Tampilkan postingan dengan label konservasi gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konservasi gigi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2019

Perawatan Gigi (Daftar di RS Rujukan)

Keesokan harinya.

Saya telfon ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur untuk cari tahu informasi bagaimana prosedur daftar pasien rujukan ke Dokter Spesialis Bedah Mulut, Jadi untuk pasien rujukan perharinya ada kuotanya dan itupun tidak bisa datang langsung harus daftar memalui whatsapp nanti di beritahu ada slot kapan yang kosong kalau pasien besedia baru di daftarkan. Nomor Whatsapp pendaftaran 0811. 8444.462.

Setelahnya saya langsung whatsapp ke nomor tersebut. Ternyata oh ternyata kuota untuk ke dokter spesialis bedah mulut di bulan januari ini sudah penuh, wow. Ada kosong di 27 Februari, saya di minta melengkapi data berupa :

Foto Surat Rujukan
No. Kartu BPJS
No. KTP
No. Rujukan
Klinik yang di tuju
Nama Pasien
No. Pasien di RS Mitra (Jika sudah pernah berobat ke mitra)
Tempat/Tgl Lahir
Alamat
Tanggal Kunjungan

setelah itu akan mendapatkan notifikasi seperti ini :

Terima kasih anda sudah mendapatkan slot registrasi dokter spesialis Bedah Mulut untuk kunjungan tgl. 27/02/19,  praktek jam 15.00 s/d 16.00 , anda diharuskan datang dengan membawa persyaratan lengkap. ke poliklinik amaryllis  lantai dasar untuk registrasi. Urutan antrian bertemu dokter sesuai kedatangan,apabila sampai jam 12.00 anda  tidak hadir maka slot ini akan di berikan kepada pasien lain. Terima kasih
SYARAT BEROBAT BPJS :
- Surat Rujukan dari Faskes I
- 2 lembar fotokopi kartu BPJS dan kartu aslinya
- 2 lembar fotokopi kartu keluarga
-2 lembar fotokopi KTP dan aslinya

Nah sehari sebelum kita datang kita wajib daftar ulang melalui whatsapp dulu baru keesokan harinya kita datang membawa berkas yang di perlukan. Segini dulu informasinya semoga berguna karena masih 1.5 bulan lagi jadi santai dulu lah sambil mengumpulkan nyari untuk operasi gigi.

Rabu, 02 Januari 2019

Perawatan Gigi (Rujukan dari Faskes 1)

Terakhir cerita soal balada gigi ini di 2016, waktu itu memang lagi dalam proses menuju gigi cemerlang ternyata di tengah proses saya hamil arkha (Mei 2016) di karenakan saat hamil tidak boleh operasi gigi alhasil perawatan hanya di perbolehkan yang ringan-ringan saja.

Hampir 2 tahun berlalu, belakangan saya mulai lagi tuh kambuh sakit kepala dan sakit leher plus bahu yang ga ada juntrungannya. Iya 2 tahun lalu sudah di ingatkan penyebab gigi impaksi tidak di angkat bisa sering sakit kepala, dan kawan-kawannya. Terus gigi ke 4 atas saya juga tanggal karena tambal lepas tambal lepas lalu dia lelah dan saya juga nyerah bolak balik perawatan, nyisa deh tuh akar gigi. Saya sempat beberapa kali ke puskesmas untuk minta cabut sisa akar giginya tapi di tolak sama puskesmas karena bpjs saya tidak di situ.

Bpjs saya di klinik guci medika yang mana dokter giginya adanya senin-jumat dan ambil nomor antriannya mesti dari subuh. Perjuangan banget ya mau ke dokter gigi. Kepikiran kalo senin-jumat trus saya dapat nomor siang anak-anak mau saya kemanain dong. Jadilah kembali tar sok tar sok deh. Lalu berlanjut lagi apa saya urus kartu sehat bekasi saya aja ya. Nah urusan kartu sehat bekasi ini juga sudah lama ngajuin waktu itu kolektif tapi belum jadi juga, mau proses sendiri ke pendopo walikota sama juga saya harus dateng super pagi buat dapetin kuota plus saya kesana mesti boyong anak dua. Iya dah saya mah cemen ngegembol anak dua ke tempat umum, sayanya jadi ga konsentrasi, terserah dah kalo ada ibu lain yang sanggup bawa anak dua sekalian, lah gw napa jadi ngelantur.

