Tampilkan postingan dengan label just sayin'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just sayin'. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2016

Seandainya...

Saya lagi sering menghayal akhir-akhir ini, begitu banyak khayalan yang mungkin masih bisa di realisasikan tapi ada pula khayalan yang mustahil.

Seandainya saya tidak kembali ke rumah ini?
Seandainya saya bisa kembali ke waktu ketika melahirkan kevia?
Seandainya saya bisa lebih tegas?
Seandainya 
Seandainya
Seandainya...

bersambung,
kepala sakit mau balseman dulu.

Senin, 21 Desember 2015

Favorite Quote

Life is about trusting your feelings, taking chances, 
finding happiness, learning from the past, and
realizing people change.

Minggu, 31 Mei 2015

Kenapa lebih sering digigit nyamuk?

Siapa di sini yang musuhan sama nyamuk? *TUJUKTANGANSENDIRI*

Cuaca beberapa minggu ini yang panasnya luar biasa membuat si nyamuk yang udah lama ngumpet di sarangnya menunjukan keeksisannya. Ga di kost'an atau di rumah merajalela deh dia seakan balas dendam sama puasanya yang udah lama. Harap maklum saya masih pakai ac manual alias kipas angin makanya si nyamuk masih bebas gerilya di kamar *lagi ngajuin proposal buat pasang AC karena bentar lagi akan ada bayi*.

Tapi entah kenapa dari 4 orang yang berada di rumah pastilah saya yang paling banyak punya tato bintik merah hasil serbuan si nyamuk dan kalau udah ada serbuan yang lain mah masih bisa bobo nyenyak saya doang yang semaleman bakal kesiksa ga bisa tidur, sangking ganasnya pakai produk anti nyamuk apapun plus sayanya pakai lotion anti nyamuk yang udah hits juga ga mempan. 

Belakangan saya penasaran deh tuh kenapa si nyamuk cuma seneng sama saya, hhhhmmm darah gw manis kali yah. Alhasil saya googling deh tuh kenapa lebih sering di gigit nyamuk di mbah google. Ketemu deh jawabannya dan ternyata nyamuk gigit juga pilih-pilih mangsa *mungkin semacam pilih menu beliaunya*

ini beberapa penyebab yang saya ambil dari mbah google :

Faktor Genetik
Berdasarkan faktor genetik, memang ada warisan yang diturunkan orang tua kepada setiap orang yang memang membuat seseorang berbakat untuk dikejar nyamuk. Karena pada gen-gen tertentu memang dapat membuat seseorang menjadi sasaran nyamuk. Dan hal inilah yang menyebabkan mengapa ada orang yang sering mengeluh karena ulah nyamuk dan ada pula yang tidak.

Disebabkan Tingginya Kadar Kolesterol
Berdasarkan pernyataan seorang profesor bernama Jerry Butler, PhD dari Universitas Florida mengatakan bahwa seseorang dengan konsentrasi kolesterol tinggi dalam tubuhnya dapat menarik perhatian nyamuk. Mengapa demikian? Karena kolesterol tersebut menjadi alarm yang memanggil nyamuk untuk hinggap dan menghisap darah orang tersebut.

Karena Kandungan Asam pada Tubuh
Perlu Anda tahu bahwa nyamuk akan lebih suka pada orang yang memiliki produksi asam berlebih pada tubuh. Seperti contohnya yakni asam urat dan asam laktat. Substantsi tersebut yakni seolah-olah mengeluarkan aroma tertentu dari tubuh, yang mana dapat mengundang nyamuk untuk hinggap di kulit kemudian menghisap darah dari tubuh seseorang. Dan hal ini tentu saja tidak berlaku pada orang-orang yang tidak memiliki prosuksi asam berlebihan pada tubuh.

Golongan Darah
Scienceline juga mengatakan bahwa seseorang yang memiliki golongan darah O maka  cenderung lebih sering digigit nyamuk dari pada orang yang memiliki golongan darah lainnya. Karena berdasarkan penelitian, golongan darah O memiliki aroma tubuh khusus yang mana lebih disukai para nyamuk.

Produksi Gas Karbondioksida Berlebih
Satu lagi yang akan menjadi incaran para nyamuk yakni seseorang yang mengeluarkan gas karbondioksida lebih banyak dari tubuhnya.  Dan pada umumnya orang-orang yang mengeluarkan karbondioksida lebih banyak yakni orang yang sudah dewasa dan juga seorang wanita yang sedang hamil.

Nah di sini ada ga sih yang ngalamin kaya saya?

Selasa, 12 Mei 2015

Rindu Kampung Halaman

Entahlah mungkin saya sudah rindu sekali dengan kampung halaman.
Terakhir pulang itu sekitar lebaran 2tahun lalu karena lebaran tahun lalu saya pulang ke kampung suami. Tahun lalu berencana pulang sudah siap segalanya ternyata saya di nyatakan hamil (Alhamdullilah) karena hamil muda saya menghindari untuk jalan jauh dan sampai saat ini saat menunggu bulan lahirnya si kecil saya belum sempat juga mengunjungi kampung halaman.

Yang dirindukan...
Rumah Eyang, beberapa hari belakangan saya suka mimpi lagi main di rumah eyang rumah yang luasnya (luas banget) deh ada kebun dan halaman dengan rumput hijau yang indah pada jamannya, sayangnya rumah itu sekarang kosong dan nampak tak terawat. Ah kalau mau nyari fotonya saya harus ngubek-ngubek album foto dirumah.

Tahu rumah jawa dong dengan pintu di tengah kalau di buka terlihat sampai belakang, konon katanya menurut feng sui pintu seperti ini ga baik makanya di ruang tengah sama eyang dulu di kasih lemari hias yang isinya menyimpan koleksi piring-piring beliau.

Rumahnya di bagi beberapa ruangan, begitu masuk ruangan pertama ada semacam ruang tamu yang di bagi dua kanan-kiri, lalu ruangan begikutnya ada ruang santai keluarga di sisi kiri ada pintu keluar samping yang menghubungkan jalan ke  rumah tetangga di samping dan kebun. baru kebelakang ruang makan semakin kebelakang akan ada kamar mandi dan dapur, dulu sering banget lari-larian di dalem rumah karena emang luas banget itu rumah. 

