebas resep suplement karena suplemenntnya masih ada jadi suruh dihabiskan sama makan tetap dijaga. Selesai dari klinik kami langsung cari makan karena yang diperut udah makin heboh kelaparan nampaknya beuh kalau laper sama kaya papanya nih heboh plus mendadak rewel.

Ga berasa 3bulan lagi kita akan dipertemukan, sehat selalu yah adek kecil.

Kamis, 30 April 2015

Financial Plan untuk Ibu Hamil [ala Nuke]

Uang bukan segalanya tapi namanya hidup tetap butuh uang untuk biaya.
Kali ini sedikit pengen berbagi tenang Anggaran keuangan selama menjadi ibu hamil. Ada biaya yang harus di pikirkan sampai si anak bayi nanti lahir ke dunia yang fana ini (tshaaa elahhh).
  1. Biaya Kontrol Dokter
  2. Selamatan 4/ 7 bulanan
  3. Biaya asupan ibu hamil
  4. Biaya pakaian ibu hamil
  5. Belanja perlengkapan bayi
  6. Biaya melahirkan Normal / Sesar
  7. Biaya perlengkapan ibu melahirkan & menyusui
  8. Akikah
  9. Imunisasi
  10. Pendidikan Anak
Berikut ini penjelasannya :

Biaya Kontrol Dokter
Siapa yang ga berbinar-binar ketika pagi hari pakai testpack terus muncul garis dua, ini yang dinantikan semua wanita yang sudah menikah punya anak! Pastinya pengen buru-buru berkunjung akrab dengan dokter kandungan, kepo berat beneran hamil atau ga? 
Biasanya pemeriksaan hamil selama 9bulan itu kurang lebih 12kali. Sebulan sekali dan saat usia 30minggu biasanya dokter akan menyarankan untuk periksa 2minggu sekali untuk persiapan menjelang melahirkan. Biaya dokter biasanya termasuk biaya USG dan suplemen-suplemen yang harus di konsumsi selama hamil. Kalau besarannya tergantung RS / RB / Bidan yang dipilih, kalau yang di tanggung kantor sih atau asuransi sih ga masalah kalau yang bayar sendiri, hhhmmmm perlu dikalkulasi nih.

Selamatan 4 / 7 Bulanan
Yang ini sebenarnya optional tergantung sama adat istiadat dan kemampuan aja. Saya sendiri kemarin meniadakan acara ini cukup doa sama keluarga aja supaya kehamilannya lancar dan tidak ada kendala.

Biaya Asupan Ibu Hamil
Hayo ngaku jadi ibu hamil pasti lebih sering jajan? Jajan disini bukan jajan sembarangan ya tapi jajan sehat. Selama hamil ini saya menyiapkan budget khusus buat beli jajanan sehat (buah, susu hamil, cemilan sehat, dll) yang jumlahnya bisa melebihi jumlah jajan ketika sebelum hamil.

Biaya Pakaian Ibu Hamil
Trimester I - Masih aman pakai baju yang ada
Trimester II awal - Masih cukup pakai celana dan koleksi baju di lemari 
Trimester II tengah - Trimester III - Bhhaaayyyy, Perut sudah mulai membuncit termasuk ukuran dada yang juga mulai membesar jadilah harus nyiapin budget khusus untuk beli pakaian serta undies khusus untuk ibu hamil. Karena saya kerja jadilah saya harus beli celana hamil dan beberapa blouse yang agak longgar lainnya saya lebih senang pakai dress udah paling peeweee.

Belanja Perlengkapan Bayi
Ini salah satu pengeluaran terbesar apalagi untuk yang baru hamil anak pertama jarang banget bisa dapet lungsuran kecuali ada saudara yang baik hati yang ngelungsurin barang-barang bayi. Dalam hal berlanja perlengkapan bayi emang kudu bijaksana. Taat sama list yang sudah kita buat biar ga over budget, kalau ga yang namanya emak-emak doyan belanja banget kan yah apalagi udah liat yang lucu dikit dan tahan godaan onlineshop.