Tibalah pada 31 Desember 2018 kemarin. Mas Yudi yang kebetulan libur jadi anak-anak ada yang jagain. Dengan niat hati sekeras baja karena sudah lelah dengan sakit kepala dan leher yang super tidak nyaman. Pagi-pagi setelah subuh saya ke klinik buat ambil nomor antrian. Asli abis subuh banget coy, jalanan masih sepi sampai disana kirain sepi ternyata sudah ramai. Gile ni orang yang punya masalah gigi banyak juga mau tahun baruan gini.

Jadi mekanismenya begini, dalam 1 hari hanya ada 50 nomor antrian untuk pasien poli gigi. 50 nomor ini di bagi dalam 3 bagian pagi, siang, dan malam.
Pagi, 08.00 - 11.00, 15 nomor
Siang, 13.00 - 16.00, 10 nomor
Malam, 17.00 - 22.00, 25 nomor

Saya pilih kuota siang kebetulan masih sisa untuk 2 orang. Nunggu lah tuh sampai semua kuota penuh baru nomor antrian di bagi sama pak satpam dan nanti tinggal datang di jam sesuai nomornya. Saya dapat nomor 22.

Siangnya saya datang jam 14.00 agak sepi sih mungkin karena akhir tahun juga. Saya langsung menuju pendaftaran, isi semacam formulir kemudian langsung di minta langsung menunggu di depan poli gigi. Berbekal kartu bpjs dan hasil foto panoramic yang saya punya. Tidak perlu menunggu lama di panggilah ke ruangan poli gigi. Senang dokternya ramah (ini penting) terus saya nunjukin hasil panoramic saya. Sang dokter "wah banyak ni PRnya", kemudian saya duduk di kursi periksa dan di cek satu persatu.

Hasilnya saya di kasih rujukan untuk ke spesialis bedah mulut. Ada 3 gigi impaksi dan 2 sisa akar yang sudah tenggelam di gusi. Serta 2 gigi lubang parah, 5 calon berlubang, banyak yah tar saya gambarin dah. Ya udah nurut aja deh sama dokternya yang penting problema pala puyeng sana leher tengleng hilang setelah gigi-gigi yang ga berfaedah ini di hempaskan.

Selesai dari ruangan poli gigi saya ke administrasi menunggu sejenak lalu saya di panggil. Di sodorin beberapa rumah sakit rujukan kira-kira mana yang lebih dekat dan lebih nyaman untuk saya. Di antaranya :
1. RS Siloam Bekasi Timur (Blu Mall)
2. RS Hermina Bekasi Barat
3. RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
4. RSUD Bekasi


Di antara pilihan tersebut akhirnya saya memilih RS Mitra Keluarga Bekasi Timur yang lokasinya terdekat dari rumah dan kalau harus mondar-mandir pun saya masih bisa pakai motor (baca : hemat ongkos). Di buatlah surat rujukan dan saya pulang. Finally, dapat surat rujukan yang udah saya tunda tar sok tar sok sampai dua tahun lamanya.

Dokternya pesan di sela-sela nunggu antrian jadwal operasi yang bisa di lakukan perawatan disini ya kesini aja. Jadi perawatan yang ringan berjalan sambil nunggu operasi, baeklah dok. Dokternya pun bilang, iya pakai bpjs aja ga ribet kok pelayanannya juga sama aja cuma ya tinggal sabar antrianya aja soalnya biasanya perhari ada kuotanya.

Mari kita berjibaku dengan dokter gigi lagi #2019gigibaguslagi.

Minggu, 03 Januari 2016

Melanjutkan Perawatan Gigi

Bicara soal perawatan gigi saya memang tidak akan ada habisnya, kalau ga saya yang malas masalah lain ya biaya karena mengunjungi Dokter Gigi tidaklah murah perlu menyiapkan budget sendiri. Tahun yang baru ini kayanya saya harus buat resolusi menuju gigi sempurna 2016. 

Jadi ceritanya beberapa minggu lalu kok ya gigi depan saya yang dua tahun lalu sudah ditambal tambalannya copot ga mau dong kaya nenek-nenek yang giginya ompong mau tidak mau saya harus mengunjungi Drg kembali. Seingat saya terakhir saya ke Drg itu ketika hamil 4bulan karena ada gigi yang berlubang dan saran DSpOg harus segera ditambal takut mengganggu kehamilan setelah proses tersebut blas ga pernah lagi ke Drg. Padahal masih punya PR buat cabut geraham bungsu tapi kan ya lagi hamil masa bedah mulut.

