19 Agustus 2017

RUMAH SAKIT RAWA LUMBU BEKASI TIDAK AMAN

Anak kedua saya Rayyandra pada tanggal 11-17 Agustus 2017 lalu di rawat di Rumah Sakit Rawa Lumbu Bekasi di Ruang NS3-201A yang merupakan Ruang Kelas 1 dari RS tersebut. Sebelumnya saya sudah beberapa kali dengar tentang reputasi RS ini dari berbagai orang namun dengan segala pertimbangan akhirnya saya tetap memilih disini karena lokasi RS ini ada di Komplek kediamanan saya jadi aksesnya lebih mudah dan cepat.

Dokter menjadwalkan pulang tanggal 16 Agustus 2017 namun karena anak saya masih harus observasi jadi kepulangan di tunda sampai keesokan harinya dan pada tanggal 16 tersebut infus di anak saya sudah dilepas. Saya juga seharusnya komplain soal infus karena batas maksimal infus pada satu tempat harusnya 3 hari karena takut terjadi infeksi tapi sampai hari ke 5 infus di tangan anak saya baru di lepas sehingga menyebabkan dia demam dan agak bengkak di tangan. Kalau soal ini saya belum jelas mengenai SOP RS ini.

Pada Tanggal 17 Agustus 2017 pagi saya kaget karena saya kehilangan ponsel saya yang saya letakan di tempat tidur di dekat saya. Ini kronoogisnya :

16 Agustus 2017 23.16
Terakhir kalinya saya buka ponsel sebelum saya tidur. Malam ini saya jaga di temani adik saya, kami masih ngobrol sampai pukul 23.30 di luar masih ramai suster ngobrol karena ruangan saya dekat dengan meja suster. Sebelum kami tidur adik saya mencas ponselnya lalu dia letakan di atas meja di sebelah saya tidur, sedangakan seperti biasa ponsel saya letakan di bed dekat dengan saya tidur. Malam-malam sebelumnya saya selalu menyalakan alarm per 30 menit atau 1 jam untuk memantau infus anak saya namun karena malam ini sudah lepas infus saya hanya menyalakan alarm subuh. Memang setiap malam ada suster jaga yang kontrol dan saya selalu melihat mereka masuk walaupun saya setengah tidur.

17 Agustus 2017 04.00
Alarm ponsel adik saya bunyi saya sempat bangun dari tempat tidur untuk mematikannya posisi masih di atas meja dan ponsel saya pun masih di tempatnya.
04.30 Adik saya bangun mengambil ponselnya dan dia masih lihat ponsel saya masih berada di tempatnya.

04.30 – 05.30 Saya sudah terjaga namun tidak beranjak dari tempat tidur karena sedang menyusui anak saya jadi saya tahu ada atau tidak orang yang masuh pada jam tersebut.

05.30 Seperti biasa petugas catering mengatarkan sarapan pagi. Saya bilang letakan saya di atas meja mas, karena saya sedang menyusui jadi saya tidak beranjak posisi saya membelakangi meja.

06. 00 Suster datang untuk cek suhu, saya bangun dan duduk di dekat meja. Seharusnya ponsel saya kedudukan tapi kok tidak terasa. Saya langsung beranjak takut ponsel saya jatuh atau terselip, meminta adik saya untuk miscall tapi sudah tidak bisa di hubungi. Mencoba untuk tetap tenang saya langsung lapor ke meja suster.

Menunggu beberapa menit sampai pihak keamanan dan manajemen RS datang saya laporkan semua kronologisnya, saya meminta rekaman CCTV karena saya lihat di depan kamar saya ada CCTV namun pihak RS berkata bahwa CCTV tersebut sudah lama tidak beroperasi karena rusak.

Saya meminta ditemukan dengan petugas yang masuk ke kamar saya namun mereka tidak mengindahkan permintaan saya sampai saya harus berdebat cukup panjang. Akhirnya saya nekat menemui petugas tersebut dan menanyakan beberapa hal yang menurut dia, dia masih melihat ponsel saya dan dia tahu persis ciri-ciri ponsel saya padahal saya sendiri belum memberi tahu persis ponsel saya seperti apa.

Lagi-lagi saya harus berdebat dengan pihak RS saya merasa mereka memproses semua terlalu lama, bahkan mereka sempat memberi tahu kalau sudah menggeledah tapi tidak menemukan ponsel, kok ya geledah tanpa menghadirkan korban. Sudah pasti si maling lebih lihai bisa saja ponsel saya sudah dia pindah tangankan ke orang lain. Memang semua barang menjadi tanggung jawab pasien dan keluarga tapi kan kamar pasien juga pribadi yang bisa masuk tentunya petugas dengan ijin rasanya mustahil kalau ada pengunjung atau penghuni kamar lain yang berkeliaran di area kamar masuk kekamar orang lain di pagi hari seperti itu. Pihak RS sendiri tidak berani mengkonfrontir saya dengan pihak-pihak terkait kasus ini saya hanya ditemukan dengan pihak keamanan dan manajeman RS. Pihak RS menanyakan waktu malam ada tidak orang masuk atau pengujung atau apalah saya bilang kalau kejadian itu malam atau sebelum adik saya mencabut ponselnya kenapa ga sekalian aja ambil ponsel adik saya yang jelas-jelas lebih mudah di ambil.