Biaya Melahirkan Normal / Sesar
Kata teman saya persiapkan biaya yang paling besar karena kita ga tahu akan melahirkan dengan proses apa, pengennya sih normal jadi menghemat biaya tapi kalau terpaksa harus sesar karena ada kendala apa boleh buat. Lagi-lagi yang pakai insurance bisa di tanggung nah kalau ga kan mesti nabung.

Biaya perlengkapan Ibu Melahirkan & Menyusui
Buat ibu pekerja atau yang dirumah tetep butuh perlengkapan melahirkan terutama menyusui. Yang kecil-kecil sih masih terjangkau nah breastpump itu ga nyangka harganya bisa buat beli kulkas kecil satu apalagi salah satu merk yang udah hits.

Akikah
Ini yang wajib. Bisa disiasati mau yang sederhana atau mewah. Kalau bisa sebelum melahirkan udah pilih-pilih deh tuh paker akikahan yang sekarang tinggal tunjuk dan kita tau beres sesuai dengan kebutuhan kita.

Imunisasi
Sering liat status ibu baru "Pentingan imunisasi anak atau beli tas, sepatu, baju baru" Saya sendiri kelak milih di layanan posyandu aja soalnya mama saya kan kader posyandu di tempat tinggalnya jadi bisa menghemat biaya.

Pendidikan Anak
Begitu si bayi hadir di dunia ini pastilah sebagai orang tua pengen yang terbaik buat anaknya termasuk kelak dia mau jadi apa, mau di sekolahkan dimana. Dari sini mulailah mempersiapkan biaya untuk pendidikan dan kesejahteraan anak nantinya, bisa pilih investasi dimana saja yang sekiranya pas di kantong kita.

Nah banyak yah, iyeehh?? Kalau ga di persiapkan dan diperhitungkan ortunya bisa mabok juga jadilah saya dan suami udah hidup hemat-sehematnya demi memenuhi semua kebutuhan untuk si anak kelak. Kira-kira begitu deh Financial Plan saya setelah saya dinyatakan positif hamil, semoga bermanfaat^^

Rabu, 29 April 2015

Perihal Milih Nama Anak

Nama itu doa dari orang tua. Perihal menamai anak jangan sembarangan harus pilih yang tepat dan yang punya arti baik.

Mama saya dari jaman saya sekolah selalu mengingatkan kelak kalau punya anak kasih nama jangan ribet-ribet kasian anaknya kalau lagi ujian sekolah temen-temannya yang punya nama pendek udah ngerjain soal tar anak kamu namanya panjang masih sibuk ngurek-ngurek nama di lembar jawaban. Eh tapi saya belakangan mikir dulu pas saya ujian baik ebtanas, UN, masuk perguruan tinggi emang jawabannya di lembar kertas yang harus di bulet-buletin pake pensil 2B. Nah seiring perkembangan jaman kelak pas anak saya ujian masih pakai metode ini ga yah apa udah komputerisasi kalau sudah komputerisasi artinya ga perlu sibuk bulet-buletin lembar jawaban dong. OK skip itu cuma intermezzo.

Kalau di luar negeri mungkin kita mengenal yang namanya first name, middle name, given name. Kalau budaya di indonesia sepertinya jarang yah pakai urutan nama seperti diatas. Saya sendiri ingin mengikuti budaya Alm. Ayah saya beliau selalu memberikan nama anak-anaknya dengan 3 suku kata dan berakhir dengan nama belakang nama beliau, buat saya dan adik saya menyandang nama ayah itu ada sisi yang membanggakan. ceritanya biar orang kalau lihat namanya aja udah tahu kalau kita saudara kandung. Penting juga nanti nama anak saya harus socialmediaable (apa deh ini bahasanya) pokoknya gitu deh.

Pemilihan bahasa.
Sejak lama jatuh cinta sama nama-nama yang berasal dari bahasa jawa atau nama pewayangan dan bahasa sansekerta, saya sampai ngubek di internet nyarinya. Karena nama saya pun terselip nama pewayangan jawa.

Sudah ketemu atau belum? Dari hamil 4bulan udah nemu beberapa kata untuk nama anak laki-laki atau perempuan, karena anak dalam kandungan ini baru bener-bener mastiin gendernya apa pas usianya 7bulan ini jadilah kita sampai siap 2nama. Etapi belakangan setelah tahu gendernya apa kita malah pengen rubah namanya.