Bikin janji lah ke Klinik Gigi yang lagi hits seantero Jakarta itu untuk benahin gigi depan. Tanggal 30 Desember lalu berkunjunglah saya ke OMDC dengan seribu nyali maklum anaknya parnoan sama Drg lagi antri aja bisa keringetan nervous. 

Ternyata,
Klinik ini jauh dari kata menyeramkan dan nunggunya pun ga bikin keringetan sama nervous karena tempatnya nyaman banget, wangi aroma terapi sudah seperti di rumah sendiri plus bisa selfie sepuasnya. Di Ruang perawatannya pun nyaman ga seperti kita lagi di Klinik Drg. Cek & Ricek Gigi saya hasilnya?

Ditemukan 6 Gigi berlubang, 3 Impaksi, gigi depan yang copot tambalannya harus di ganti dengan pembuatan Crown dan ada dua gigi yang kosong harus segera di ganti, Oke. Setelah di kalukulasi asli ni benerin gigi bisa buat beli motor matic satu. Untuk kunjungan kali ini saya melakukan perawatan Scalling dan tambal dua gigi geraham sementara yang depan masih di pending bulan depan. Semoga di 2016 ini saya ga malas lagi ke Drg dan rejeki berlimpah untuk menuntaskan semua PR perawatan dan tidak perlu nervous lagi karena sudah menemukan Klinik yang nyaman.

Selasa, 27 Januari 2015

Puskesmas aja deh

Jangan Bosan ya kalau belakangan lagi rajin ceritain soal perawatan gigi. Setelah postingan yang sebelumnya makin hari makin kepikiran tentang gigi, makan dan tidur pun makin ga enak karena ngilu yang semakin-makin. Belum sempet pulang ke Bekasi pula.

Akhirnya mikir-mikir buat cari dokter deket kantor atau kost-kostan. Deket kantor? Ada RSGM LADOKGI lembaga gigi yang sudah termahsyur karena banyak pejabat termasuk presiden periksanya disitu. Yah aq mah dah apa cuma rakyat biasa walau ada layanan untuk umum tapi mikir lagi deh, ada kenalan nasabah di lembaga itu (ga ngaruh). Deket kost ada sih praktek dokter pribadi tapi sepi-sepi aja biasanya kalau sepi dokternya ga terkenal, Lah gitu. 

Kemudian suami bilang "kamu bukannya kenal sama dokter gigi di Puskesmas Benhil?" Eh iya Dokter gigi yang juga kepala Puskesmas sini kan nasabah yang sering transaksi juga sama saya pas di BCA. Saya nanya ke suami "Emang Puskesmasnya bagus?" Karena ga jarang yang namanya pelayanan di Puskesmas akan di hadapkan dengan antrian panjang dan pelayanan yang tidak ramah. Menurut suami ada temen dia sih beberapa kali kesitu perawatannya bagus dan antriannya pun ga seheboh Puskemas Rawa Lumbu yang mesti dateng dari jam 6 Pagi.Lagian jarak dari kantor saya ke Puskes Benhil juga ga jauh tinggal loncat.

Seperti biasa kisah nuke kalau ke Drg pasti ga bisa tidurnya udah dari malem, semalem sampai tiga kali bangun resah dan gelisah. Pagi ini pun hujan kembali mengguyur jakarta makin melow deh gw (ini sih lebay) berangkat dari rumah aja udah jam 7.50 sampai kantor saya turun suami masih nanya "jadi ga ke drg'nya?" masih galau bentarlah saya bilang si bos dulu mau ke drg sebentar. 

Langsung cus kesana pas daftar antrian udah No.7, coba kalo di Rw.Lumbu jam segitu udah ga dapet jatah lagi. Loket pendaftaran pun Ibu'nya ramah nanya saya baru pertama kali kesini yah, dia juga bilang ga lama kok mba di tunggu aja. Selesai daftar keatas buat nunggu antrian. Walau deg-degan ga karuan belum sarapan juga cuma minum susu karena takut muntah padahal udah beberapa hari terbebas dari serangan mual-mual (i love TM-2). Ada setengah jam lebih sih nunggu ternyata Dr'nya cuma satu. 

