2 Februari 2019

Bulan pertama di 2019

Mari kita curhat sebulan ini sekedar buat kenang-kenangan cerita ke anak cucu kelak. Apa dah?


TENTANG PEKERJAAN SUAMI

Jadi awal tahun ini Pak Yudi di tarik kembali ke head office karena ada peremajaan iya di kantor sebelumnya dia sudah menetap persis 10 tahun sudah 2x lolos dari peremajaan karena dipertahankan pimpinan namun kali ini sudah ga bisa di tawar lagi mau ga mau mesti rolling. Pasrah deh, yang bikin saya keder plus agak sedikit khawatir adalah masalah penyesuaian waktu dan tentunya penghasilan yang akan berubah tau sendiri tahun 2018 keuangan kami carut marut. Tapi ya sudah saya ikut pasrah ingetnya cuma doa sama usaha ada Allah yang selalu ada, percaya sama Allah lah semua pasti yang terbaik.

Sebulan kemarin back up sana sini dengan waktu yang super random, ritme saya sama anak-anak di rumah pun jadi super random. Saya sampai doa semoga kalau udah dapat penempatan yang non shift aja supaya jadwal saya jadi ga random dan ga perlu penyesuaian lagi. Beberapa tawaran muncul namun tampaknya belum rejeki. Pak Yudi selow saya yang rungsing uring-uringan ga jelas.

Tepat di ultah-nya kemarin akhirnya dia dapat menempatan yang saya tahu emang dia pengen di situ, ya sudah saya mah ngikut aja yang penting kerjanya nyaman, hasilnya lumayan hanya ada hasil ada juga yang harus di korbankan, dapet jamnya shifting lagi. Yawes saya pasrah toh anak-anak juga sudah mulai besar jadi saya ga serepot ketika anak-anak masih bayi.

Selamat menempati kantor baru semoga hasil kerja disitu berkah dan kami bisa memperbaiki kondisi finansial kami. Amin.
--


TENTANG SURVEY SEKOLAH

Beberapa waktu lalu saya juga sempat survey sekolah untuk kevia. Sekolahnya yang deket-deket rumah aja biar antar jemputnya gampang. Iseng survey beberapa sekolah swasta yang sudah punya nama juga.

Kevia tahun ini 4 tahun. Menurut sekolah yang saya survey dia sudah bisa masuk di TK A jadi nanti masuk SD nya pas. SD swasta kan 6 tahun sudah bisa masuk, sementara kalau mau masuk SD negeri harus 7 tahun, jadilah saya agak keder juga karena nanti kan di lihat kesiapan anaknya maklum katanya SD sekarang berat pelajarannya jadi anak ketika masuk SD harus bener-bener siap. Saya sendiri sudah ada inceran sih kalau swasta di mana dan kalau negeri di mana.

Note :
Buat yang baru menikah rencanakan baik-baik deh mau punya anak kapan, berapa, dll. Buat yang lagi hamil kalo perlu sejak brojol siapin deh dana pendidikan. Buat yang sudah terlanjur punya anak deketan, tinggal doa sama usaha deh. Memang semua sudah ada rejekinya tapi kalau kita diem-diem bae mah gimana rejeki mau menghampiri.


Curhatan emak yang amazing lihat biaya sekolah sekarang, masuk TK sama kaya uang semesteran kuliah gw dulu. Apalagi besok Kevia masuk SD dan Arkha masuk TK.
---


TENTANG RENOV RUMAH ORTU

Lama maju mundur mau renov rumah ortu akhirnya jalan juga. Dengan target awal hanya 5 hari jadi merembet 10 hari. Alhamdullilah biar belom renov full yang penting ga bocor-bocor lagi. Bisa tidur nyenyak kalo hujan. Semoga nanti bisa renov full biar lebih nyaman.
---

TENTANG KEMBALI MENULIS JURNAL

Setelah terhenti dari kegiatan rutin saya nulis jurnal harian (baca : curhat) sebulan ini saya mencoba kembali nulis jurnal. Ya kegiatan yang saya anggap jadi terapi buat saya supaya lebih tenang, menyalurkan isi kepala yang kadang bikin pusing ga karuan. Hitung aja sebagai me time lah.