Cucu pertama di keluarga saya.
Si calon bayi ini adalah cucu pertama di keluarga saya wajarlah kalau Mama saya mau ikut serta nyumbangin nama buat cucunya, kemarin waktu pulang ke rumah mama, beliau sudah bilang pokoknya mama mau manggil si ade (______) baiklah panggilannya kebetulan ga jauh beda sama nama yang kami pilih. Peer sekarang masih mencari nama tengah yang sesuai untuk calon anak tercinta ini.

Ada yang punya ide nama bagus kah, boleh di share^^

Selasa, 28 April 2015

Biaya Persalinan Normal Klinik & RB Guci Medika Bekasi

Berjalan sudah hampir 29minggu...
Udah saatnya memikirkan biaya persalinan. Ini sudah dipikirkan sejak awal hamil sih tapi seiring dengan perkembangan akhirnya baru kepikiran lagi saat ini. Sebagai manusia biasa saya sih pengen melahirkan normal-normal aja lancar tanpa kendala apapun tapi manusia hanya berusaha kadang takdirlah yang menentukan. Sudah mensugesti si anak dari awal besok kamu yang pinter ya nak biar bisa lahiran normal, kasian Papa kalau harus saesar karena tahu sendiri biaya untuk operasi saesar tidaklah murah (tapi kalau terpaksa mau gimana lagi ya!).

Di tempat saya biasa kontrol tiap bulan ini adalah Klinik dan Rumah Bersalin biasa yang mana tidak melayani proses saesar. Untuk melahirkan ada pilihan dengan dokter atau bidan itu tergantung kita lebih nyamannya gimana dan tergantung gimana kondisi kehamilannya, kalau tidak ada kendala saya pikir dengan bidan juga cukup, mereka kan juga sudah terdidik sesuai dengan bidangnya. Mama saya juga dulu hamil ketiga anaknya semuanya diperiksa oleh bidan.

Nah kalau terpaksa harus saesar dari klinik ini akan merujuk ke rumah sakit tempat Dr. SpOG disini praktek lokasinya sendiri sih ga jauh dari rumah saya kira-kira 20-30menit tergantung kondisi jalan. Selain itu kita juga bisa minta rujukan ke rumah sakit lain pilihan kita kalau memang kurang cocok sama rumah sakit pilihan klinik ini.

Berapa biaya Persalinan Normal disini?
Biaya Persalinan Normal dengan Bidan
Biaya Persalinan Normal dengan Dokter
   
Buat saya dan suami biayanya masih sangat terjangkau, lagi-lagi walau di tanggung oleh kantor suami tetap aja yang namanya pengeluran harus di kalkulasi dan harus dipersiapkan.
Mudah-mudahan informasinya berguna.

Senin, 27 April 2015

Perlengkapan Bayi [Part 1]

Assalamualaikum
Helo Readers...

Apdet blog juga nih akhirnya selama ini bukan ga sempet apdet sih tapi memang ada beberapa hal yang harus diselesaikan jadi buka blog pun paling cuma sekedar blogwalking di kala memang lagi senggang banget.

Kali ini saya mau sekedar apdet persiapan menjelang punya bayi.
Saat ini usia kandungan saya 28minggu sudah masuk fase Trimester Ketiga yang katanya sudah harus lebih hati-hati. Alhamdullilah kendala berat selama ini ga ada masih dalam tahap wajar kalau ngerasain yang namanya badan aduhai ga karuan sih itu udah resiko yang jelas kalau cape dikit atau kebanyakan aktifitas emang lebih berasa banget harus pinter-pinter ngatur nafas biar ga ngos-ngosan macem orang baru lari marathon.

Berhubung sudah 7bulan akhirnya saya dan suami belanja juga deh itu kebutuhan perlengkapan bayi, keluarga saya masih menganut nanti dulu kalau sudah 7bulan baru belanja tapi saya sendiri sih ga ngikutin mitos itu baru belanja karena emang baru sempet aja, satu lagi budgetnya baru tersedia rencana awal yang pengen belanja nyicil sedikit-sedikit pun hasilnya kami belanja sekalian mumpung ada waktu daripada harus bolak-balik. kalaupun harus kembali lagi hanya melengkapi saya.