Saya ceritain kalau saya lagi hamil dan gimana riwayat si gigi yang mau saya perbaiki ini, Beliau dengan perhatiannya menjelaskan memang kalau hamil ada gigi berlubang lebih baik segera di tangani. Lalu di lihatlah kondisi giginya kaya apa, setelah di lihat dan sebelum tindakan pun beliau pun jelasin ini kenapa dan harus diapain. Ternyata tambalan sebelumnya memang sudah bergeser dan tidak layak lagi, hampir ada infeksi juga karena gusi saya agak sedikit bengkak. Karena sudah pernah perawatan sebelumnya kali ini cuma mau bersihin aja sama ganti tambalan yang baru. Wuihhhh,,,, rasanya lega sekali karena saya ga harus melewati ngilunya jarum yang kecil-kecil itu. Bekas sebelumnya ternyata kotor juga lho, liat dari bekas kumur-kumurnya (hihi jorok yah) sempat dikasih tahu juga ada lubang baru tapi ga parah masih bisa di perbaiki. Hari ini saya bersihin tambal sementara dulu, selasa depan kesini lagi baru tambal permanen ya, apa kata dokterlah yang penting ga sakit lagi.

Selesai...
Ga ada sakit, ngilu dikit karena gusinya. tapi sampai detik saya nulis ini udah ga ada kendala seperti hari kemarin, gusi yang bengkak pun berangsur normal. 

Layanan Kesehatan Pemerintah
Jadi ini sih mau ceritaan sebetulnya ga semua fasilitas kesehatan milik pemerintah itu buruk. Ya dari sepersekian yang ada mungkin ada yang pelayanannya buruk, ini kalau saya karena dari kalangan biasa saja kadang hal-hal yang bisa di tangani di fasilitas kesehatan milik pemerintah saya lebih memilih di situ, emak-emak irit tapi itu juga milih yang fasilitas dan layanannya bener-bener baik. Nanti pun kalau anaknya udah lahir sepertinya bisa ikut imunisasi di posyandu aja, kalau ini sih karena eyangnya salah satu kader posyandu. 
Lagi-lagi kita sih ga mau sakit tapi kalau mentok sakit juga ya apa mau dikata mesti milih buat perawatan dan penyembuhannya.

Tinggal PR selasa depan sm mau Scalling.
Mudah-mudahan kita semua bisa sehat selalu.

Minggu, 18 Januari 2015

Dentist is a nightmare

Udah dua hari saya dihantui mimpi harus ke Dokter Gigi (Drg) yang pernah baca tulisan-tulisan sebelumnya udah tahu kenapa saya cukup akrab dengan Drg karena sampai sekarang juga saya masih punya PR banyak buat benerin struktur gigi saya.

Saya punya 4 Gigi bungsu yang harus dimusnahkan dan sisa 3 yang masih nempel, ngebayangin pas cabut satu itu udah pengen jauh-jauh sama Drg ga pengen ketemu lagi, udah keburu hamil juga makanya cabut gigi ditunda dulu. Berikutnya saya punya dua gigi yang berlubang satu gigi depan yang udah aman sentosa melewati root canal treatment yang mengharuskan 3x tuh gigi di korek-korek dengan suksesnya. Satu lagi gigi geraham 4 yang sudah lama banget ga saya kontrol lagi tambalannya dan sebulan lalu ini gigi bermasalah ngilu nampaknya tambalannya udah ga bersahabat lagi. Di kepala udah bayangin akan melewati root canal treatment lagi, harus 3x lagi ke Drg iya dulu bisa anestesi pas di korek-korek jadi ga sakit (sakitnya setelahnya) nah sekarang lagi hamil? #tetot

Gigi yang lainnya aman sentosa di singasananya...

Apa kata DSpOG?
Menurut beliau dahulu kala Pemeriksaan hamil itu minimal 4x.
1x Trimester-1
1x Trimester-2
2x Trimester-3
Di 4x pemeriksaan kehamilan itu si pasien harus juga menyertakan dokumen periksa dari Drg yang menyatakan bahwa tidak ada masalah pada gigi pasien yang sedang hamil. Jadi DSpOG saya sama sekali tidak melarang untuk perawatan gigi kecuali cabut gigi karena bisa menimbulkan stress dan kontraksi. 

Rabu, 12 Februari 2014

ngilu bro...!

Gigi sukses dikorek-korek hari ini.
Setelah sebulan lalu ditambal dan di observasi ternyata masih ngilu  jadi mesti dibongkar lagi.