Over all jungkir balik keadaan sebulan ini begitulah, semoga setelah penempatan kerja pak yudi semua jadwal bisa kembali seperti semula ga pada jetlag lagi. 

4 Januari 2019

Perawatan Gigi (Daftar di RS Rujukan)

Keesokan harinya.

Saya telfon ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur untuk cari tahu informasi bagaimana prosedur daftar pasien rujukan ke Dokter Spesialis Bedah Mulut, Jadi untuk pasien rujukan perharinya ada kuotanya dan itupun tidak bisa datang langsung harus daftar memalui whatsapp nanti di beritahu ada slot kapan yang kosong kalau pasien besedia baru di daftarkan. Nomor Whatsapp pendaftaran 0811. 8444.462.

Setelahnya saya langsung whatsapp ke nomor tersebut. Ternyata oh ternyata kuota untuk ke dokter spesialis bedah mulut di bulan januari ini sudah penuh, wow. Ada kosong di 27 Februari, saya di minta melengkapi data berupa :

Foto Surat Rujukan
No. Kartu BPJS
No. KTP
No. Rujukan
Klinik yang di tuju
Nama Pasien
No. Pasien di RS Mitra (Jika sudah pernah berobat ke mitra)
Tempat/Tgl Lahir
Alamat
Tanggal Kunjungan

setelah itu akan mendapatkan notifikasi seperti ini :

Terima kasih anda sudah mendapatkan slot registrasi dokter spesialis Bedah Mulut untuk kunjungan tgl. 27/02/19,  praktek jam 15.00 s/d 16.00 , anda diharuskan datang dengan membawa persyaratan lengkap. ke poliklinik amaryllis  lantai dasar untuk registrasi. Urutan antrian bertemu dokter sesuai kedatangan,apabila sampai jam 12.00 anda  tidak hadir maka slot ini akan di berikan kepada pasien lain. Terima kasih
SYARAT BEROBAT BPJS :
- Surat Rujukan dari Faskes I
- 2 lembar fotokopi kartu BPJS dan kartu aslinya
- 2 lembar fotokopi kartu keluarga
-2 lembar fotokopi KTP dan aslinya

Nah sehari sebelum kita datang kita wajib daftar ulang melalui whatsapp dulu baru keesokan harinya kita datang membawa berkas yang di perlukan. Segini dulu informasinya semoga berguna karena masih 1.5 bulan lagi jadi santai dulu lah sambil mengumpulkan nyari untuk operasi gigi.

2 Januari 2019

Perawatan Gigi (Rujukan dari Faskes 1)

Terakhir cerita soal balada gigi ini di 2016, waktu itu memang lagi dalam proses menuju gigi cemerlang ternyata di tengah proses saya hamil arkha (Mei 2016) di karenakan saat hamil tidak boleh operasi gigi alhasil perawatan hanya di perbolehkan yang ringan-ringan saja.

Hampir 2 tahun berlalu, belakangan saya mulai lagi tuh kambuh sakit kepala dan sakit leher plus bahu yang ga ada juntrungannya. Iya 2 tahun lalu sudah di ingatkan penyebab gigi impaksi tidak di angkat bisa sering sakit kepala, dan kawan-kawannya. Terus gigi ke 4 atas saya juga tanggal karena tambal lepas tambal lepas lalu dia lelah dan saya juga nyerah bolak balik perawatan, nyisa deh tuh akar gigi. Saya sempat beberapa kali ke puskesmas untuk minta cabut sisa akar giginya tapi di tolak sama puskesmas karena bpjs saya tidak di situ.