Untuk list perlengkapan bayi saya banyak tanya ke teman-teman yang lebih pengalaman termasuk baca beberapa blog dan browsing sana-sini buat melengkapi. 

Belanja di mana?
Berhubung akan pindah ke bekasi, kami memutuskan untuk belanja yang deket aja toh harganya selisih dikit kalau harus belanja di tempat yang jauh hadeuh tenaganya cyin. Di bekasi ada beberapa Baby Shop yang memang sudah termahsyur namanya, saya pilih Happy Baby Shop di Mega Bekasi karena beberapa temen udah sering bolak-balik kesini. Belanjanya sekeluarga (saya, suami, mama, mevi) Belanjaan pun harus seleksi si mama dulu (pasrah) mama malah syok kok banyak bener, yaiyalah ma orang belanjanya sekalian lain cerita waktu mama hamil saya katanya belanjanya nyicil per minggu setelah 7bulan (yah itukan 28tahun lalu).

Pulang bawa 3kantong gede belanjaan, apa aja barangnya ini dia...

Pakaian Bayi
1.    Baju bayi lengan pendek 1 lusin Rp. 170.000
2.    Baju bayi lengan Panjang ½ lusin Rp. 100.000
3.    Singlet bayi ½ lusin Rp. 65.000
4.    Baju tanpa lengan 1 Lusin Rp. 160.000
5.    Celana panjang bayi 1 lusin Rp. 210.000
6.    Celana pendek bayi 1 lusin Rp. 195.000
7.    Celana New Born ½ lusin Rp. 70.000
8.    Bedong merk Libby 8 pcs Rp. 265.000
9.    Bedong biasa ½ lusin Rp. 160.000
10. Kaos kaki & tangan 6 buah Rp. 60.000
11. Celemek 3 buah Rp. 25.000
12. Popok kain 1 lusin Rp. 100.000
13. Topi 2 buah Rp. 25.000
14. Gurita bayi ½ Lusin Rp. 30.000

*Merk Libby

Perlengkapan Tidur
1.    Selimut 2 buah Rp. 160.000 (Carter)
2.    Bantal Guling 1 set Rp. 125.000
3.    Perlak Rp. 60.000 (Polos)
4.    Kelambu Rp. 45.000

Perlengkapan Mandi
1.    Waslap 2 buah Rp. 20.000
2.    Handuk Rp. 65.000
3.    Sikat lidah Rp. 12.000
4.    Sisir bayi Rp. 27.000
5.    Kapas Rp. 10.000

Lainnya
1.    Gunting kuku bayi Rp. 40.000
2.    Tempat bedak Rp. 30.000
3.    Thermometer Rp. 35.000
4.    Botol susu Rp. 21.000 (Pigeon)
5.    Bra menyusui 2 buah Rp. 50.000
6.    Gurita ibu 2 buah Rp. 90.000
7.    Pembalut Rp. 35.000

Yang khilaf
1.    Sarung bantal Rp. 65.000
2.    Slaber set Rp. 45.000

Untuk peralatan mandi komplit dan perawatan bayi yang cair-cair memang sengaja belum beli nanti aja sebulan mendekati lahiran. Alhamdullilah udah legaan karena perlengkapan bayi sudah terpenuhi walau belum 100% jadi ga galau lagi kapan mau belanja.

Buat yang mau hunting di Happy Baby Shop ini dia alamat cabang-cabangnya :

  • ITC Cempaka Mas Lt. 1 Blok C No. 204-207 (021-42900480)
  • Mega Bekasi Lt. Upper Ground No. 157-158 (021-88962532) No. 212 (021-88855655)
  • Blue Mall Bekasi Lt. 1 Blok FF No.12 (021-88359511)
  • Bekasi Square Lt. UG No. 282-283 (021-82429346)
Semoga bermanfaat.
[Part 2 menyusul]

Selasa, 07 April 2015

Ibu Hamil dan Sifat Pelupa

Assalamualaikum,

Hi.. Temans sekalian^^
Udah makan siang? Saya sudah menghabiskan sebungkus nasi padang, rendang, sayur, dan sambal ijo (dulu sebelum hamil ga doyan sambel ijo sekarang beuh). Kali ini bukan mau ngomongin soal makan siang sih.