Bertemulah dengan dokter spesialis konservasi gigi, tanpa anestesi prosesnya bisa sukses bikin mewek. Abis suntik dibongkarlah semua tambalan kemarin, entah apa aja yang dikeluarin dari gigi gw sampe dokternya ngasih tau ini yang bikin ngilu. Menurut doktetnya syarafnya bentuknya kaya benang tipis banget warnanya putih. Agak extrem juga pas kumur ternyata sampai ada darahnya termasuk liat glovenya dr'nya juga ada darah semacam gw  operasi aja ini mah.

Pembersihan selesai...!
dikasih obat dan kembali di tambal.
Minggu depan harus rongent lagi mau liat kedalaman syaraf giginya.
Masih lagi...

Emang ga sakit, bibir masih tebel hampir dua jam efek obat bius. Jadi ngeludah terus dan susah makan karena jadi rasa obat. Ngilunya sudah berkurang mungkin efek dibersihinnya yang masih bikin cenut-cenut.

Jadi ga bosen gw ingetin, yang belum sempet ke dr.gigi coba deh datengin sekedar cek aja gimana keadaan gigi dan mulut kalian.

Kamis, 16 Januari 2014

Wisdom tooth (gigi geraham bungsu) - odontektomi

Lanjut cerita kemarin nih, jadi setelah panoramic.
Terlihat jelas lah bagaimana kondisi gigi gw, gigi yang susunannya udah amburadul ga keruan gitu.
Dan benar aja gw bermasalah sama gigi geraham bungsu yang tumbunya tidak sesuai dengan rahang gw. Sahabat gw sampe bilang "lo rajin banget yah ke dokter gigi" haduh kalo bukan karena gw menyesal harus kehilangan dua gigi gw, ini juga ga akan serajin ini kali.

Gigi bungsu adalah gigi gerahamyang tumbuh terakhir kali dengan pertumbuhannya yang bervariasi pada setiap orang, direntang usia 16 sampai 25 tahun. Gigi bungsu normalnya berjumlah 4 buah, masing-masing dua di rahang atas (maksila) dan rahang bawah (mandibula). Tetapi, tidak semua orang memiliki benih gigi bungsu, atau jumlahnya bisa kurang dari 4 gigi. Karena tumbuh paling terakhir maka yang sering terjadi tidak mendapatkan ruang tersisa pada gusi sehingga tidak tumbuh dengan sempurna. Gigi hanya dapat tumbuh sebagian miring ke arah gigi di sampingnya atau tidak tumbuh sama sekali karena terbenam di dalam tulang. Keadaan inilah yang dalam ilmu kedokteran gigi di sebut Impaksi gigi.
Gigi yang tumbuh dalam posisi demikian bisa menjadi sarang penyakit karena sulitnya membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip lama kelamaan akan menimbulkan berbagai keluhan mulai dari gigi berlubanginfeksi jaringan lunak hingga terasa bengkak dan nyeri. Gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna juga dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian sendi rahang sedangkan gigi bungsu impaksi yang terbenam di dalam tulang dapat menyebabkan kista atau tumor.
Gejala-gejala yang biasa terjadi adalah migren, kepala pusing, sakit saat membuka mulut dan telinga berdengung. Bila masalah akibat gigi impaksi ini mengganggu, maka perlu dilakukan pencabutan oleh dokter gigi spesialis Bedah mulut untuk dilakukan pencabutan gigi bungsu, yang dalam istilah kedokteran gigi disebut dengan Odontektomi
Odontektomi ini operasi pengangkata gigi geraham bungsu. Untuk gelaja-gejala diatas sih ga semuanya cuma yang paling parah tuh gigi yang kanan atas kalo buat makan keras haduhh kalo bisa dikunyahin boleh deh. 
Aissshhh operasi bayanginnya aja enggak, dan kemarin pun untuk pertama kalinya seumur hidup gw foto gigi. Dokternya bilang ini kalo di RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) bisa dibius total jadi skalian diangkat semuanya. Dalam hati dok angkat satu-satu aja saya mesti ngumpulin keberanian dulu apalgi skaligus semuanya. Walaupun operasi kecil tapi tetep aja parno. Alhasil dokternya bilang, gigi yang depan diperbaikin dulu aja yah setelah perawatan gigi depan selesai baru kita liat lagi untuk operasinya.
Alhasil hari kemarin gw ganti tambalan untuk gigi depan gw, itupun masih tambal sementara karena gw mengeluh nyeri di tambalan yang lama dan memang nyeri saat di bor, padahal bornya udah halus banget. sementara artinya gw mesti nunggu beberapa minggu untuk observasi dan kasih obat berkali-kali seperti gigi sebelumnya, sebelum akhirnya di tambal permanen. Makin akrab deh gw sama dokter gigi. Kalo kalian nyisihin sebulan uang buat nabung sama kaya gw buat nabung kontrol ke dokter gigi.
Dan setelah perawatan selesai baru deh lanjut odontektomi kemudian penggantian gigi gw yang sudah di cabut karena giginya udah mati. Gw yang dulu awan banget soal gigi sekarang jadi rajin banget baca-baca browsing2.

