19 Januari 2017

Melahirkan dengan Fasilitas BPJS

Saya lahiran pakai bpjs dicuekin.
Iya kemarin pakai bpjs duh bidannya cuek-cuek lahiran pagi siang sudah suruh pulang.
Pengen pakai bpjs tapi katanya kalau pakai bpjs dilayaninya alakadarnya.
dan banyak komentar lainnya perihal melahirkan dengan fasilitas bpjs.

---


Sejujurnya ketika hamil arkha kami agak keder dengan biaya melahirkan, mengingat tahun 2016 tahun resesi keuangan deh buat kami, sedang mencoba menabung lagi. Karena tahun 2017 pengeluaran kami pasti akan lebih banyak. Suatu ketika lagi ngobrol sama bidan posyandu beliau nanya "Mba Nuke punya BPJS kan pakai BPJS aja nanti lahirannya". Oiya ya selama ini kan BPJS saya ga pernah dipakai, berkat BPJS inilah kami tertolong.

Mulailah saya cari info melahirkan dengan BPJS termasuk gimana layanannya kepada beberapa ibu di posyandu yang juga pernah melahirkan dengan BPJS, ya itulah hampir komentarnya biasa saja alias lempeng. Lalu mikir lagi apa pakai pasien umum aja ya biar sama dokter karena kalau pakai BPJS hanya sama bidan. Ah tapi saya mencoba yakin saja deh toh bidan juga sudah terdidik di bidangnya untuk menangani kelahiran.

Syarat-syarat melahirkan menggunakan fasilitas BPJS :
1. Fotocopy BPJS
2. Fotocopy KTP Suami Istri
3. Fotocopy Buku Nikah
4. Fotocopy Kartu Keluarga
Masing-masing di buat 3 rangkap.


Ketika sampai di klinik kan saya sudah bukaan8 disitu saya langsung di tangani dengan baik sampai selesai semua bersih. Beberapa jam kemudian saya di pindah ke ruang rawat. Jatahnya BPJS dapat ruang rawat kelas 3, semua dilayani dengan baik dan selalu di dampingi bidan. Saat saya kesulitan menyusui awal pun mereka mngajari saya.

Keesokan harinya pun saya masih dilayani dengan baik dari mulai memantau kesehatan saya dan makanan. Saat pulang pun bu bidan mendampingi sampai saya masuk ke kendaraan. Menurut saya semua baik tidak ada yang mengecewakan. Jika ada yang kurag saya maklumi lah namanya juga di klinik bersalin fasilitasnya pun beda dengan rumah sakit besar yang lebih komplit.

Alhamdulillah ini rejekinya arkha kelahirannya dipermudah, penggunaan fasilitasnya pun dipermudah.

Jadi ga ada salahnya melahirkan dengan BPJS saya yakin kalau kitanya positif thinking insya allah semua baik.

18 Januari 2017

Lahirnya #adikuntukkevia

Rabu, 11/1/2017
Kontrol yang bisa di bilang kontrol terakhir ke SpOG. Cek USG dan lain-lain BBJ sudah  3.4kg.
"Pak & Bu ini paling lama 1minggu lagi lahir sudah diposisinya jadi ga sampai due date"
Siaga Satu. Due Date 31/1/2017.

Sabtu, 14/1/2017
Malem Minggu.
Entah kenapa ujug-ujug ngajak jalan berdua suami mumpung kevia lagi main sama tantenya. Belanja bulanan sama belanja beberapa perlengkapan melahirkan, perlengkapan bayi saya masih komplit punya kevia. HEMAT ye.

Minggu, 15/1/2017
Malem.
Packing barang lahiran sudah siap tapi entah kenapa malem ini saya pengen cek lagi beneran sudah komplit belum. Saya bongkar lagi lah itu tas cek satu persatu di rapihin dan Saya baru tidur jam 12 malem.

Senin, 16/1/2017
02.00 saya terbangun karena perut bawah mules selama semenit. Ah dipikir kontraksi palsu saya tidur lagi. Riwayat ngerasin induksi yang begitu kuat makanya kontraksi biasa gini mah kecil, yaelah gaya banget dah gw.