Sampai detik ini tidak ada satu pun Follow up dari pihak RS. Ya memang mustahil untuk mengharap ponsel kembali tapi paling tidak ada tanggapan dari RS tanpa saya harus menunggu lama. Hasil investigasi acak kejadian seperti ini sudah sering terjadi tapi nampaknya pihak RS tidak belajar dari pengalaman padahal mereka bisa memperketat pengamaman dengan menambah personil dan memasang intalasi CCTV di setiap sudut Rumah Sakit. Saya sendiri yang tadinya percaya dengan RS ini dengan kejadian ini saya jadi ragu. Sayang sekali padahal untuk jasa medisnya mereka sudah cukup baik walau belum di angka memuaskan.


Terima Kasih 

11 Juli 2017

27 Mei 2017

Ramadhan #1 [puasa & menyusui]

Ketemu dengan bulan Ramadhan lagi, sudah 2x Ramadhan saya melewatkan untuk berpuasa tahun 2015 saya lagi hamil besar kevia waktu itu lagi nunggu due date pulak karena perkiraannya pas hari raya memilih ga puasa karena perut udah gede bener dan sudah sering kelelahan. Kemudian 2016 kemarin kembali dikasih rejeki hamil lagi kali ini hamil muda mencoba puasa tapi karena masih hamil muda jadi sering kliengan dan mual, alhasil banyak bolongnya. Apapun itu di ajaran agama saya tidak memaksakan ibu yang sedang hamil atau menyusui untuk berpuasa.

Tahun ini 2017 eitss bukan hamil lagi lho, udah cukup sepasang aja. Tahun ini saya masih menyusui masih asi exclusive untuk arkha. Niatnya puasa dengan berbekal suplemen tambahan jus kurma yang lagi hits di seantero ibu-ibu jagat dunia persosmedan di kalangan ibu hamil dan menyusui. Selain suplemen tambahan pastinya asupannya juga harus bergizi ya.

Hari pertama ini akhirnya KO.
Gimana ga lemes, sahur aja enggak alias bablas, ckckck baru sahur hari pertama aja udah bablas. Coba gimana ga bablas kalau semalaman si kakak rewel plus nangis terus baju tidur rasanya eh sayup-sayup denger adzan subuh bablas deh.

Bangun tidur rasanya tenggorokan susah kering, dikuat-kuatin ternyata malah kliyengan (nyeduh teh manis deh). Failed deh hari pertama.
Untuk besok sudah sedia air kurma, semoga ga bablas lagi sahurnya.

Happy fasting.

23 Mei 2017

WEEKEND STORIES : Berbagi Tugas

Sebagai ibu yang mempunyai anak dua plus masih kecil-kecil kadang waktu 24jam aja berasa kurang, belum ini belum itu iye padahal kalau anak-anak tidur saya lebih milih ikut tidur daripada nanti mereka sudah bangun lagi saya malah ga bisa istirahat. Ya setengahnya sih kalaj anak-anak tidur 2jam saya 1jam saja cukup yang penting badan rebahan sisanya nunggu anak bangun bisa saya sambi yang lain termasuk rumpi di whatsapp sama temen-temen.

Segitu sempitnya waktu dan ga bisa ninggalin anak-anak setahun kebelakang saya banyak melewatkan acara-acara menarik (beuh udah berasa blogger kece aja gw, yang penting pede). Nah belakangan saya kangen nih dateng ke acara parenting atau sejenisnya. Kebetulan kemarin kepilih di acara salah satu produk diapers bayilah dan boleh bawa anak-anak. Setelah konfirmasi saya bisa hadir jeng jeng papanya anak-anak mendadak sabtu harus ke kantor, mikir keras dong belum sanggup saya bawa dua sendirian. Dititip sama eyang ga mungkin karena sabtu eyangnya ada acara, mau ajak adik saya dia lagi ada test.

Saya udah galau mau batalin tuh tapi pengen dateng, selain saya juga pengen jalan-jalan karena lama ga keluar rumah. Karena suami tahu banget saya lagi pengen refreshing akhirnya kami putuskan kakak ikut papa ke kantor, ade ikut mama ke acara kita berangkat bareng besok.

Keesokan harinya,
Peralatan tempur udah saya siapin dari semalam, kita siap-siap daripagi kakak senengnya bukan main mungkin dia butuh piknik juga. Kami berangkat bareng pakai taxi online ngedrop ke kantor papa abis itu anterin saya.

Rencana sih kalau di kantor papa ga sampai sore kita mau jalan-jalan dulu terus pulangnya ngakak kakak naik krl lagi ternyata rencana tinggal rencana kerjaannya baru selesai jam 6 saya udah bosan nunggu termasuk si kakak juga udah bosan daritadi mati gaya ga tau mau ngapain lagi. Karena sudah malam ya akhirnya kita pulang aja deh.

Berbagi tugas,
Inilah yang biasa kami lakukan kalau weekend saya full pegang si adek dan suami pegang si kakak, karena kakak kalau papanya libur juga apa-apa maunya sama papa, mamanya mah ga laku. Urusan rumah biasa tetap saya yang kerjakan kalau memasak biasa libur sih bagian suami yang masak hahaha. Setidaknya keriwehan weekday bisa agak berkurang kalau weekend tiba.