Jadi begini ceritanya...

Jumat kemarin saya sama mepih yang abis keliling mall, menghasilkan beberapa belanjaan yang penting sampai ga penting. Nah adik saya ini beli tas karena tas lamanya sudah rontok juga bagian dalemnya. Singkatnya pas pembelian kita udah memastikan bahwa tas itu sempurna untuk dibawa pulang.

Pagi tadi...
M : Tasnya ada benang yang copot nih padahal ga gw apa-apain juga? bisa klaim kan ya. (sambil dikirimin fotonya)
N : Bisa lah orang garansi tapi struknya kan di dompet gw coba lo tanya ke mall depan kantor lo aja akan ada tokonya juga disitu.

Saat makan siang...
M : Masa iya complain benang lepas sampe 3 bulan
N : Kalah naik haji, etapi kemarin kartu garansinya gw taro mana yah? #aselilupa

Buka dompet liat struk belanjanya terus telp ke tokonya
N : Mas mau nanya saya jumat beli tas disitu eh beberapa hari pakai ada benang yang lepas bisa saya klaim kan ya. Soalnya saya tanya di toko cabang lain sampai butuh waktu 3 bulan
SPB : bisa mba kalau memang masih bersih kita bisa tuker yang baru kok kan belum lama, kalau bukan di tempat pembeliannya memang agak lama
N : masalahnya mas saya lupa kartu garansinya di mana? bole bawa struknya aja ga?
SPB : gapapa yang penting bawa tas sama struknya aja mba, nanti kita tuker yang baru.
(SIP Problem Solve)

Saya yang masih penasaran telfon lah ke rumah minta tolong liatin mama bener ga tuh kartu masih saya letakan deket meja komputer. TTTTAAAARAAAAA..... ternyata menurut mama ga ada aja tuh di meja komputer maupun di meja tulis di ruang tengah rumah saya waduh, saya yang penasaran berat dong aseli lupa. Akhirnya mama yang emang ikut penasaran nyariin deh tuh di seputaran kamar, dll sampai bilang kebuang kali kamu. Tapinya saya yakin banget ga saya buang cuma berpindah tempat karena pas mau pulang ke kost saya sempat beresin rumah dan meja dulu.

Sampai terciptalah postingan ini si kartu belum diketemukan juga.
Mama "makanya kalau nyimpen apa-apa jangan primpen-primpen (Jawa, indonesianya apa yah "ribet" mungkin) taro aja di meja tengah pasti ga akan hilang kecuali di pindah sama yang punya"

Ya maap mak, mananya juga lupa...

Nah ini berhubungan sama saya yang lagi Hamil, baca di beberapa sumber Ibu Hamil memang suka punya sifat pelupa. Saya ini termasuk bukan orang pelupa lho tapi bener sejak hamil hal kecil apa juga suka lupaan banget naro apa dimana juga kadang lupa. Kalian yang lagi hamil gitu ga sih?

Sejak hamil saya mensiasati sifat pelupa saya dengan menyediakan tempat khusus penyimpanan yang selalu terjangkau mata, jadi apa-apa yang habis saya pakai suka saya tumpuk aja di tempat itu biar ga lupa sebelum dikembalikan ke tempat asalnya. Kalau di rumah mama saya biasa meletakan apa-apa di meja tengah buat keluarga saya meja itu keramat, bukan keramat mistis melainkan siapa aja yang taro barang-barangnya disitu kita udah perjanjian ga akan ada yang mindahin kecuali pemiliknya jadi kalau berubah tempat yang pelakunya pasti pemiliknya.

Untuk hal lainnya kalau di kost saya sampai menempelkan bekas kalender yang saya balik jadi kertas putihnya buat nempelin catatan dari mulai belanjaan, pengeluaran bulanan, termasuk catatan saya punya hanger buat jemuran berapa buah di kost biar kalau nyuci ga kelebihan kuota karena kehabisan hanger (ini ga penting ya kayanya). Di tas selalu sedia note kecil sama pulpen buat nyatet apa-apa yang penting bahkan kalau tiba-tiba punya ide ketika lagi di jalan atau dimana aja, ada gadget sih ya tapi masih seneng nulis di note gimana dong.