Kebun dengan pohon sawo, kelapa, jambu, jeruk bali.
Sebagai anak yang ga ada feminim-feminimnya dari kecil saya seneng banget kalau sore main di kebun manjat pohon sawo yang memang dahannya ada yang rendah dan bisa buat leye-leye asal pas ga ada semut rangrang. Kalau ada buah sawo yang belum matang saya suka memetiknya kemudian saya pendem (jawa, Baca : Tanam) di pojokan supaya cepat matang.Lelah main di kebun saya bisa gelaran di teras yang cukup besar main pasaran atau masak-masakan lagi-lagi semua propertinya bisa saya ambil dari kebun. Ya eyang memang hobi sekali bertanam segala macam ada di rumah makanya perlu apa aja tinggal petik.

Dengan segala fasilitas yang ada saya malah jarang main keluar lebih suka temen-temen yang datang ke rumah untuk main dirumah saat itu. Sesekalinya main keluar saya suka main di dekat rel kereta seneng liat kereta aja terus suka duduk-duduk di rel kalau sore. Kalau kalian naik kereta menuju jawa tengah/timur setelah stasiun petarukan menuju stasiun comal nah di antara itu rumah eyang.

Mungkin agenda setelah melahirkan akan ajak anak kesana sekalian mengenang masa kecil mamahnya dulu. Ga terasa sudah 20th saya meninggalkan kampung halaman tercinta untuk mengadu nasib di jakarta.

Rindu masa kecil.

Sabtu, 09 Mei 2015

Cash, ATM, Kartu Kredit, Tabungan Rumah Tangga

Jadi istri dan ibu rumah tangga yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Rumah tangga rasanya ga akan jauh dari yang namanya keuangan, belanja, dan ngatur ini itu seputar pemasukan dan pengeluaran rumah tangga.

Nah soal pembelanjaan ini lebih suka yang pakai mana Cash (Uang Tunai), ATM (Debet), Kartu Kredit. Bagaimana cara memperbanyak tabungan rumah tangga? Setiap ibu RT pasti punya caranya sendiri-sendiri untuk ngatur keuangan RT. Saya sharing sedikit pengalaman saya.

Rekening di bank
Saya dan suami punya rekening 5 di satu bank yang sama (hahaha kalau ini ga usah di sebutin bank'nya apa) 5 itu terdiri dari :
  • 1 rekening gaji saya
  • 1 rekening gaji suami
  • 1 rekening tabungan
  • 1 rekening darurat
  • 1 rekening join account saya dan suami
wih... pasti pada bilang banyak amat rekeningnya, gimana sama biaya administrasinya setiap bulan? 3 diantaranya memanfaatkan fasilitas tabungan yang tidak memakai biaya administrasi bulanan jadi ga banyak kepotong ini itu.

Rekening Gaji.
Baik saya dan suami masih sama-sama bekerja jadi rekening gaji ini kadang hanya kami pakai untuk kebutuhan terima gaji. 

Rekening Tabungan.
Namanya juga rekening tabungan jadi isinya 100% tabungan kami tiap bulan. Sumber dana berdua.

Rekening Darurat.
Kalau yang ini seperti rekening tabungan karena kami menyisihkan dana darurat tiap bulan jika ada keadaan darurat harus mengeluarkan uang kami ga mengeluarkan dari tabungan tapi dari sini. Sumber dana suami.

Rekening Join Account
Nah kalau yang ini digunakan resmi untuk pengeluaran rumah tangga karena di fasilitasi dengan fasilitas e-channel dan semua tagihan autodebet memotongnya dari rekening ini. Sumber dana berdua.

Saya anaknya cashless banget dalam sebulan saya pegang uang tunai terbanyak mungkin hanya satu juta, ga suka terlalu banyak pegang uang tunai karena sekarang fasilitas belanja dimana saja pasti sudah banyak menggunakan mesin EDC untuk debet, naik Commuterline sama Trans Jakarta aja udah pakai kartu. Uang tunai ini biasa saya gunakan untuk belanja di pasar tradisional atau kalau beli makanan di warung makan (iyah kali di warteg udah ada EDC). 
Saya membagi belanjaan dalam belanja mingguan dan bulanan. Belanja mingguan ini biasanya stok makanan / buah / air galon. Kalau belanja bulanan ini biasanya kebutuhan RT lainnya macam sabun, pembersih muka, sabun cuci, dll. Belanja mingguan dan bulanan biasanya pasti di mini market atau di supermarket yang agak besar disinilah peran kartu ATM atau kartu kredit. 

Sebelum hari gajian biasanya saya sudah menghitung kira-kira akan ada pengeluaran apa saja setelah gajian ini, saya tulis di kertas dan saya tempel di Reminder Board serta di buku catatan keuangan saya. Ya saya menempelkan papan di rumah khusus untuk catat mencatat dan tempel menempel segala pesan serta menyediakan kertas warna-warni yang bisa di tempel di dekatnya. Jadi setelah menerima gaji sudah tahu dananya akan digunakan untuk apa saja.Kebutuhan sebulan ini akan saya masukan ke rekening join account yang isinya kontribusi dari saya dan suami.

Menabung di awal.
Nah saya sama suami memaksa untuk menyisihkan uang untuk tabungan di awal karena kalau disisihkan di akhir pasti sisanya ga ada sebanyak kita sisihkan di awal, alhamdullilah saya termasuk yang disiplin menabung walau sedikit yang penting ada hasilnya.

Suami dan jatah bulanan.
Ini sih rada kejam etapi ga juga deng karena saya tahu suami saya tipical yang royal sejak kami menikah saya selalu menerapkan jatah bulanan untuk suami, sebenarnya bukan kejam tapi lebih biar saya tahu dalam sebulan dia menghabiskan berapa rupiah untuk lalala yeyeye deelel.

Kartu Kredit.
Ada lho yang anti sama penggunaan kartu kredit. Buat saya punya KK itu malah menguntungkan. Hasil kesepakatan saya dan suami adalah cukup saya aja yang punya KK ini menyangkut annual fee walau salah satu bank penerbit memberikan free annual fee seumur hidup juga. KK ini biasa saya gunakan jika ingin liburan salah satu saya gunakan untuk pembayaran autopay beberapa tagihan rumah.