2 Mei 2017

WEEKEND STORIES : Long Weekend

Sudah lama vacuum ga ngisi cerita weekend stories ala saya nih. Ya beginilah kehidupan emak-emak beranak dua dengan jarak dekat, saya cuma bisa bilang SERU kata orang gapapa repotnya sekarang nanti kalau sudah besar-besar pasti kerepotan ini jadi kenangan indah.

Hello Long Weekend...
Buat saya setiap ada long weekend itu sangat menyenangkan berasa ada dewa penolong akan datang. Angan-angannnya saya bisa sedikit selonjoran tapi kan kenyataan tak seindah angan-angan hahaha.

Bulan april lalu memang penuh dengan tanggal merah kalau orang-orang sudah sibuk merancang liburan sebelum terima kalender 2017 beda halnya dengan saya mungkin saya udah lupa rasanya liburan, karena satu dan hal lain yang tadinya tahun ini saya dan keluarga ingin liburan jadi harus dibatalkan sampai jangka waku yang belum ditentukan. 

eits jangan sedih liburan tidak mesti pergi kemana-mana kok stay dirumah cari kegiatan yang menyenangkan pun bisa. Setidaknya saya mau mengajarkan itu sama anak-anak kelak malah kalau bisa liburan yang menghasilkan. Minggu lalu rencana ada arisan keluarga tapi karena saudara saya ada yang sakit jadi di undur dulu enggak jadi deh ngajak di kakak main. 

Hasilnya demi memenuhi janji ke kakak mau jalan-jalan kami ajak aja ke supermarket dekat komplek untuk belanja bulanan. Ini belanja bulanan pertama saya setelah beberapa bulan saya libur ke supermarket sejak melahirkan yang kedua, di gantikan sama suami yang saya bawain catetan apa aja yang mesti di beli dan ngingetin kalau selalu liat lagi ada promo apa saja (ini penting buat emak-emak). Kali ini kami pergi berempat memanfaatkan jasa taxi online yang lagi ngasih promo 50% lumayan. Si kakak yang biasa langganan menemani kami belanja bulanan pun seneng banget sibuk ngambilin semua barang, kalau si ade tetap tidur pulas di gendongan. Berhubung bawa dua anak plus rame banget alhasil kilat deh.

Sorenya kami nyempetin main ke rumah om yang nengokin si mbah saya yang berarti mbah buyutnya anak-anak. Perginya motoran aja orang rumahnya juga deket dari rumah. Kevia ikut di bonceng sama adik saya, pastinya si mbah seneng banget dikunjungi cicit-cicitnya.

Begitulah sepenggal kisah weekend kali ini

26 April 2017

Tips memilih popok sekali pakai yang tepat untuk bayi baru lahir

Assalamualaikum.

Hi bunda, mamy, ibu, umi, mama. Seneng sekali saya bisa nulis lagi, setelah rehat karena belajar menyesuaikan diri mengurusi dua anak sekaligus. Maklum dengan jarak 18bulan tentunya saya cukup kerepotan dirumah, jadi mesti banyak adaptasi lagi dibidang per-ibu-an.

Hari ini saya pengen banget sharing tentang popok si kecil nih, mam. Semua gara-gara belum lama ini saya dibuat galau sama popok bayi. Awalnya kan saya pakein bayi saya popok kain ya, tapi karena musim hujan dan mesti kejar-kejaran nyuci popok dari situ saya berubah haluan deh untuk pake popok sekali pakai.

Karena alasan itulah saya pengen sharing pengalaman saya waktu milih popok sekali pakai. Dibawah ini adalah hal-hal yang saya perhatiin waktu memilih popok bayi sekali pakai.

1.       Gampang dicari
Maksud saya gampang dicari adalah popoknya banyak dijual di pasaran. Mulai dari warung kelontongan, mini market, sampai mall besar sekalipun. Jadi, kalau kemungkinan kita kehabisan popok malem-malem pas malas keluar, kita tidak perlu jauh-jauh ke mall, beli di warung atau mini market juga tidak masalah.

2.       Bahannya lembut
Bahan yang lembut ini penting banget, Karena akan mempengaruhi kenyamanan si bayi saat beraktivitas. Popok yang berbahan lembut akan meminimalisir kulit bayi terkena iritasi dan bayi kita juga akan jarang rewel gara-gara popoknya bikin gak betah gerak.

3.       Daya serap tinggi
Mam, tahu kan kalau bayi yang baru lahir itu bisa pipis sampe 20x sehari. Kalau popok yang dipakai tidak punya daya serap yang cepat dan tinggi maka pasti sulit menjaga kelembabannya. Dengan daya serap tinggi juga bisa mencegah kebocoran karena bisa menyerap pipis berkali-kali sehingga bisa dipakai dalam waktu lama.

4.       Lapisan yang punya sirkulasi udara yang bagus
Popok yang bagus menurut saya salah satunya adalah popok yang punya aerasi atau perputaran udara yang bagus, jadi anak bisa tetap nyaman meskipun sudah pipis beberapa kali didalam 1 popok.

