8 Februari 2016

Perihal Membagi Waktu

Niat kalau ga di sertai dengan usaha memang ga memuaskan hasilnya. Berniat membuat blog lebih berwarna minimal dalam seminggu ada beberapa postingan tentang kehidupan yang fana ini tapi semua tidak terlaksana, lebay lah saya.

Semua tentang pembagian waktu!

Punya bayi yang sudah mulai aktif bikin saya agak kewalahan di rumah apalagi sudah mulai mpasi beruntung ada alat ajaib yang namanya Slow Cooker. Walaupun tinggal sama mama tapi semua keperluan K! saya yang atur dari dia bangun sampai tidur kembali. Cape jangan di tanya sampai kadang saya mau ngapa-ngapain juga sambil gendong K! tapi itulah seninya menpunyai anak dan juga mengurus keperluan rumah tangga.

Status saat ini?

Saya masih Ibu Rumah Tangga yang Status Karyawannya lagi di gantung sama bos, Kenapa? Masih inget kan kalau saya dapat cuti melahirkan seumuran ASI Eksclusive 6 bulan, seharusnya Januari kemarin saya sudah kembali menduduki meja kantor dan berkutat lagi dengan pekerjaan yang ada namun saat sudah siap dengan rencana gimana K! dan segala keperluannya sampai saya trial kalau ditinggal seharian ternyata bos bilang "Nanti aja masuk kerjanya saya kabarin lagi." antara sedih dan bahagia, sedih karena ga dapet gaji lagi tapi katanya rejeki bisa datang dari mana aja kan dan bahagia karena masih bisa melihat tumbuh kembang K! tiap hari.

Gimana mengatur waktu jadi IRT?

03.00 iya saya bangun jam segini buat pumping status mama eping membuat saya harus rela tetap bangan dini hari demi tetep ngasih asi. Pumping sambil duduk senderan bahkan kadang sambil tidur.

04.00 Nyiapin mpasi biasanya bahan-bahan sudah saya potongin dari malem jadi saya tinggal masukin semua ke slow cooker terus puter. Sambil ngalirin air ke Mesin cuci & nungguin subuh.

05.00 Subuhan, sementara mesin cuci muter saya beberes termasuk nyapu & ngepel sampai sering di sapa yang abis subuhan di masjid rajin banget jam segini udah beberes.

06.00 Nganterin suami ke depan komplek, karena motor cuma satu sekarang jadi saya ngojekin suami tiap pagi bonus pulangnya bisa beli kue-kue buat sarapan dan 3hari sekali ke pasar belanja.

07.00 Mandiin K!. Biasanya kalau abis mandi dia tidur saya ikut tidur. Pokoknya kapan aja K! tidur saya suka ikut tidur colongan. Lainnya jemurin baju yang sudah selesai digilas mesin cuci.

08.00 Lalalala K! Sarapan.

09.00 - 11.00 Mandi, Sarapan, Pumping, ngedapur kalau lagi mood, main sama K!

K! kalau saya hilang dari padangan dia suka heboh padahal saya ga kemana-mana jadilah di mana dia main saya ada di sebelahnya antara santai nonton tv, baca buku, BW, atau lainnya. Satu lagi K! kalau siang tidurnya sebentar jadi mau ngerjain apa-apa suka takut K! bangun jadi terbengkalai deh.

12.00 K! makan siang, di sela-sela sarapan sama makan siang saya kasih snack entah biskuit / buah.

13.00 - 15.00 ISHOMA. Pumping, nemenin anak main sambil ngawasin. Kalau ada setrikaan ya di sambi sekenanya.

16.00 K! makan sore & Mandi.

17.00 Ngajak K! jalan-jalan keliling ni anak kalau sore ga keluar rumah pasti nagih padahal cuma main ke lapangan RW aja atau sekedar muter.

18.00 Nina Bobo.

19.00 Jemput Papa K! Sebelum jemput pumping dulu.

20.00 Dinner sama Papa K!

21.00 Beresin dapur & nyiapin bahan mpasi untuk besok.

22.00 Pumping.

23.00 Tedur!

dan berulang keesokan harinya.