Berapa persen atau rupiah pengeluaran rumah tangga?
Kalau ini monggo disesuaikan sama penghasilan / pemasukan masing-masing. Alhamdulilah sejauh ini sedefisit-defisitnya saya ga pernah sampai parah sekali kecuali betul-betul ada yang sangat mendesak keluar saat belum waktunya. Uang ini masalah sensitif baik sama saudara sekalipun apalagi sama suami. Kalau saya seberapa rupiah pun pasti saya akan cerita sama suami begitupun sebaliknya. Bahkan urusan belanja online aja saya kirim ke kantor suami paling komentarnya dia "paket buat aku'nya kapan yah kamu terus!" :)). Dengan jujur jadi ga ada saling curiga satu sama lain deh uangnya kemana. 

Sharingnya segitu dulu ya, nanti dilanjutkan kembali. episode berikutnya.

Senin, 06 April 2015

Ibu Hamil vs Commuter Line

Assalamualaikum...

How's your long weekend? Liburan yang lumayan 3 hari buat santai kemarin saya pulang ke asal (baca : bekasi) karena kalau di Jakarta juga sendirian suami lagi kejar setoran jadi harus kerja. Jadilah saya betah bener di rumah karena semua tersedia dan mau jajan kemana-mana gampang.

Gara-gara itu akhirnya yang biasa minggu sore/malam saya kembali ke kostan kali ini males bener mau pulang, selain karena si mepih sendirian memutuskan untuk sekalian berangkat kerja senin pagi dari Bekasi. Suami ngingetin apa ga rame plus hadiah macet kalau berangkat senin senin. Tau sendiri butuh waktu 2-3jam dari rumah ke kantor. Saya bilang besok naik Commuter Line (comline) aja biar ga macet tapi tentu dengan resiko desek-desekan, etapi jadwal dari sta. bekasi sekarang udah lebih cepet dan sering.

Jeng... Jeng...
Senin pagi tadi...
Biasanya abis subuh masih bisa santai duduk manis bahkan tidur lagi tapi sejak jam 4 pagi saya udah rapi plus bekelin sarapan suami fusilli tuna (#nukemenujudapur2015). Berangkatlah 6.30 dari rumah buat ngejar Comline 6.10. 

Sesampainya di Sta. Bekasi ada 2 Comline sudah ready, saya sm mepih pilih yang masih agak sepi aja biar ga empet-empetan (tapi tetep aja full dari sta-sta berikutnya). Sebagai ibu hamil ini tentunya cari kursi prioritas dong. Nah ini dia yang bikin saya bingung yang duduk di prio mba-mba masih muda ngeliat ibu hamil sampai harus diminta dulu lho buat berdiri, ga ada kesadaran diri blas...!!!! Emang perut eike udah segede gini cuma dikira perut buncit doang apa.

Singkat cerita akhirnya saya duduk manis. Sebelah saya mba-mba muda kira-kira seumur mevi. Beberapa menit kemudian....

Ibu hamil naik dan menuju kursi prio (IB)
Mba sebelah saya (M)
IB : Mba ga Hamil kan?
M : Emang kenapa? (sambil bengong ngeliatin)
Saya : Mba'nya bangun ini kursi prio buat ibu hamil
M : Masih bengong
Mba yang dikursi prio seberang : Bu sini aja
IB : Duduk dengan muka kesel
Saya : Hadehh mba bari naik comline yah-_-
M : Cuek aja main HP #toyornih

duh enggak ngerti deh sama si Mbak itu...!!!

Saya duduk dengan manis menuju Manggarai, sepanjang jalan penumpang terus bertambah desek-deseskan gile yah penumpang di gerbong khusus wanita itu lebih ganas dari gerbong yang lain.

Sampai di manggarai transit ada kereta fedeer Manggarai-Duri di jalur 2, beruntunglah ga perlu ke jalur 5 dan nunggu kereta dari Bogor ramainya lebih-lebih. Kali ini saya yang ngalamin mesti rebutan kursi prio sama mba pekerja yang juga saya perkirakan masih seumuran mevi. Ada kursi prio kosong dia main serobot aja gitu padahal saya lirik sebelah saya ada Bumil juga yang pasti usia hamilnya lebih gede dari saya karena perutnya udah lebih besar. 

Saya : Mba'nya lagi hamil gesit amat nyerobot kursi ga liat ini ada 2 ibu-ibu perutnya gede emang dikira cuma perut buncit doang.

Si mba : Berdiri sambil mukanya cemberut macem mau ngedumel sambil main HP...!!!

Duh... Untung ga saya toyor juga nih si Mba...!!! Bagus aja ga saya foto terus saya masukin ke Social Media.

Sebagai Bumil dan masih menggunakan Angkutan umum rasanya pengen protes deh, Karena angkutan umum yang ada sekarang belum cukup nyaman untuk ibu hamil, dan yang berhak dapet prioritas lainnya. Saya sempet merhatiin tadi harus banget Bumil teriak "Ibu hamil bisa minta kursinya ga" Terus kesadaran penumpang yang lainnya itu dimana? Ada yang pura-pura ga denger, tidur, sibuk main HP, dll. Kalau saya kaya gitu sih malu banget, coba di balik deh posisinya.

Usul untuk Comline Jakarta, siapa tau setelah ada gerbong khusus wanita nantinya di adakan satu gerbong khusus proiritas, jadi Bumil seperti saya ga perlu desek-desekan atau berebutan kursi gitu, kasian ini perut kalau harus dipepet-pepet.

Siapa tahu ya kelak Transportasi umum di Jakarta ini makin mumpuni buat semua orang terutama penumpang prioritas.

Selamat Makan Siang^^

Jumat, 27 Maret 2015

Matiin ROKOKnya dong!!!

Monggo di baca sedikit penjelasannya di sini.