Rabu, 15 Januari 2014

Panoramic

Kepala masih pusing dan berat sepulangnya dari seharian main di rumah sakit.
Rumah sakit? 
Ketika gw pasang status di rumah sakit seketika hp gw rame dengan pertanyaan "periksa kandungan yah ke?" Amin pengennya sih gitu tapi episodenya belum sampe situ gimana dong.
Jadi atas rujukan dari puskesmas rawa lumbu yang mengharuskan melanjutkan perawatan di RS yang peralatannya lebih lengkap dan setelah mengimpulkan segenap keberanian untuk ke RS karena ga tau kenapa ke RS itu bikin gw merinding disko deh.

Pagi ini dengan cuaca agak setengah-setengah karena tadinya mau berangkat pun ragu, namun karena emak memberikan semangat 45 untuk berangkat yah melajulah gw ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi (RSUD Kota Bekasi) alasan memilih disini karena harganya terjangkau dan menurut mevi peratalannya juga masih baru-baru kok.

Sampai sana jam 9 karena pendaftaran pasien hanya sampai jam 10.
Ga RS pemeringah atau swasta sama aja yah kaya pasar, apalagi di loket yang pakai BPJS haduh isinya orang pada umpel umpelan. 
Daftarlah sebagai pasien baru, pada its been long long time ago gw pernah jadi pasien tifoid disini jaman SD itu juga. Biaya pedaftaran ke Poli Gigi Rp. 30.000,-
Setelah daftar naik ke poli gigi yang letakny di lantai dua, ambil no antrian lagi ternyata udah 24 aja sodarah...

Ga sampai setengah jam gw dipanggil, ketemu dokternya yang sudah agak berumur enak sih tegas, dan dia pun jawab pertanyaan gw dengan jelas. Singkatnya karena dokter mau liat seluruh struktur gigi gw, gw suruh foto panoramic dulu lah tuh. Yang ternyata tidak tersedia di RS ini tapi harus ke klinik parahita jaraknya deket sih untung bawa motor jadi gampang bolak balik. Langsung lah gw sama mama cus ke parahita, dan setiap gw ke dr.gigi gw harus ditemenin karena ga tau kenapa biasa setelah selesai tindakan gw bisa kliengan padahal sugesti aja.

Foto panoramic di parahita sama jasmednya seharga Rp. 160.000,-

Fungsi dari Panoramic Foto adalah untuk melihat keadaan gigi secara menyeluruh hingga jaringan tulang rahang, dan difungsikan untuk menegakan diagnostik.
Sistem kerja dari Panoramic Foto adalah alat pendukung perekam gambar akan bergerak memutar mengelilingi kepala, khususnya sekitar gigi, sehingga akan menghasilkan gambar gigi dan rahang secara keseluruhan. Dalam gambar yang dicetak dari hasil ‘jepretan kamera’ Panoramic Foto, dapat terlihat susunan gigi seseorang, baik yang bermasalah maupun yang tidak.
Dalam hal ini bermasalah dalam hal gangguan gigi, seperti gigi yang tidak tumbuh secara sempurna (menyamping), miring, kerusakan, hingga berlubang.


Dan hasil foto gw dibawah ini

Begitu liat hasilnya amazing juga karena ternyata gigi gw amburadul sangat.
Geraram bungsu harus diangkat empat-empatnya, ada sisa akar gigi yang juga harus diangkat dan gigi yang udah dua hilang harus pasang gigi implant supaya gigi gigi sebelahnya ga miring.

Lalu harus berapa lama lagi gw akrab sama dokter gigi?