5.       Ban pinggang yang nyaman
Satu lagi nih yang menurut saya penting buat kita perhatikan waktu mau milih popok. Buat bayi yang baru lahir pusarnya kan masih sensitif tuh, jadi kita mesti pakaikan dia popok yang ban pinggangnya nyaman dan berlekuk. Hal ini berfungsi untuk melindungi pusar bayi yang belum sembuh.

6.       Meminta saran dari orang terdekat
Testimoni  menurut saya juga penting, karena dari situ kita bisa tahu produk yang kita pilih apa udah kebukti bagus atau tidak. Testimoni dari orang-orang adalah salah satu faktor penting buat menentukan apakah kita harus coba pakai produk tersebut atau tidak.


6 hal diatas menurut saya sangat penting untuk diperhatikan waktu memilih popok bayi sekali pakai, apalagi kalo bayinya masih newborn, masih sensitif sekali kulitnya. Saya sendiri sebelum sekarang pakai MamyPoko Extra Dry Newborn, sempet beberapa kali ganti popok karena tidak langsung cocok. Saya pakai mamypoko juga karena dapet saran dari saudara-saudara yang setiap punya bayi pasti pakai popoknya dari Mamypoko. Jadi bisa dibilang mamypoko ini udah dipercaya keluargaku dari generasi ke generasi.

Sampai akhirnya pakai MamyPoko Extra Dry Newborn karena bayi saya nyaman pakai ini, jarang rewel dan nyaman dipakai dalam waktu lama. MamyPoko Extra Dry, punya lapisan bergelombang yang bisa menyerap banyak dan mengunci pipis di dalam, jadi keringnya tetap terjaga. Sirkulasi udaranya bagus karena lapisannya berpori, sehingga panas dan lembab bisa terlepas dan kulit si Kecil bebas iritasi dan ruam.

Jadi seneng kalau bawa bayi saya jalan-jalan keluar rumah dalam waktu lama, bisa betah beraktivitas tanpa nangis kejer karena popoknya bikin iritasi atau gerah.

Btw, Mamypoko juga punya popok yang khusus untuk bayi prematur loh. Ukurannya menyesuaikan ukuran tubuh baby yang lahirnya prematur. Jadi, tidak perlu bingung lagi deh buat mamy yang punya bayi baru lahir tapi prematur. Sangat menolong kalau menurut saya Mamypoko ini.

Oh iya, mam. Selain hal-hal diatas, waktu milih popok biasain juga buat cari testimoni dari teman atau keluarga yang pernah pakai. Kalau memang testimoninya bagus, tidak ada salahnya untuk dicoba. Seperti saya kemarin, banyak nanya sama keluarga dan temen-temen.

Segitu aja deh sharing dari saya, kalo mamy mau nambahin cerita atau pengalaman lain juga boleh loh. Yuk kita diskusi disini.

19 Maret 2017

Tips Kondangan dengan Bayi & Toddler

Assalamualaikum.
Sudah lama ga ngisi blog nih, kali ini saya mau sedikit cerita pengalaman kondangan pertama kali bawa dua anak saya, si kakak yang lagi aktif-aktifnya dan si adik yang baru berusia 2bulan.

Jadi sejak akhir 2016 sahabat saya yang satu ini sudah pengumuman kalau dia mau melangsungkan pernikahannya Maret 2017. Kala itu berfikir syukurlah saya sudah lahiran anak kedua bulan itu tapi kan usianya masih sangat kecil apa mungkin di bawa kondangan mengingat waktu si kakak saya baru bawa dia keluar rumah jauh itu usia 6bulan dan saat itu ada aturan dari ibu saya kalau mau bawa anak ya nanti kalau sudah 1th. Luaaamaaa amatt..

Lalu tibalah tanggal saatnya harus hadir ke pernikahan sahabat saya ini. Galau? Iya pasti dateng ga dateng ga dateng ga. Saya sampai nanya ke temen-temen pengalaman bawa bayi kondangan gimana. Akhirnya saya putuskan okelah kita hadir aja sekalian itung-itung jalan-jalan karena sejak lahiran adek dan selesai nifas saya juga belum kemana-mana kecuali kontrol ke klinik atau sekedar belanja ke mini market depan gang rumah.

Beberapa hari sebelum acara saya sampai bikin list apa aja yang harus di bawa, serius udah kaya mau pergi liburan ya kan perginya juga masih pakai angkutan online kalau pakai kendaraan sendiri mungkin lebih enak semua tinggal masuk ke mobil.

Ini beberapa tips dari saya :
Siapkan Diapers Bag kondangan sama bocah mah ga usah berangan-angan bawa clutch yang kece deh. Isi Diapers Bag baju, diapers, tissu basah & kering, minyak telon, parfum, selimut kecil/alas untuk ganti popok, nursing cover, plastik buat jaga-jaga kalau mesti taro baju basah. Berhubung kakak masih minum susu jadi saya bawa botol susu plus termos kecil. Saya sendiri juga bawa baju ganti in case baju yang saya pakai kotor kena makanan atau lainnya.

STROLLER.
Bawa bayi usia 2bulan masih banyak tidur jadi selesai disusui dia kenyang ya tinggal taro di stroller.

BABY CARRIER alias GENDONGAN.
Kalau ini untuk jaga-jaga si kakak tidur juga pas masih disana jadi bisa tetep di gendong dengan nyaman, yang gendong udah pasti papanya lah hehehe berbagi tugas.