Sebelum hamil saya paling ga suka liat apalagi di dekat saya ada orang ngerokok, nah apalagi sekarang lagi hamil saya berusaha banget buat hidarin orang ngerokok. Ada yang pernah bilang sama saya 

"Teman saya ada yang hidup sehat, makan, minum, olahraga teratur ga merokok itu meninggal. Saya yang ngerokok banyak tetep sehat-sehat aja yah mendingan saya ngerokok aja sekalian"

Tahu ga rasanya saya pengen ambil palu getokin ke tuh orang sambil bilang otak lo di taro dimana? (maaf kasar!!!). Saya doain mudah-mudahan kena azab tuh orang biar sadar.

Apa yang Terkandung dalam Asap Rokok

Asap rokok mengandung ribuan zat kimia, atau 'komponen asap,' juga disebut sebagai 'emisi asap.' Komponen asap yang paling luas dikenal adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida (CO). Selain zat-zat ini, hingga saat ini lebih dari 7,000 zat kimia telah diketahui terkandung dalam asap rokok. Dinas kesehatan masyarakat telah menggolongkan sekitar 70 komponen asap sebagai kemungkinan penyebab penyakit yang terkait dengan merokok, seperti kanker paru, penyakit jantung, dan emfisema.
Komponen asap diukur menggunakan mesin laboratorium. Pada saat ini metode pengujian yang berstandar dan tervalidasi secara internasional hanya tersedia untuk beberapa komponen asap saja, yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida.

Kadar Tar, Nikotin, dan Karbon Monoksida

Kebanyakan perokok sudah mengenal tar, nikotin, dan karbon monoksida karena banyak pemerintah yang mengharuskan produsen untuk mengukur komponen-komponen ini untuk setiap merek rokok dan mencantumkan hasilnya pada kemasan rokok.

Tar

Tar bukanlah komponen asap yang spesifik, melainkan mengacu kepada partikel-partikel asap yang terukur dalam metode pengujian mesin. Partikel-partikel ini terbuat dari banyak komponen asap, termasuk beberapa komponen yang diyakini oleh otoritas kesehatan masyarakat sebagai kemungkinan penyebab penyakit terkait-merokok seperti kanker paru.

Nikotin

Nikotin adalah zat kimia yang terkandung secara alami dalam tanaman tembakau. Apabila tembakau dibakar, nikotin berpindah ke dalam asap. Nikotin dikenal oleh otoritas kesehatan masyarakat sebagai zat yang menimbulkan kecanduan dalam asap tembakau.

Karbon Monoksida

Karbon monoksida adalah gas yang terbentuk dalam asap rokok. Karbon monoksida dikenal sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung) pada perokok.

Komponen Asap Lainnya

Ribuan komponen asap lainnya telah diketahui terkandung dalam asap rokok. Selain nikotin dan karbon monoksida, otoritas kesehatan masyarakat telah menggolongkan sekitar 70 di antaranya sebagai kemungkinan penyebab penyakit terkait-merokok. Sebagian dari komponen ini adalah arsenik, benzena, benzo[a]pirena, logam berat (timbel, kadmium), hidrogen sianida, dan nitrosamina khusus tembakau.

(sumber dari www.sampoerna.com)

Nah belakangan saya ga segan-segan kalau di dekat saya ada yang ngerokok pasti saya langsung tegor dan suruh matiin, di manapun bahkan kemarin di angkutan umum ada beberapa anak mudah yang ngerokok sampai saya marahin akhirnya mereka dengan sukarela matiin dan buang rokoknya. Alhamdullilah suami saya juga anti banget sama rokok jadi saya ga perlu rewel.

Jadi buat kamu di luar sana yang masih ngerokok masih mau lanjut, mending uang beli rokoknya buat kamu pakai ke hal yang lebih berguna deh.

Kamis, 26 Maret 2015

Mau berprofesi apa?

Waktu SMA saya tertarik banget sama hukum dan ekonomi, saya nyaris hafal soal hukum apalagi tata negara dan nilai ekonomi dan akuntansi saya nyaris sempurna.

Etapi semua malah melenceng jauh banget....

Lulus SMA tahun 2003 (bisa ketebak yee umur eike sekarang berapa?) ikut dua kali SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) waktu itu namanya begitu 2 tahun ikut berturut-turut tapi ga lulus. Karena alm. ayah yang pegawai negeri dan kala itu beliau sedang mengurusi pengerjaan salah satu sekolah pemerintahan di Jatinangor itu (Sebut saja STPDN) beliau menyuruh saya untuk daftar di Sekolah pemerintahan tersebut, itu sebelum geger ada kasus di sekolah tersebut. Apa daya keinginan untuk jadi salah satu aparatur negara pun ga lulus, ga hoki banget yah saya nasib.

Akhirnya ada keinginan untuk kuliah di swasta yang cukup ternama di kawasan grogol (Sebut saja TRISAKTI) mau ambil salah satu jurusan ekomoni atau hukum. Namun, 2003 itu lagi masa resesi di keluarga saya ayah yang sedang mengelalami gagal ginjal memaksa saja untuk pending dulu kuliah karena adik saya juga pas masuk SMP waktu itu. Ngapain aja setahun? Saya menghabiskan waktu untuk ikut les macam-macam (Bhs. Inggris, komputer, menjahit, nari) jadi volunteer beberapa kegiatan, apa saja yang bisa saya lakukan untuk mengisi waktu luang.

2004... Ayah saya meninggal dunia, ini masa drop di hidup saya yang tadinya mau kuliah pun jadi maju mundur kepikiran siapa yang biayain kalau saya kuliah sementara adik saya dua saat itu satu masih sekolah dan satu masih dalam perawatan yang tentunya butuh dana yang tidak sedikit.

Akhirnya bisa kuliah...

Senin, 23 Maret 2015

Persiapan Investasi

  
"Jangan biarkan anak pertama kalian menanggung beban adik-adiknya yang harusnya jadi tanggung jawab kalian"

Itu sekilas percakapan saya dengan ibu-ibu muda di grup tadi pagi. Berkaca dari kami pribadi saya dan suami yang sama-sama anak pertama kami memang menginginkan kelak anak kami lebih terjamin segala sesuatunya di banding kami berdua yang masih harus berbagi. Lalu apakah cukup dengan punya deposito atau tabungan di bank?