Kamis, 12 Desember 2013

Perawatan Gigi

Sore...
Cuaca sore ini cukup dingin,
Bisa dinikmati dengan cookies, secangkir teh, kopi atau susu.
Tapi tidak dengan saya karena lagi ngurangin teh sama kopi kecuali susu
Karena dari kecil bisa dibilang saya maniak sekal sama susu
Entah susu dalam bentuk dan kemasan apapun dan olahan dalam bentuk apapun.
Jadi itu kenapa blog satunya di kasih judul "a Glass of Hot Milk"
Ga ada artinya cm biar gampang nyebut sama ingatnya aja.

Ga akan ngebahas tentang susu sih sore ini.
Cuma lagi agak stres sama perawatan gigi aja.
Sejak setahun ke belakang memang saya lebih intensif buat perawatan gigi karena sebelumnya cuek banget sama gigi kalau belum sakit biar ajah.

Setelah browsing sana sini karena pengen tau selama ini dokternya pake istilah apa aja sih, yang kadang udah dijelaskan masih juga gw ga nyambung Ihh kebangetan banget deh otak gw.
Singkat cerita saya punya satu gigi berlubang yang dari dulu selalu ada keluhan, 
Maka perlu adanya perawatan syaraf gigi (root canal treatment) yang sakitnya lumayan.
Penjelasannya....

Gigi geligi manusia selain terdiri dari email, juga terdapat bagian-bagian lain, termasuk saraf gigi. Dengan adanya saraf gigi, gigi kita yang masih sehat akan bereaksi terhadap rangsang dari luar, seperti minum air dingin, makan terlalu panas, asam, atau manis, bahkan ketukan ringan pada gigi. Saraf gigi terletak di dalam saluran akar gigi kita.
Gigi yang sudah lubang mencapai saraf gigi biasanya terasa amat sakit, hal ini terjadi karena rangsang dari luar langsung mengekspos saraf gigi. Kuman-kuman yang masuk ke dalam lubang gigi pun menyebabkan peradangan dan infeksi pada ruang saraf dan mengiritasi saraf gigi yang berada di saluran akar gigi.
Racun-racun dari kuman yang masuk ke saraf gigi bisa menembus sampai ke jaringan tulang rahang dan menyebabkan infeksi  pada jaringan tulang. Infeksi  dalam jangka waktu yg panjang, dapat menyebabkan pembengkakan pada gusi atau bahkan sampai ke pipi disertai dengan rasa sakit yang hebat.
Tujuan dari perawatan saluran gigi adalah untuk mengangkat seluruh jaringan saraf gigi  yang sudah busuk karena  terinfeksi  kuman, lalu menutup saluran akar yang sudah bersih dengan bahan khusus untuk menghindari terjadinya masalah di masa yang akan datang.
Proses perawatan saluran akar gigi ini terdiri dari 2 tahap umum, yaitu
1. Pembersihan saluran akar sampai tercipta saluran akar yang bebas kuman
2. Pengisian saluran akar dengan suatu bahan yang padat untuk menghindari masuknya kuman kembali.
Perawatan saraf ini membutuhkan ketekunan dan motivasi dari pasien, karena perawatan ini tidak selalu dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan, ada kalanya, perawatan ini membutuhkan 2,3, atau bahkan 4 kali kunjungan tergantung tingkat keparahan infeksi.
Setelah perawatan saluran akar yang baik, fungsi dan bentuk gigi tersebut harus dikembalikan secara optimal, yaitu dengan pemasangan pasak diikuti dengan pemasangan selongsong (jacket crown), atau bisa juga dengan tambalan cor (uplay/onlay).
Melalui  penjelasan di atas, bila gigi Anda dianjurkan untuk dirawat saluran akarnya, jangan ragu untuk melakukannya, karena dengan melakukan perawatan saluran akar gigi, berarti Anda sudah mempertahankan keberadaan gigi Anda dan mengembalikan fungsional dan kecantikan gigi Anda.
detiadental.com
Beruntung hari ini saya ga perlu lama-lama ngerasain itu alat bor. Cuma sedikit dibersihkan kemudian di ganti dengan tambalan yang baru. Dan masih ada 2-3kali kunjungan lagi untuk menyempurnakan bentuknya dan perawatannya.
Nasib banget deh yah, nampaknya mulai saat ini harus lebih rajin lagi controlnya.