Jadilah emang Bumil satu ini kalau udah lupa kaya sekarang, masih penasaran tuh kartu dimana tapi yasudahlah giliran ga di cari tahu-tahu tar nongol dengan sendirinya. Ini cuma saya doang apa bumil yang lain juga merasakan hal yang sama?

Selamat melanjutkan aktifitas^^

Minggu, 15 Maret 2015

Mengunjungi Obgyn ke-5

Masih cerita seputar kehamilan...

Setelah 5minggu menunggu akhirnya kami (saya dan suami) bisa liat lagi bocil yang sedang berkembang di dalam perut, senangnya karena selama beberapa minggu kebelakang kami sudah lumayan hafal kapan dia menyapa kami lewat gerakan-gerakannya.

Sepanjang sejarah perhamilan saya baru kali ini saya datang kontrol di hari sabtu dan malam minggu pula, udah tahu segala resikonya karena klinik bersalin ini kalau malam minggu antriannya luar biasa. Bener aja sampai disana jam 7 teng dan udah dapet no. antrian 6 aja (bisa sambil jajan dulu karena sebelah klinik ini banyak jajanan). Ternyata eh ternyata ada yang lagi mau lahiran jadilah pasti agak lama menunggu. Klinik ini punya pilihan melahirkan dengan dokter atau bidan dengan biaya cukup terjangkau. Kapan-kapan saya cerita soal biaya melahirkan disini.

Nunggu hampir 1.5jam akhirnya di panggil juga, ini efek ada yang lagi nunggu mau melahirkan jadi dokternya agak ngebut kayanya ngelayanin pasien-pasiennya. Ga kebayang saya kalau milih cek up di RS swasta yang namanya udah tersohor itu antriannya berjam-jam orang nunggu sejam disini aja udah bosen.

Ketemulah sang dokter, seperti biasa beliau menanyakan ada keluhan ga sebulan terakhir? keluhannya susah sendawa sama kadang suka mules lainnya ada di postingan saya sebelumnya dan keluhan lainnya lagi saya kalau makan ga kenyang-kenyang hahaha.... (itu mah emang gw doyan makan) Sebelum masuk tadi udah udah tensi sama timbang sama susternya, berat saya udah naik 70kg aja. Sepertinya ada perbedaan antara timbangan di rumah sama di Klinik. Setelah itu dipersilahkan untuk USG jeng-jeng anakku sudah seperti bayik mungil di tunjukan semua bagian tubuhnya sama dokter dari kepala sampai kaki (emaknya matanya berbinar-binar) sudah lengkap dan beratnya sudah 500gr. sama dokter bilang bayinya bohay nih bu^^ yang si USG heboh nendang sana-sini mau pamer sama mama & papa ya dek.

Laki-Laki atau Perempuan?
Nah ini kan yang bikin penasaran karena menyangkut persiapan beli barang-barang sama persiapan akikahan. Hhhhmmmm... kalau ini sementara masih di rahasiakan cuma keluarga sama beberapa teman dekat aja yang udah saya kasih tahu jenis kelaminnya.

Pesan dokter bulan ini :
Sementara kurangi manis dulu ya bu, beratnya masih normal kok cuma lebih baik menjaga supaya ga kelebihan berat badan saat melahirkan nanti, vitaminnya tetap diminum, minum susu jangan lupa, sama minum air putih yang cukup. Saya juga ga banyak pertanyaan karena kasian di luar masih banyak bumil yang antri, kalau kurang penjelasan pas periksa biasanya saya bisa Whatsapp Pak Dokter dan beliau dengan sigap menjawab. Oh iya Dokter bilang "Pak, kayanya malem takbiran nih lahirannya" Jeng jeng... semoga perkiraan dokter ga meleset.

Mudah-mudahan semua tetap berjalan lancar. Amin.

Rabu, 11 Maret 2015

22 Minggu [Hamil]

Hamil memang masa yang paling membahagiakan^^

Rasanya baru kemarin saat pagi hari saya dan suami dengan muka berbinar-binar dan setengah terharu melihat testpack bergaris dua, saat ini usia kehamilan saya sudah hampir 22 minggu. Merasakan masa hamil itu masa yang istimewa (ala chibby) walau kadang berat tapi inilah anugrah yang dinantikan setiap perempuan di dunia ini. 