Sebetulnya menurut saya dengan jarak usia yang cukup dekat kaya anak-anak saya ini enak kalau punya stroller tandem, makan tempat sih tapi paling ga mereka bisa tidur nyaman di stroller sepanjang acara. Besok kalau liburan kita sewa aja stroller tandem ya nak.

SELIMUT & BANTAL KECIL.
Kalau yang ini buat adek tidur di stroller.

Pakaikan pakaian yang nyaman untuk anak-anak. Kemarin si kakak saya pakaikan dress ringan plus sepatu yang ringan juga jadi dia leluasa gerak kemana-mana. Kalau si ade mah pakai jumper udah paling enak deh.

Untuk si kakak.
Karena acara kemarin itu resepsi malam jadi saya memastikan si kakak tidur cukup siang harinya supaya saat sore di ajak jalan dia ga lesu atau crangky karena ngantuk pastikan juga dia kenyang. Plus jangan lupa bawain cemilan kesukaan biar kalo dia udah rese tinggal sodorin cemilan anteng.

Untuk si adek.
Sepanjang perjalanan berangkat saya susui dia sampai kenyang lalu tidur. Walau kenyataannya sampai sana dia minta disusui lagi dan saya mesti ngumpet karena ade rupanya belum terbiasa di tutupi pakai nursing cover jadi dia malah gelisah (harusnya gw latihan dulu kemarin di rumah).

Untuk Saya (Ibu Menyusui).
Pakai baju yang busui friendly, kalau kalian dapet seragam ya dijahit dengan akses menyusui yang mudah. Kemarin saya pakai kebaya model kutu baru yang di buat supaya mudah untuk menyusui.
Pakai alas kaki yang nyaman. Kemarin sih saya pakai sepatu dengan hak hanya 5cm itu juga kaki udah mau copot rasanya pegel banget mungkin karena lama ga pakai heels kali ya, faktor usia juga kali hahaha.. udah kalo biasa pakai flat shoes mah ga usah gegayaan pakai heels.

Satu lagi...
Kitanya harus happy & tenang, percaya deh anak-anak juga jadi ikutan happy kalau emaknya happy. Iya sih kemarin saya seneng banget akhirnya bisa jalan keluar rumah agak jauh plus reunian sama temen-temen lama. Si kakak yang nurut dan ga sepecicilan biasanya dan si ade yang tidur nyenyak di stroller sepanjang acara sampai pulang.

Jadi kalau setelah ini mau jalan-jalan lagi saya udah ga galau lagi deh bawa anak-anak.

Salam.

21 Februari 2017

Surat Untuk Kakak Kevia [1]

Siapin tissu.
Bakalan mrebes mili.

Teruntuk kakak kevia.
Semoga kelak jika kau besar nanti blog abal-abal mama ini bisa kamu baca buat mengenang masa kecil kamu.

Sebulan lebih sudah setiap malam saya meninggalkan kevia tidur dengan papanya karena sejak kami pindah kevia sama sekali ga mau tidur kalau di rumah eyang. Ya sebulan lebih sejak saya melahirkan arkha dari rs saya kembali ke rumah mama, saya pikir karena saya belum fit benar saat itu kalau ada mama hati lebih tenang karena ada yang bantu. FYI rumah saya dan mama hanya beda beberapa rumah. Praktis sejak saat itu semua jadwal saya dan kevia sehari-hari yang sudah biasa kami terapkan jadi berantakan. Jam tidur kevia pun berkurang karena lagi-lagi kevia susah tidur kalau di rumah eyangnya, entah kenapa. Dia baru tidur kalau sudah lelah bermain dan kadang itupun disertai dengan kerewelan. Perhatian ke kevia pun jadi terbagi dengan adiknya. Beruntung dia ga jeles ngerti kalo mama sama adek dia main sendiri nanti kalo mama sudah selesai ngurusin ade baru main sama dia.

Jadi setiap pagi sebelum papanya baerangkat kerja kevia diantar ke saya atau sebaliknya saya yang ambil kevia ke rumah. Malamnya setelah papanya pulang kerja dijemput kembali sama papanya untuk pulang. Belakangan dia jadi makin lengket sama papa, apa-apa papa bahkan sempat menangis memelas nyari papa padahal cuma di tinggal papanya mandi.

Saya jadi suka ngerasa bersalah.
Tiap kali meluk dia saya pasti pengen meneteskan air mata sambil bilang sabar ya kak nanti pasti kita kumpul berempat. Buat saya dia selayaknya anak kecil yang hobi mengeksplor segala macam, kalaupun dikasih tahu belum ngerti ya wajar usianya baru genap 19bulan ngajarinnya juga harus pelan-pelan. Inilah yang bikin saya rindu rumah, ingin segera pulang ke rumah. Biar kevia tenang bisa main jadwal tidurnya ga berantakan. Ga perlu denger dia di marahin sama eyangnya. (Maaf ya Ma) yang kadang bikin saya pengen nangis padahal saya sendiri berusaha menahan amarah kalau lagi kesel. Karena kunci mengasuh anak ya sabar lapang dada kalau emosi yaudah bubar.