Sudah punya Investasi lainnya?
Kalau sekedar tabungan atau deposito sih Alhamdullilah saya sudah ada. Tapi ini investasi yang lebih jangka panjang. Yang nyata terlihat adalah Investasi untuk pendidikan anak kelak. 

Pakai produk apa?
Kalau yang ini walau saya ex karyawan bank dan suami masih kerja di bank tapi jujur aja kami masih bingung mau pilih investasi dalam bentuk apa untuk anak kelak apakah tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, reksadana, emas, atau bentuk lainnya.
Karena si anak masih di dalam perut saya dan suami pun sedang mempertimbangkan mana yang lebih tepat, pastinya kalkulasi sama penghasilan dan biaya-biaya yang lain yang harus di keluarkan dalam anggaran rumah tangga. Kalau perlu kami pengen bikin sampai biaya dia menikah nanti, Amin.

Siapa tahu teman-teman ada yang lebih kompeten di bidangnya untuk prospek saya, boleh di e-mail mungkin.

*belum kompeten dalam membahas investasi, monggo dibuka website tentang financial planning*

Senin, 09 Maret 2015

Syukuri Apa yang Ada

Tadi siang saya makan siang dengan salah satu rekan kantor, selesai makan sambil ngobrol dia tanya ke saya “ke, kalau dilihat kok kayanya lo tenang banget ya orangnya”

Saya ketawa aja sama pertanyaan dia, teman yang kurang lebih baru 6bulan saya kenal. Kapasitas menilai diri saya sendiri, saya lebih menyerahkan ke orang lain atau ke sahabat-sahabat saya. Kalau boleh saya bilang saya memang cenderung orang yang pendiam dan tidak terlalu ekspresif terhadap sesuatu, sampai sempat dapat julukan Ms.Lempeng jaman kuliah sama teman-teman sekelas.

dan beberapa pertanyaan dari teman saya siang ini?
"selama kerja disini dan hamil ga pernah ngeluh?"
"gimana sih ke caranya biar tetep happy, walau kerja di bawah tekanan atau suasana yang kurang nyaman buat kita"

Saya cerita ke teman saya ini, saya melewati masa cukup berat di hidup saya masa di mana saya dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang sebenarnya belum dan tidak saya inginkan tapi harus. Disitu saya mungkin saya banyak belajar sampai saat ini pun saya masih harus banyak belajar dari yang lebih berpengalaman. 

Sejak kecil dengan lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi tata krama adat jawa saya di ajarkan sopan santun ala keratonan walau ga plek mirip. Bagaimana bicara dengan sopan, halus kepada yang lebih tua dan kepada yang lebih muda sekalipun dalam keadaaan apapun. Itu yang buat saya belajar lebih tenang menghadapi situasi apapun marah jangan di balas marah. Harus tetap tenang, jadilah pendengar yang baik ketika diminta untuk mendengarkan dan jadilah penasehat yang baik tanpa perlu mencampuri masalah pribadi orang lain.

Kalau di bilang ga pernah ngeluh sepertinya ga juga ya! Lebih kepada siapa saya mengeluhkan masalah, keadaan. kan ga perlu orang banyak tahu atau ga perlu juga woro-woro di status bbm atau social media tentang apa yang kita keluhkan. Saya biasa cerita tentang apa yang ga saya suka ke suami, mama, adik, atau sahabat terdekat. Selebihnya saya kadang suka menulis di blog atau media yang cukup privasi kalau ada keluhan itupun harus di saring sedemikian rupa supaya tidak salah di mengerti yang baca.
Seperti kata-kata di atas, Terkadang kita terutama saya sendiri suka terlena kalau melihat ke atas. Lihat teman-teman yang sudah lebih mapan hidupnya punya rumah, kendaraan, pekerjaan, usaha, keluarga yang cukup bahkan berlebih. Kapan bisa seperti mereka? Tanpa kita tahu mungkin di balik kemapanan mereka, mereka juga punya satu, dua atau lebih yang belum mereka capai.
Cukup liat keatas untuk lebih semangat lagi mencapai dan mendapatkan apa yang belum kita dapatkan.

Tapi jangan lupa lihatlah ke bawah!
Ada banyak orang yang hidupnya jauh dari kata layak. Cobalah sesekali pandangi mereka yang tinggal di bantaran rel kereta, bantaran sungai, mereka yang harus bangun dini hari saat kita masih terlelap tidur untuk mempersiapkan dagangan mereka, para pedagang kaki lima yang berjualan pagi-siang-malam dengan penghasilan yang tidak pasti, anak-anak yatim piatu yang tidak punya orang tua atau bahkan ga tau orang tua mereka siapa.

Bersyukurlah.
Dengan keadaan yang sudah saya dapatkan saat ini. Kalau belum punya rumah sendiri masih ada rumah ortu yang bisa ditebengin sekalian nyenengin ortu biar ga terkesan jauh dari anaknya, kalau belum punya kendaraan roda empat masih tersedia angkutan umum. Kalau pekerjaan belum sesuai keinginan dinikmati aja lihatlah di luar sana masih banyak yang berusaha mencari pekerjaan, kalau suasana atau atasan ga nyaman ngelus dada aja doakan supaya atasannya bisa jadi lebih baik lagi, di setiap pekerjaan pasti ada suka, duka, senang dan sedih. kalau yang belum dikaruniai anak tetap sabar dan ikhtiar, Allah lebih tahu kapan kita siap dititipkan keturunan, waktu bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenal pasangan. Berusaha tetap senang menghadapi hari demi hari, ikhlas dengan yang dijalani.  

So be happy with your life.
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah.

Jumat, 02 Januari 2015

di Tahun yang baru

gambar dari google

Inilah tulisan pertama di 2015, kalau tahun-tahun sebelumnya saya suka ngumpul sama teman-teman pas tahun baru tahun ini di rumah aja sama keluarga. Setahun terlewati untuk yang suka bikin target mungkin ada yang tercapai atau mungkin juga ada yang masih berjalan. Saya, target pastilah ada tapi kadang saya lebih suka menjalani hidup mengalir aja. Setahun terlewati saya masih banyak belajar terutama belajar jadi istri sholehah yang bisa setiap saat meladeni suami. Setahun terlewati saya masih santai sama pekerjaan karena saya ga matok jadi super wanita karir. Setahun terlewati ternyata masih banyak PR yang kudu diselesaikan.