03.00 terbangun lagi dengan rasa yang sama
05.00 suami berangkat kerja, no heart filing soalnya mules hilang. Subuhan trus nemenin kevia tidur lagi.

07.30 kevia bangun. Saya mules dengan rasa yang sama sampai saya wa grup buibu baby july nanya kontraksi normal kaya gimana.
Selama mules ini saya masih mandiin kevia, nyuapin, main. Mules tapi ga saya rasa karena datang dan pergi.

10.00 kevia tidur seperti biasa saya ikut tidur.

11.00 kebangun kontraksi lagi dan jedanya makin pendek. Kata yang sudah pengalaman mulesnya di perut trus menjalar ke jalan lahir trus pinggang. Nah yang saya rasain ga begitu. Tapi berasa kaya ada yang mau ngedorong keluar dari jalan lahir.

12.00 saya telp suami bilang kok udah 10menit sekali sakit. Suami masih sempet nanya beneran mules apa kontrasi palsu kaya biasanya. Saya belum sempat telp mama karena beliau ada kegiatan di rw.

13.00 telp suami lagi minta dia pulang.
Kevia bangun & mama dateng. Jeda kontraksi sudah 7menit sekali dengan waktu 1menit. Saya sudah ga tahan akhirnya di bawa tiduran aja sambil main sama kevia, sambil mewek tiap kali kontraksi datang.

14.00 jeda sudah 5menit saya masih setia nunggu suami sampai rumah sambil nikmatin kontraksi yang mulai bikin lemes. Beneran lemes mana pagi tadi cuma sarapan seadanya doang lagi. Habeslah ini tenaga eike kalau bener mau lahiran kan mesti siapin tenaga ngeden.

15.00 suami sampai dia langsung pesan uber trus kami langsung ke klinik, saya udah ga kuat berkata-kata apalagi jalan deh. Kevia kami tinggal sama mama. Mas uber dengan baik hati bantuin masuk ke mobil. Ngimpi apa dia hati  dapet penumpang mau lahiran.
Perjalanan yang harusnya 10 menit sampe jadi berasa luamaaa bener. Pas kontraksi hilang masnya saya suruh ngebut.

Sampai di klinik langsung di larikan ke ruang bersalin cek VT setelah kontraksi reda. Jeng jeng bidan bilang sudah bukaan 8 bu.

Singkat cerita ga sampai 15menit bukaan komplit. Tapi kepala masih di atas, pasang kateter ngeluarin semua urine kemudian ketuban byar dipecahin. Seketika itu kepala turun.

Ngeden Part 1 Failed
Ngeden Part 2 Byar Alhamdulillah baby keluar udah ga mikirin seberapa besar robekan perinium.

IMD si bayik malah pules, sementara perinium di jahit. Yang bilang di jahit ga sakit sini suruh cobain dulu biar kata udah di anestesi tetep aja itu jarum sama benang berasa banget cekit-cekit.

16.35 WIB.

Sejam kemudian semua beres dan bayi baru diangkat dari dada saya. Untuk timbang dll. Baru di serahkan kembali ke saya. Surprise karena BBnya 3.6kg dalam 5hari sejak kontrol akhir naik 2ons pantesan ngedennya butuh tenaga karena kevia dulu cm 3kg. Ga kebayang kalau sampai due date bisa 4kg.

Berarti perkiraan dr. Adji beneran tepat lahirnya ga sampe seminggu lagi.

Welcome to the world
ARKHA...

17 Januari 2017

Rayyandra Arkha Wahyu

Alhamdullilah,

Telah lahir putra kedua kami melalui proses normal.

Rayyandra Arkha Wahyu

[ Arkha ]

RB Guci Medika Rawa Lumbu Bekasi
Senin, 16 Januari 2017
Pukul 16.35
Berat 3600g
Panjang 50cm

Semoga menjadi anak sholeh, berbakti kepada orang tua dan taat kepada Allah SWT & RasulNya.
Kami yang berbahagia
Yudi, Nuke & Kevia

3 Januari 2017

2017

Assalamualaikum,
Catatan ini buat pengingat saya aja sih.

Seperti biasa banyak cerita di 2016. Buat saya tahun lalu itu tahun yang cukup dengan perjuangan banget.