Terakhir kontrol ke dokter masih 17 minggu, memang belum sempat ke dokter lagi karena belum sempet pulang ke Bekasi maklum sibuk (SOK SIBUK) harusnya minggu lalu tapi dokternya lagi seminar fetomaternal di luar kota jadilah kita tunda sampai minggu ini. 

Sepanjang 22 minggu ini...

Susah Tidur
Saya mulai ngerasain susah tidur, salah satunya posisi tidur miring kanan, kiri, terlentang, udah ga mungkin tengkurep haha harus beberapa pindah posisi supaya ga pegal. Selalu terbangun tengah malam untuk ke toilet setidaknya saya bisa bangun dua kali dalam semalam nah setelah terbangun itu untuk kembali terlelap butuh effort yang cukup besar kadang memanfaatkan dengerin musik, baca, buku atau sekedar online via ponsel bahkan nonton tv.

Kram kaki & Tangan
Ini hanya sesekali saya rasakan pernah suatu malam sampai ga bisa gerakin kaki karena kram yang luar biasa dan tangan kesemutan. Beruntung suami lagi ga pas dinas malam kalau ga waduh saya bisa teriak-teriak sendiri nahan kram. Yang saya baca dari beberapa sumber Kram disebabkan oleh kontraksi otot. Hal ini sering terjadi saat hamil, karena kaki kita menopang berat ekstra saat mengandung dan sirkulasi darah yang kurang lancar, sejak saat itu mulai rajin stretching biar ga kram lagi.

Perubahan Kulit
Seiring kandungan yang mulai membesar kulit di perut dan beberapa bagian tubuh pun mulai ada perubahan, yang saya rasain sih kulit jadi makin kering padahal tetap rajin pakai lotion, ini sih lagi pengen coba produk fenomenal Bio Oil cuma belum sempat beli. Jadilah saya manfaatkan baby oil yang ada dirumah jaga kulit biar ga terlalu kering.

Masalah Gigi
Beberapa waktu lalu saya sempat posting tentang perawatan gigi selama hamil dan sudah selesai. TAPI... setelah satu gigi selesai masih ada satu gigi lain yang bermasalah namun tidak terlalu fatal. Kesehatan gigi selama hamil memang lebih rentan dibanding wanita yang belum hamil, baik DRG atau DSpOG saya sampai ga lupa nasehatin supaya saya makan banyak sayuran, susu, dan menambahkan vitamin yang mengandung calsium. 

Cepat Lapar
Ini sih emang emaknya yang doyan makan, porsi makan yang awalnya 3kali sehari sekarang bisa 5kali sehari berusaha tetap makan yang sehat dan bergizi supaya berat badan ga terlalu melonjak tinggi. 

Baby Movement
Saya dan suami sampai hafal kapan jadwalnya si baby heboh, biasanya dia cenderung heboh saat sore hari ibu dan bapaknya sudah santai di rumah. Kami berdua suka ajak ngobrol malah suka berinteraksi dengan nonjok perut atau berguling di dalam perut. Seru banget kadang kalau kita minta pendapat pun dia suka merespon.

Ngidam
Sampai saat ini saya kepengenan Soto Tauto khas Pekalongan (Soto Darji namanya) sama pecel yang jualnya di sebelah rumah eyang saya di Comal. Di Jakarta ada tapi saya pengennya yang disana. Kalau ada kesempatan Babymoon ga pengen kemana-mana pengen langsung cus pesen tiket buat pulang ke kampung halaman dan makan sepuasnya disana, Doakan.

Nah itulah sekilas yang saya rasakan selama beberapa minggu terakhir ini, selain saya juga masih bebas beberapa tugas rumah digantikan suami (kecup & peluk suami). Untuk ibu hamil di luar sana nikmati hari demi hari perkembangan kehamilan kita, di bawa happy aja kalaupun ada keluhan cukup sampaikan ke suami dan dokter kandungan saja.

Semoga kita tetap sehat dan lancar sampai tiba saat persalinan nanti, Amin.