---

Ka, mama tahu kamu anak jagoan anak hebat yang mampu melewati segala halang rintang. Maaf ya kak diusiamu yang masih kecil kamu sudah harus berbagi perhatian dengan adikmu, mama berusaha tetap adil sama kalian berdua. Sabar ya nak kalau dari kecil kamu sering denger omelan atau ocehan, semoga itu bikin kamu tambah kuat kelak. Kalau di rumah eyang yang anteng, yang nurut.

Ka, selebihnya makasi sudah sayang sama ade walau kadang iseng.

Kelak jika kakak dewasa jadilah wanita tangguh yang tetap berdiri kuat jika di terjang badai. Mama papa sayang kakak, semaksimal mungkin  kami memenuhi kebutuhanmu walah kami tahu kami belum bisa memberikan yang maksimal seperti teman-temanmu.

Kami sayang kakak kevia, kita berjuang bersama ya kak.

7 Februari 2017

Rindu Rumah

Rumah dimana sebuah kisah dimulai...
Sejak melahirkan Arkha sampai sekarang saya masih kembali ngungsi di rumah mama. Dikarenakan kondisi badan pasca melahirkan itu sungguh pegel linu ga karuan, kaku kaya lama ga gerak. Mau ga mau saya butuh bala bantuan mama, yang paling bikin saya ga bisa pecicilan sendiri itu luka jahitan perinium udah di epistomi sobek pula komplit deh. Dan untuk pulih kembali paling ga butuh waktu cukup lama.
Sudah 3minggu berjalan...
Saya mulai rindu rumah, rindu kamar kami, rindu suasananya. Walau rumah kami imut-imut tapi nyaman di dalamnya.

Ingin segera bisa pulih kembali supaya bisa kembali ke rumah bersama anak-anak.

Mulai cerita baru
Ritme hari-hari yang baru

1 Februari 2017

[kevia] 18 bulan

Sudah lama tak bercerita tentang kevia,
Tentang bagaimana perkembangannya.

Kevia yang diusianya 18bulan sudah menjadi kakak. Usia yang seharusnya masih harus mendapat perhatian full dari kedua orang tuanya tapi dia harus berbagi.

Bisa berjalan.
Kami sempat galau karena kevia tak kunjung bisa jalan sendiri juga, maunya di titah dari dua tangan sampai satu tangan dan ga pernah mau jalan sendiri. Sementara sudah 18bulan, bulan maksimal perkembangan anak untuk bisa berjalan sendiri.

Jeng jeng.
Dan akhirnya satu hari setelah adiknya lahir tanpa di duga si kakak bisa berjalan sendiri. Betapa senangnya kami setelah ditunggu lama.
Sekarang kami mulai lelah tapi senang mengawasi kakak jalan kesana kemari.

Bisa pakai sedotan.
Ini nih saya ngajarinnya juga agak lama dari sedotan air mineral yang kicik sampe sedotan gede bocahnya ga mau nyedot-nyedot juga.
Akhirnya saya bodo amat dah tar juga bisa, walau sudah fasih minum pakai gelas tapi agak pr juga kalah lagi diperjalanan kudu minum pakai gelas, enak sodorin sedotan.

Sampai suatu ketika kevia bisa mengucapkan kata "om" diajarin sama om'nya nah mungkin buat ngucapin om itu mulut kan kaya nyedot beberapa hari kemudian minum air mineral pakai sedotan bisa lho dia. Semua karena om.

Yang saya inget itu aja.
Emak-emak lvl lagi sibuk ngurus dua bocil

19 Januari 2017

Melahirkan dengan Fasilitas BPJS

Saya lahiran pakai bpjs dicuekin.
Iya kemarin pakai bpjs duh bidannya cuek-cuek lahiran pagi siang sudah suruh pulang.
Pengen pakai bpjs tapi katanya kalau pakai bpjs dilayaninya alakadarnya.
dan banyak komentar lainnya perihal melahirkan dengan fasilitas bpjs.

---


Sejujurnya ketika hamil arkha kami agak keder dengan biaya melahirkan, mengingat tahun 2016 tahun resesi keuangan deh buat kami, sedang mencoba menabung lagi. Karena tahun 2017 pengeluaran kami pasti akan lebih banyak. Suatu ketika lagi ngobrol sama bidan posyandu beliau nanya "Mba Nuke punya BPJS kan pakai BPJS aja nanti lahirannya". Oiya ya selama ini kan BPJS saya ga pernah dipakai, berkat BPJS inilah kami tertolong.

Mulailah saya cari info melahirkan dengan BPJS termasuk gimana layanannya kepada beberapa ibu di posyandu yang juga pernah melahirkan dengan BPJS, ya itulah hampir komentarnya biasa saja alias lempeng. Lalu mikir lagi apa pakai pasien umum aja ya biar sama dokter karena kalau pakai BPJS hanya sama bidan. Ah tapi saya mencoba yakin saja deh toh bidan juga sudah terdidik di bidangnya untuk menangani kelahiran.

Syarat-syarat melahirkan menggunakan fasilitas BPJS :
1. Fotocopy BPJS
2. Fotocopy KTP Suami Istri
3. Fotocopy Buku Nikah
4. Fotocopy Kartu Keluarga
Masing-masing di buat 3 rangkap.