Tahun 2015 ini buat resolusi ga?
Tidak mentarget resolusi tahun ini, yang diinginkan berhubung lagi hamil doanya sampai melahirkan lancar, sehat, sempurna baik saya dan calon bayi yang ada dalam kandungan. Doa lainnya semoga adik saya tahun ini segera lulus memuaskan dari kuliahnya, karena saya punya harapan besar sama dia supaya bisa jadi wanita sukses dalam segala hal. Berikutnya saya pengen lebih memperbaiki lagi ibadah, lebih tepat waktu dan ingin memperdalam lagi belajar Al-Quran tidak sekedar baca saja. Doa untuk suami, semoga lebih semangat kerjanya diberikan kesehatan dan rejeki yang cukup supaya bisa lebih berbagi ke yang lebih membutuhkan.

Bagian dari resolusi ga yah itu? Apapun itu bahasanya semoga tiap hari kita semakin menjadi manusia yang lebih baik lagi dalam segala hal.

Selamat mengganti kalender ;)

Sabtu, 08 November 2014

Yang harus dibagi dan Tidak

Sepertinya dah banyak yang bahas soal efek media sosial buat kehidupan kita termasuk yang sampai jadi kasus pidana.

Jadi apa manfaatnya kita punya social media termasuk blogger?
Ini saya cerita dikit beberapa tahun lalu hubungan saya sama sepupu saya yang awalnya baik sempet agak merenggang semua karena status saya di facebook saat itu, saya yang kala itu masih di usia yang agak labil suka nulis status sembarangan yang kalau saya pikir sekarang bener juga sih jadi bikin orang berprasangka negatif padahal saya cuma gegayaan aja kali biar dianggep jadi anak gahul pada jamannya. Saat itu sepupu saya bales dan itu juga mengingatkan saya hal yang benar bukan menjerumuskan tapi emang dasar saya yang waktu itu belum cukup dewasa jadilah saya malah anggep dia kaya sok tau jadilah bertahun-tahun kita perang dingin sampai entah apa yang Alhamdullilah bikin saya minta maaf sama kakak sepupu saya mungkin juga kedewasaan saya yang akhirnya bikin saya minta maaf.

"buat kakak sepupu saya yang saya maksud kalo baca, maafkan adik sepupumu ini yah kala itu masih remaja ababil yang emosinya naik turun tak terkira"
Nah dari pengalaman di atas sekarang saya jadi mikir dulu kalau mau buat unek-unek di sosial media.
Semacam yang paling simple deh bikin personal message di BBM.
Saya juga bukan hot selebritis yang kehidupanya mesti di ekspos di media. Tapi soal kehidupan pun ga semua mesti kita tutupin bolehlah sekali-kali membagikan kabar bahagia tentang kehidupan kita ke khalayak ramai niatnya bukan untuk pamer atau semacamnya tapi mungkin bias jadi motivasi orang lain.

Jadi intinya bijaksana kalau menulis di manapun.
kalau lagi seneng bahagia boleh dibagi tapi jangan lebay. kalau lagi sakit boleh dibagi tapi jangan lebay juga. kalau lagi sedih ceritain sama temen lebih baik. kalau lagi kesel, sebel sama orang mending tegur orangnya langsung daripada marah di status.

Kalau masih kurang puas bikin blog aja curhat di blog lebih memuaskan daripada di social media, siapa tahu ceritaan kamu di blog si lirik sama penerbit trus jadi buku jadi penghasilan tambahan kan.

be wise with social media friends
karena kita ga tahu orang yang baca tulisan kita akan berprasangka apa sama kita.

Sabtu, 27 September 2014

ngumpulin buku lagi yuk

saya termasuk yang rajin mengunjungi toko buku setiap kali jalan-jalan ke mall entah itu nyari buku baru atau sededar baca-baca dan tau apa sih buku yang lagi heits, tapi buat beli buku hampir setahun ini memang agak berkurang drastis sebabnya karena harga buku relatif cukup mahal untuk kantong ibu rumah tangga seperti saya lebih mengutamakan kebutuhan rumah tangga, kebiasaan membaca pun beralih ke media online seperti baca blog atau berita online, kalau untuk buku saya biasanya beralih nyari buku free di play book. menyiasati agar tetap bisa nambah wawasan bisa dari mana saja kan.

Nah dari saya kecil saya ini termasuk kolektor buku (macam kolektor buku antik aja yah) dari mulai komik doraemon, seri tokoh dunia sampai ensiklopedia yang bahkan masih tersimpan rapih sampai saat ini walaupun kertasnya sudah agak menguning, btw... harga komik sekarang lumayan yah dulu saya beli cuma harga Rp. 5000 itupun sudah cukup mahal pada masanya.

Belakangan tercetus ide karena saya belum banyak kegiatan selepas bekerja di kantor swasta saya pengen deh tuh ngumpulin buku lagi, entah buku baru atau buku lama. Buka kembali dan membaca kembali. Karena yang saya tahu makin banyak membaca makin banyak pula wawasan kita.

bikin gerakan satu buku satu bulan boleh juga kali yah.

Rabu, 04 Juni 2014

Pekerjaan baru = Sekolah baru

Bagaimana rasanya masuk sekolah baru?
Buat saya pertanyaan itu sama dengan pertanyaan "sudah berapa kali pindah kerja dan apa rasanya?".

Semua tentang lingkungan baru dan belajar hal baru.

Sudah berapa kali pindah kerja?
wah kalo saya sih lumayan dari yang cuma main aja, magang, sampai kerja yang serius.

Pilih mana?
Pekerjaannya enak tapi tempat dan lingkungannya ga enak ATAU Pekerjaannya ga enak tapi tempat dan lingkungannya enak.

Dari semua pekerjaan yang pernah saya lakukan sampai saat ini saya menyukai ketika saya bekerja di sebuah bank swasta, pekerjaannya fully loaded banget tapi lingkungannya enak karena itu makin lama pun saya makin menikmati pekerjaan yang dilakukan semangat kerja setelahnya bisa hangout sama teman-teman terlepas saya bertemu sama suami di bank swasta ini, hehehe...