Kadang suka merasa banyak waktu yang terbuang yang seharusya bisa di lakukan untuk hal produktif sambil jagain anak tapi apa daya kalau lagi lelah saya lebih memilih gelosoran depan tv merenggangkan otak dan otot. Kemudian ada pertanyaan? kapan adenya K! jeng-jeng saya sih merencanakan 2-3 tahun lagi tapi ya serejekinya. Lah wong satu aja saya kedodoran gimana dua. 

buat mamah-mamah muda lainnya gimana kalian mengatur waktu, boleh di share?

5 Februari 2016

Penggantian Kartu keluarga dan KTP Elektonik Kota Bekasi

Mengingat postingan saya yang ini dan ini kali ini saya tidak mau terjebak untuk yang kedua kalinya ya dong keledai aja ga mau jatuh ke lubang yang sama untuk ke dua kalinya.

Di sela masih cuti melahirkan yang cukup panjang (jangan ngiri yah saya dapet cuti hamil 6 bulan lamanya) selain mengurus si kecil saya kadang iseng beberes apa aja juga di beresin. Kebetulan nih beberapa waktu yang lalu ada edaran dari kelurahan tempat saya tinggal untukyang belum memperbaharui KTP segera bisa di perbaharui dengan KTP-Elektronik (KTP-El) yang sekarang berlaku seumur hidup.

Kalau saya sih sudah KTP-El sssttt tapi di statusnya masih belum kawin ahay itu sih alibi ga mau di ganti biar status single terus. Sementara KTP suami sejak pindah kesini masih edisi lama. Iseng-iseng ngobrol sama suami eh yuk kalau kita senggang mampir ke Dinas Kependudukan buat tanya-tanya. Nah kemarin setelah dari Samsat saya & suami mampir lah ke Dukcapil. 

Selain mau mengganti KTP saya juga mau memperbaharui Kartu Keluarga. Karena saat pengurusan Akte Kelahiran Kevia sudah dari tempat saya melahirkan jadi KKnya belum di tambah nama anak.

Di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kami dapat informasi lengkap mengenai apa saja yang perlu dilengkapi untuk proses penggantian dokumen diatas.

4 Februari 2016

Cara memblokir kendaraan yang sudah di jual di Samsat Kota Bekasi

Ceritanya tahun 2013 lalu adik ipar saya beli motor karena domisili dia masih luar kota untuk mempermudah pengurusan pengajuan di atas namakan saya kebetulan proses lebih mudah karena bank tempat saya kerja kerjasama dengan leasingnya.

Nah di tahun 2014 karena satu dan lain hal akhirnya motor tersebut di jual ke teman saya dan di tahun yang sama saya mau ambil satu motor lagi untuk keperluan akomodasi saya karena motor di rumah sudah terlewat jadul. Karena tidak mau kena pajak progresif mengurungkan diri untuk pakai nama saya. Waktu berlalu sempat ngobrol sama temen yang kerja di biro jasa menurut dia kendaraan yang sudah di jual bisa kok di blokir jadi kalau kita tidak mau kena pajak progresif.

Pajak progresif adalah pajak yang dikenakan bila kita memiliki kendaraan lebih dari satu baik roda dua ataupun roda empat.

Nah kebetulan kemarin pas banget saya harus ke samsat untuk bayar pajak kendaraan di rumah, mengingat motor yang di jual masih atas nama saya jadi sekalian saya mengurus blokir kendaraan tersebut.

Berikut syarat-syaratnya :
  1. KTP Pemilik
  2. Mengisi formulis surat pernyataan pemeblokiran
  3. Jika yang memblokir bukan pemilik wajib membawa surat kuasa dan ktp pemilik
  4. Materai 6000
Syarat ini berlaku di Samsat Kota Bekasi tapi saya rasa syarat begini umum sepertinya.
Prosesnya sangat mudah :
  1.  Ambil formulir fi lantai 1 Loket pengecekan Pajak Progresif
  2. Setelah diisi kembali ke loket tersebut untuk pengecekan apakah masih ada tunggakan pajak yang belum selesai.
  3. Dari situ kita akan dapat semacam print out bukti
  4. Langsung ke Lantai 3 di Loket Central Komputer serahkan Formulir yang sudah di isi 
  5. Kalau antrian sedang tidak ramai tidak sampai 5 menit kita sudah di panggil kembali dan di berikan tanda bukti bahwa No. Polisi kendaran kita sudah di Blokir.
  6. Selesai
Jadi mudahkan mengurusnya simple dan praktis.