Ketika sampai di klinik kan saya sudah bukaan8 disitu saya langsung di tangani dengan baik sampai selesai semua bersih. Beberapa jam kemudian saya di pindah ke ruang rawat. Jatahnya BPJS dapat ruang rawat kelas 3, semua dilayani dengan baik dan selalu di dampingi bidan. Saat saya kesulitan menyusui awal pun mereka mngajari saya.

Keesokan harinya pun saya masih dilayani dengan baik dari mulai memantau kesehatan saya dan makanan. Saat pulang pun bu bidan mendampingi sampai saya masuk ke kendaraan. Menurut saya semua baik tidak ada yang mengecewakan. Jika ada yang kurag saya maklumi lah namanya juga di klinik bersalin fasilitasnya pun beda dengan rumah sakit besar yang lebih komplit.

Alhamdulillah ini rejekinya arkha kelahirannya dipermudah, penggunaan fasilitasnya pun dipermudah.

Jadi ga ada salahnya melahirkan dengan BPJS saya yakin kalau kitanya positif thinking insya allah semua baik.

18 Januari 2017

Lahirnya #adikuntukkevia

Rabu, 11/1/2017
Kontrol yang bisa di bilang kontrol terakhir ke SpOG. Cek USG dan lain-lain BBJ sudah  3.4kg.
"Pak & Bu ini paling lama 1minggu lagi lahir sudah diposisinya jadi ga sampai due date"
Siaga Satu. Due Date 31/1/2017.

Sabtu, 14/1/2017
Malem Minggu.
Entah kenapa ujug-ujug ngajak jalan berdua suami mumpung kevia lagi main sama tantenya. Belanja bulanan sama belanja beberapa perlengkapan melahirkan, perlengkapan bayi saya masih komplit punya kevia. HEMAT ye.

Minggu, 15/1/2017
Malem.
Packing barang lahiran sudah siap tapi entah kenapa malem ini saya pengen cek lagi beneran sudah komplit belum. Saya bongkar lagi lah itu tas cek satu persatu di rapihin dan Saya baru tidur jam 12 malem.

Senin, 16/1/2017
02.00 saya terbangun karena perut bawah mules selama semenit. Ah dipikir kontraksi palsu saya tidur lagi. Riwayat ngerasin induksi yang begitu kuat makanya kontraksi biasa gini mah kecil, yaelah gaya banget dah gw.

03.00 terbangun lagi dengan rasa yang sama
05.00 suami berangkat kerja, no heart filing soalnya mules hilang. Subuhan trus nemenin kevia tidur lagi.

07.30 kevia bangun. Saya mules dengan rasa yang sama sampai saya wa grup buibu baby july nanya kontraksi normal kaya gimana.
Selama mules ini saya masih mandiin kevia, nyuapin, main. Mules tapi ga saya rasa karena datang dan pergi.

10.00 kevia tidur seperti biasa saya ikut tidur.

11.00 kebangun kontraksi lagi dan jedanya makin pendek. Kata yang sudah pengalaman mulesnya di perut trus menjalar ke jalan lahir trus pinggang. Nah yang saya rasain ga begitu. Tapi berasa kaya ada yang mau ngedorong keluar dari jalan lahir.

12.00 saya telp suami bilang kok udah 10menit sekali sakit. Suami masih sempet nanya beneran mules apa kontrasi palsu kaya biasanya. Saya belum sempat telp mama karena beliau ada kegiatan di rw.

13.00 telp suami lagi minta dia pulang.
Kevia bangun & mama dateng. Jeda kontraksi sudah 7menit sekali dengan waktu 1menit. Saya sudah ga tahan akhirnya di bawa tiduran aja sambil main sama kevia, sambil mewek tiap kali kontraksi datang.

14.00 jeda sudah 5menit saya masih setia nunggu suami sampai rumah sambil nikmatin kontraksi yang mulai bikin lemes. Beneran lemes mana pagi tadi cuma sarapan seadanya doang lagi. Habeslah ini tenaga eike kalau bener mau lahiran kan mesti siapin tenaga ngeden.

15.00 suami sampai dia langsung pesan uber trus kami langsung ke klinik, saya udah ga kuat berkata-kata apalagi jalan deh. Kevia kami tinggal sama mama. Mas uber dengan baik hati bantuin masuk ke mobil. Ngimpi apa dia hati  dapet penumpang mau lahiran.
Perjalanan yang harusnya 10 menit sampe jadi berasa luamaaa bener. Pas kontraksi hilang masnya saya suruh ngebut.

Sampai di klinik langsung di larikan ke ruang bersalin cek VT setelah kontraksi reda. Jeng jeng bidan bilang sudah bukaan 8 bu.

Singkat cerita ga sampai 15menit bukaan komplit. Tapi kepala masih di atas, pasang kateter ngeluarin semua urine kemudian ketuban byar dipecahin. Seketika itu kepala turun.

Ngeden Part 1 Failed
Ngeden Part 2 Byar Alhamdulillah baby keluar udah ga mikirin seberapa besar robekan perinium.

IMD si bayik malah pules, sementara perinium di jahit. Yang bilang di jahit ga sakit sini suruh cobain dulu biar kata udah di anestesi tetep aja itu jarum sama benang berasa banget cekit-cekit.