Bpjs saya di klinik guci medika yang mana dokter giginya adanya senin-jumat dan ambil nomor antriannya mesti dari subuh. Perjuangan banget ya mau ke dokter gigi. Kepikiran kalo senin-jumat trus saya dapat nomor siang anak-anak mau saya kemanain dong. Jadilah kembali tar sok tar sok deh. Lalu berlanjut lagi apa saya urus kartu sehat bekasi saya aja ya. Nah urusan kartu sehat bekasi ini juga sudah lama ngajuin waktu itu kolektif tapi belum jadi juga, mau proses sendiri ke pendopo walikota sama juga saya harus dateng super pagi buat dapetin kuota plus saya kesana mesti boyong anak dua. Iya dah saya mah cemen ngegembol anak dua ke tempat umum, sayanya jadi ga konsentrasi, terserah dah kalo ada ibu lain yang sanggup bawa anak dua sekalian, lah gw napa jadi ngelantur.

Tibalah pada 31 Desember 2018 kemarin. Mas Yudi yang kebetulan libur jadi anak-anak ada yang jagain. Dengan niat hati sekeras baja karena sudah lelah dengan sakit kepala dan leher yang super tidak nyaman. Pagi-pagi setelah subuh saya ke klinik buat ambil nomor antrian. Asli abis subuh banget coy, jalanan masih sepi sampai disana kirain sepi ternyata sudah ramai. Gile ni orang yang punya masalah gigi banyak juga mau tahun baruan gini.

Jadi mekanismenya begini, dalam 1 hari hanya ada 50 nomor antrian untuk pasien poli gigi. 50 nomor ini di bagi dalam 3 bagian pagi, siang, dan malam.
Pagi, 08.00 - 11.00, 15 nomor
Siang, 13.00 - 16.00, 10 nomor
Malam, 17.00 - 22.00, 25 nomor

Saya pilih kuota siang kebetulan masih sisa untuk 2 orang. Nunggu lah tuh sampai semua kuota penuh baru nomor antrian di bagi sama pak satpam dan nanti tinggal datang di jam sesuai nomornya. Saya dapat nomor 22.

Siangnya saya datang jam 14.00 agak sepi sih mungkin karena akhir tahun juga. Saya langsung menuju pendaftaran, isi semacam formulir kemudian langsung di minta langsung menunggu di depan poli gigi. Berbekal kartu bpjs dan hasil foto panoramic yang saya punya. Tidak perlu menunggu lama di panggilah ke ruangan poli gigi. Senang dokternya ramah (ini penting) terus saya nunjukin hasil panoramic saya. Sang dokter "wah banyak ni PRnya", kemudian saya duduk di kursi periksa dan di cek satu persatu.

Hasilnya saya di kasih rujukan untuk ke spesialis bedah mulut. Ada 3 gigi impaksi dan 2 sisa akar yang sudah tenggelam di gusi. Serta 2 gigi lubang parah, 5 calon berlubang, banyak yah tar saya gambarin dah. Ya udah nurut aja deh sama dokternya yang penting problema pala puyeng sana leher tengleng hilang setelah gigi-gigi yang ga berfaedah ini di hempaskan.

Selesai dari ruangan poli gigi saya ke administrasi menunggu sejenak lalu saya di panggil. Di sodorin beberapa rumah sakit rujukan kira-kira mana yang lebih dekat dan lebih nyaman untuk saya. Di antaranya :
1. RS Siloam Bekasi Timur (Blu Mall)
2. RS Hermina Bekasi Barat
3. RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
4. RSUD Bekasi


Di antara pilihan tersebut akhirnya saya memilih RS Mitra Keluarga Bekasi Timur yang lokasinya terdekat dari rumah dan kalau harus mondar-mandir pun saya masih bisa pakai motor (baca : hemat ongkos). Di buatlah surat rujukan dan saya pulang. Finally, dapat surat rujukan yang udah saya tunda tar sok tar sok sampai dua tahun lamanya.

Dokternya pesan di sela-sela nunggu antrian jadwal operasi yang bisa di lakukan perawatan disini ya kesini aja. Jadi perawatan yang ringan berjalan sambil nunggu operasi, baeklah dok. Dokternya pun bilang, iya pakai bpjs aja ga ribet kok pelayanannya juga sama aja cuma ya tinggal sabar antrianya aja soalnya biasanya perhari ada kuotanya.

Mari kita berjibaku dengan dokter gigi lagi #2019gigibaguslagi.