Januari.
Setelah 6bulan cuti melahirkan akhirnya keputusan terakhir saya mesti berhenti kerja, kenapa?
Salah satu alasannya sudah pasti kevia karena ga ada yang jaga dia dan saya cenderung kurang percaya kalah harus meninggalkannya dengan pengasuh. Sempat terfikir untuk di daycare tapi budget untuk daycare kok ya lumayan. Ya sudahlah saya pasrah, rejeki bisa di cari dimana saya tapi perkembangan anak tidak bisa di ulang.

Februari - Maret
Menikmati hari-hari dirumah bersama kevia.
Agak bosan awalnya karena saya terbiasa keluar rumah namun makin lama makin terobati, kalau sedang jenuh sesekali saya menitipkan kevia sama eyangnya kemudian saya keluar bertemu dengan teman-teman atau sekedar datang ke undangan blogger.

April
Pindahan.
Kami dapat kontrakan dekat rumah ortu saya. Alhamdulillah tempatnya baru, bersih dan pastinya nyaman untuk kami bertiga.
Kenapa pindah?
Kami pengen tinggal sendiri aja, pengen lebih memiliki privasi namanya juga berkeluarga sepertinya lebih enak tinggal sendiri di banding sama ortu.

Mei
Hamil lagi.
Penghujung mei kami dapat surprize saya hamil lagi. Jujur antara senang dan sedih campur aduk. Apalagi ortu saya yang kurang setuju kalau kami punya anak dengan jarak terlalu dekat. Akhirnya berita ini kami simpan baik-baik sampai tiba waktunya kami memberitahukan ke khalayak ramai.

Juni
Puasa.

Juli
Setelah sekian lama tidak pulang ke kampung halaman ini untuk pertama kalinya kami sekeluarga menghabiskan 33jam dalam perjalanan ke kampung halaman.

Agustus
Suami pindah tugas ke cabang baru.

September - Oktober
Finally ortu tahu akan hadirnya cucu kedua.

November
Helo boy, Alhamdulillah sepasang.

Desember
Tahun ini cukup berat, terutama keadaan finansial ternyata single income itu menguras pikiran juga ya. Walau saya suka dapat rejeki dari beberapa kerjaan freelance atau jualan tapi tetep saja tidak seenak ketika masih bekerja.
Sabar semua ada waktunya, ada kala di atas ada kala di bawah. Semoga di tahun yang baru semua bisa lebih baik.

Selamat menyongsong 2017.

Trimester Ketiga [Hamil Kedua]

Assalamualaikum,

Hari ini sudah 37w6d
Trimester ketiga, saya banyak melewatkan cerita kehamilan karena emang rasanya nano-nano belum lagi kesibukan ngurusin rumah plus kevia yang makin hari makin aktif.
Ini aja masih mikir gimana fighting ngurus dua bocil.

Rabu kemarin baru kontrol lagi ke dokter. Hamil kedua ini mah kontrol dokternya rada preman deh, ga serajin pas hamil kevia dulu yang penting semua ok.

Hasil USG posisi sudah baik, dokter pun bilang ini sudah siaga 1 jadi kapan saja bisa keluar nih si adik. Saya juga berharapnya segera lahiran sih sudah berat cin perut. Tinggal nunggu mules aja bu perhatiin gerakan janin sama cairan yang keluar dari vagina aja.

Oke sip. Setelah kunjungan ke dokter kemarin saya juga udah lebih lega lebih tenang, walau ga memungkiri biar anak kedua yang namanya ngadepin lahiran pasti nervous apalagi pengalaman anak pertama yang di induksi rasanya super duper aduhai mulesnya.

Kontraksi palsu...
Beda yang pertama sama ini dulu saya jarang ngerasain kontraksi palsu. Kalau sekarang sejak masuk trimester tiga hampir sering ngerasain deh tuh ngerasain apalagi kalau malam hari tiba.

Rasa yang lain sih masih sama pinggang linu dan semua badan bisa jadi linu kalau kecapean.

Tinggal berdoa aja semua dilancarkan jadi bisa segera bertemu #adikuntukkevia.

Salam