16.35 WIB.

Sejam kemudian semua beres dan bayi baru diangkat dari dada saya. Untuk timbang dll. Baru di serahkan kembali ke saya. Surprise karena BBnya 3.6kg dalam 5hari sejak kontrol akhir naik 2ons pantesan ngedennya butuh tenaga karena kevia dulu cm 3kg. Ga kebayang kalau sampai due date bisa 4kg.

Berarti perkiraan dr. Adji beneran tepat lahirnya ga sampe seminggu lagi.

Welcome to the world
ARKHA...

17 Januari 2017

Rayyandra Arkha Wahyu

Alhamdullilah,

Telah lahir putra kedua kami melalui proses normal.

Rayyandra Arkha Wahyu

[ Arkha ]

RB Guci Medika Rawa Lumbu Bekasi
Senin, 16 Januari 2017
Pukul 16.35
Berat 3600g
Panjang 50cm

Semoga menjadi anak sholeh, berbakti kepada orang tua dan taat kepada Allah SWT & RasulNya.
Kami yang berbahagia
Yudi, Nuke & Kevia

3 Januari 2017

2017

Assalamualaikum,
Catatan ini buat pengingat saya aja sih.

Seperti biasa banyak cerita di 2016. Buat saya tahun lalu itu tahun yang cukup dengan perjuangan banget.

Januari.
Setelah 6bulan cuti melahirkan akhirnya keputusan terakhir saya mesti berhenti kerja, kenapa?
Salah satu alasannya sudah pasti kevia karena ga ada yang jaga dia dan saya cenderung kurang percaya kalah harus meninggalkannya dengan pengasuh. Sempat terfikir untuk di daycare tapi budget untuk daycare kok ya lumayan. Ya sudahlah saya pasrah, rejeki bisa di cari dimana saya tapi perkembangan anak tidak bisa di ulang.

Februari - Maret
Menikmati hari-hari dirumah bersama kevia.
Agak bosan awalnya karena saya terbiasa keluar rumah namun makin lama makin terobati, kalau sedang jenuh sesekali saya menitipkan kevia sama eyangnya kemudian saya keluar bertemu dengan teman-teman atau sekedar datang ke undangan blogger.

April
Pindahan.
Kami dapat kontrakan dekat rumah ortu saya. Alhamdulillah tempatnya baru, bersih dan pastinya nyaman untuk kami bertiga.
Kenapa pindah?
Kami pengen tinggal sendiri aja, pengen lebih memiliki privasi namanya juga berkeluarga sepertinya lebih enak tinggal sendiri di banding sama ortu.

Mei
Hamil lagi.
Penghujung mei kami dapat surprize saya hamil lagi. Jujur antara senang dan sedih campur aduk. Apalagi ortu saya yang kurang setuju kalau kami punya anak dengan jarak terlalu dekat. Akhirnya berita ini kami simpan baik-baik sampai tiba waktunya kami memberitahukan ke khalayak ramai.

Juni
Puasa.

Juli
Setelah sekian lama tidak pulang ke kampung halaman ini untuk pertama kalinya kami sekeluarga menghabiskan 33jam dalam perjalanan ke kampung halaman.

Agustus
Suami pindah tugas ke cabang baru.

September - Oktober
Finally ortu tahu akan hadirnya cucu kedua.

November
Helo boy, Alhamdulillah sepasang.

Desember
Tahun ini cukup berat, terutama keadaan finansial ternyata single income itu menguras pikiran juga ya. Walau saya suka dapat rejeki dari beberapa kerjaan freelance atau jualan tapi tetep saja tidak seenak ketika masih bekerja.
Sabar semua ada waktunya, ada kala di atas ada kala di bawah. Semoga di tahun yang baru semua bisa lebih baik.

Selamat menyongsong 2017.

Trimester Ketiga [Hamil Kedua]

Assalamualaikum,

Hari ini sudah 37w6d
Trimester ketiga, saya banyak melewatkan cerita kehamilan karena emang rasanya nano-nano belum lagi kesibukan ngurusin rumah plus kevia yang makin hari makin aktif.
Ini aja masih mikir gimana fighting ngurus dua bocil.

Rabu kemarin baru kontrol lagi ke dokter. Hamil kedua ini mah kontrol dokternya rada preman deh, ga serajin pas hamil kevia dulu yang penting semua ok.

Hasil USG posisi sudah baik, dokter pun bilang ini sudah siaga 1 jadi kapan saja bisa keluar nih si adik. Saya juga berharapnya segera lahiran sih sudah berat cin perut. Tinggal nunggu mules aja bu perhatiin gerakan janin sama cairan yang keluar dari vagina aja.

Oke sip. Setelah kunjungan ke dokter kemarin saya juga udah lebih lega lebih tenang, walau ga memungkiri biar anak kedua yang namanya ngadepin lahiran pasti nervous apalagi pengalaman anak pertama yang di induksi rasanya super duper aduhai mulesnya.

Kontraksi palsu...
Beda yang pertama sama ini dulu saya jarang ngerasain kontraksi palsu. Kalau sekarang sejak masuk trimester tiga hampir sering ngerasain deh tuh ngerasain apalagi kalau malam hari tiba.

Rasa yang lain sih masih sama pinggang linu dan semua badan bisa jadi linu kalau kecapean.

Tinggal berdoa aja semua dilancarkan jadi bisa segera bertemu #adikuntukkevia.

Salam