Dan saat ini saya masih dalam proses mencari pekerjaan baru setelah baru kemarin saya sign off dari sebuah usaha retail. Kenapa sign off di saat banyak orang antri untuk mencari pekerjaan lagi-lagi itu pilihan saya hanya kurang nyaman dengan tempat kerja dan fasilitasnya yang sangat minim, ingat tempat kerja itu selayaknya rumah kedua karena separuh waktu kita habiskan untuk bekerja jadi harus dibuat senyaman mungkin.

Artinya suatu saat jika saya diterima kerja lagi fix harus adaptasi lagi dengan lingkungan dan pekerjaan baru. Pekerjaan yang kadang tidak terlalu sesuai dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah bukan hal baru sekarang kuliah di fakultas apa trus kerjanya di bidang apa?
Hal baru akan selalu kita pelajari setiap hari jangan berkata tidak bisa jika menemukan kesulitan tapi katakan belum bisa, learn it. Saat sekolah pun demikian dari mata pelajaran yang tidak bisa sampai bisa karena rajin belajar.

Pekerjaan baru = Sekolah baru
sama-sama belajar hal baru tentunya.

Happy wednesday, happy working.

Sabtu, 31 Mei 2014

Say good bye to May

Ada yang harus dipertimbangkan?
Ada yang harus difikirkan?
Tapi hidup itu pilihan.

Wexome june.

Kamis, 01 Mei 2014

MayDay / Hari Buruh harus banget mesti demo?

Akhirnya datang bulan Mei,
Ga seperti tahun-tahun sebelumnya Mei awal a.k.a 1 Mei yang diperingati sebagai Hari Buruh dinyatakan sebagai hari libur nasional. Tapi walaupun kalender tanggal hari ini warna merah tapi tetep aja yang namanya demo hari buruh tetap berjalan seperti tahun-tahun berikutnya.

"Hey pemdemo hari libur gini ga pengen istriahat kumpul/libur di rumah sama keluarga apa daripada panas-panasan dijalan" itu saya tulis di BBM saya pagi tadi.

Terserah deh yang mau PRO atau KONTRA masalah demo hari buruh ini tapi kok saya ga setuju banget yah. Hari Buruh harus banget mesti demo?. Kayanya masih banyak cara lain untuk menyampaikan aspirasi anda ke perusahaan atau pemerintah deh tanpa mengganggu fasilitas atau aktifitas orang lain, memang sih mereka mengatasnamakan kesejahteraan buruh, dll - dst... tapi man....??? saya sendiri juga masih buruh kok belum punya perusahaan sendiri atau karyawan sendiri, realistis sedikit lah.

Yang ada akibat demo malah banyak negatifnya daripada positifnya hari ini saya mesti membatalkan acara sama temen-temen saya nengok salah satu teman di Rumah Sakit karena akses jalan kesana yang terhambat kalaupun berangkat saya harus muter lebih jauh. Belum lagi apa itu demo yang blokir-blokir fasilitas umum macam blokir akses ke bandara/tol (terjadi juga tahun lalu) itu buruh ga pada mikir apa yah berperilaku kaya gitu macam jagoan atau preman pasar. Hari ini kawasan Bundaran HI dan sekitarnya selesai demo banyak sampah dan taman kota yang sudah tertata rapi banyak yang rusak luar biasa yah.
 
Saat ini lulusan sarjana yang punya skill aja sekarang cari kerja ga mudah, mereka sudah punya pekerjaan bukannya di syukuri malah pengen lebih dan lebih lagi (nuntut upah naik, dll - dst) kebutuhan hidup memang terus naik apalagi sudah berkeluarga dan punya anak, makanya kenapa harus wise dalam mengelola keuangan, kalau dirasa belum mampu buat nyicil macem-macem (gadget, motor, rumah, dll) ya ga usah neko-neko lah apa adanya aja. Hidup secukupnya dan disyukuri lambat laun kalau kita punya etos kerja yang baik masa iya kita ga bisa dapet penghasilan yang lebih layak dari sebelumnya.

Mostly para buruh itu mereka pendatang, kenapa sih pada senang dateng jakarta?
Ngadu nasib di Jakarta, emang Jakarta enak man, hey Jakarta keras man!
mending kalian tetep di daerah dan berkarya di daerah deh memajukan daerahnya.
saya dan suami andai kami dapet tawaran untuk move on dari Jakarta dan diberikan fasilitas yang layak di daerah saya mau tinggal di daerah.

Jadi masih banyak yang bisa dilakukan di Hari Buruh untuk memperingatinya dengan hal positif bukan hanya sekedar orasi di jalanan dan bikin kegaduhan kemudian nyampah. Pemerintah ga pengen nyontoh negara maju buat mensejahterakan pada buruhnya apa? Jangan korupsi terus!!!

Rabu, 09 April 2014

5Menit untuk 5Tahun

Pemerintah ngabisin dana 14,4T buat Pemilu, masa lo ga nyoblos!!!???

Yang ke TPS bukan berarti ga #Golput daripada surat suara di coblosin sama oknum-oknum #NamanyaJugaUsaha #GunakanHakPilihAnda

Dateng aja dulu ke TPS perkara milih atau ga yang penting eksis

#JariUngu

Jariku haram menyentuh tintamu KPU

Dan seterusnya... Dan lain-lainnya... Itulah berbagai tulisan di social media menggenai hari ini......

Libur nasional dalam rangka hajatan nasional Pemilihan Umum (Pemilu) rasanya sepanjang saya ikut Pemilu, saya belum pernah tuh Golput alias ga milih. Alesan saya seru-seruan aja pemilu, masalah setelah itu wakil rakyat yang duduk di parlemen sana korupsi atau ga itu urusan dia dengan Tuhannya.

Kalau bicara jadi rakyat indonesia sih, negara kita ini udah ketinggalan 40th tahun dari negara-negara berkembang atau negara maju lainnya. Indonesia masih jauh dari negara maju. Kalau ada gambar pak harto dengan kata-kata "enak jamanku tho" kurang lebihnya sejutu, demokrasinya ga terlalu bebas seperti sekarang, lalu siapa yang kompeten jadi pemimpin negara ini? Tanyakan saya pada angin yang berhembus, kalau kalian banyak yang komen ini-itu soal pemimpin negara kita, kalian coba pikir deh kalau kalian yang jadi pemimpin negara, jadi pemimpin rumah tangga aja ada yang ragu #eeeaaaaa...

Hahaha,, saya bukan ahli politik lah jadi silahkan berkomentar sebebasnya, biar ahlinya yang bicara.

Kenapa Pemilu Legislatif ini diadakan di tengah-tengah minggu? Ini jawabannya menurut saya
Kalo senin/jumat jadi libur longweekend (mending liburan daripada nyoblos)
Selasa/kamis seninnya kejepit (mending cuti trus liburan)
Nah kepilihlah Rabu tengah minggu (kalo cuti kelamaan, jadi yah libur-libur mari ke TPS) hahaha itu saya ngarang aja.
Efek hari ini tadi pagi saya berangkat dari kebayoran lama ke bekasi melewati sudirman suasananya sepi kendaraan bisa dihitung malah kaya lagi CFD minggu pagi banyak rombongan lagi sepedaan, sampai bekasi ga sampai satu jam. #PeristiwaLangka

Sampe bekasi, langsung ke TPS ramai lho ternyata warga sini masih antusias untuk memilih wakilnya di parlemen. Saya sendiri milih yang namanya kece aja, yang kira-kira mukanya kece juga. Jangan ditanya tadi milih apa? Capcipcus. Padahal kalau kalian pengen tau seputar caleg bisa diliat lho di web'nya KPU.  Yang penting dateng ke TPS, coblos, #JariUngu, Selfie.

Ajang ini saya pakai buat ketemu temen-temen lama yang ga pernah ketemu. Banyak dari mereka yang tinggalnya udah ga disini tapi KTP masih disini. Ketemu tetangga karena sehari-harinya sibuk sama kerjaan, keluarga, dll. Jadi mau Golput atau nyoblos balik lagi itu terserah hati masing-masing. Sebagai warga negara yang baik yang penting suara saya terpakai, urusan mereka yang nantinya terpilih jadi wakil rakyat kita doakan saya supaya mereka berlaku sewajarnya sebagai wakil rakyat.

Semoga 5menit yang diluangkan untuk ke TPS bisa membuat negara ini 5tahun kedepan lebih maju. #IndonesiaBisa

Rabu, 26 Maret 2014

Kartu Kredit

Semalem ga bisa tidur
Menghasilkan begadang sampai jam1 pagi (begadang jangan begadang kalau tiada artinya)
Ditengah kegalauan ga bisa tidur inilah temen gw bbm cuma minta diterangin soal kartu kredit BCA dese yang baru jadi.

Ni bocah biasa nerangin sotoy ke nasabah soal kartu kredit, sekarang punya sendiri norak bener dah. #hahapiss

Baiklah,,,
Gw yakin sebagian besar dari kalian yang sudah berpenghasilan sendiri pasti punya kartu kredit (KK) walau mungkin ada sebagian yang anti pakai KK, buat gw KK ini menguntungkan kalau kita bisa pakai secara bijak bukan untuk pemakaian konsumtif.

KK ini berguna banget buat pembayaran apalagi buat yang suka jalan-jalan. Booking tiket, hotel, beli oleh2, lainnya bisa dimanfaatkan buat autopay semua biaya rumah tangga eg. Listrik, pln, tv, tagihan hp, dll.

Jangan di tanya gw punya KK berapa? #nyengir
Gw punya KK 6 dari 5 bank penerbit yang berbeda, 3 diantaranya aktif dan 3 lainnya ga pernah dipakai cuma buat pajangan di dompet, gw pertahankan 3 yang useless karena mereka kasih free annual fee seumur hidup kalo ga mah males deh bayar tiap tahun tapi ga dipakai dan juga dikarenakan tiap gw mau tutup si CS'nya selalu bilang "sayang ibu kalo ditutup, siapa tau nanti ibu butuh untuk dipakai, lagi pula kan ibu diberikan free annual fee seumur hidup" #bahasa CS banget" #mantanCS oke baiklah dengan alesan itu biar aja tu KK masih anteng di dompet gw.

Dan banyak yang nanya pula
"Lo punya kartu sebanyak itu ga kebobolan ke?"
Alhamdullilah, BI checking gw bersih sampe saat ini, bahkan ada bank yang udah nawarin lagi buat kartu tambahan suami, dll. Sudah cukup.

Dipakainya buat apa aja
Memanfaatkan untuk cicilan 0%
Dipakai buat bayar tagihan telkomsel tiap bulan, haha pasti tau KK yg bundling sm telkomsel!
Dipakai buat bayar biaya rumah, dan buat keperluan liburan deh. Asal liburannya udah budget dana lho, dananya di save dulu di tabungan kemudian pake KK selesai liburan tinggal uang yang buat budget liburan bayarin ke KK #harusdisiplin.

Jadi so far kartu-kartu ini cukup membantu saya. Jadi buat yang udah punya atau baru punya, balik lagi gw bilang bijaksanalah pake KK. Inget tanggal Billing Cycle (BC) sama Jatuh Tempo (JT). Asal pakainya baik, niscaya deh mau ngajuin ke bank mana aja pasti aman dari BI Checking.

Have fun with your Credit Card.

Jumat, 28 Februari 2014

28

ngopi sore ditemani biskuit.
2014 2Bulan nyaris berlalu...
Bulan depan mulai ditempat baru, suasana baru, bidang baru, ilmu baru, dan teman-teman baru pastinya.
Rejekinya memang sudah digariskan seperti ini mungkin, ketika saya dan suami sedang berfikir untuk pindah ke rumah yang lebih layak kemudian datang tawaran kerja yang daerahnya dekat dengan lokasi yang kami mau...

Semoga ini jalannya, rejeki yang sudah diberikan melalui salah seorang kenalan saya semasa saya bekerja di sebuah bank swasta (baca:bca)

Kembali kejar setoran
Keep fighting