30 Juni 2015

Cuti Hamil, Hak, dan Kewajiban Karyawan

Beberapa waktu lalu saya sempat baca artikel ini di Facebook, Setelah membaca cuma bisa bilang "hebat banget ini bosnya, coba kalau semua kantor memberlakukan seperti itu. Ya walau akan ada pro dan kontra sih tapi usahanya untuk mensejahterakan karyawan itu luar biasa. Ingatlah bos tanpa karyawan itu bukan apa-apa.

dikutip dari Gajimu.com
Peraturan mengenai cuti hamil/cuti melahirkan menurut Undang-Undang

Pengaturan mengenai cuti hamil ini diatur dalam Pasal 82 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yakni sebagai berikut :
  1. Pekerja perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.
  2. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.
Pekerja perempuan berhak memperoleh cuti selama 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan sesudah melahirkan atau jika diakumulasi menjadi 3 bulan.

Apakah perusahaan tetap memberikan gaji selama pekerja perempuan menjalani cuti hamil/melahirkan tersebut?


Selama 3 bulan cuti hamil/melahirkan tersebut, perusahaan tetap wajib memberikah hak upah penuh, artinya perusahaan tetap member gaji pada pekerja perempuan yang hamil meskipun mereka sedang menjalani cuti hamil/melahirkan.

Apakah biaya melahirkan bagi pekerja perempuan ditanggung oleh perusahaan?

Pasal  4 ayat 1 UU No. 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pasal 2 ayat 3 PP No. 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyatakan bahwa : Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau lebih, atau membayar upah paling sedikit Rp. 1.000.000,- sebulan, wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial tenaga kerja yang diselenggarakan oleh badan penyelenggara (yakni, PT Persero Jamsostek).
Sesuai Pasal 6 UU No. 3/1992 dan Pasal 2 ayat (1) PP No. 14/1993, lingkup program jaminan sosial tenaga kerja saat ini adalah meliputi 4 (empat) program, yakni:
  • jaminan kecelakaan kerja (JKK)
  • jaminan kematian (JK)
  • jaminan hari tua (JHT)
  • jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK)
Dalam hal ini, jaminan bagi pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan termasuk dalam JPK yang menjadi hak pekerja. Cakupan program JPK ini termasuk Pelayanan Persalinan, yakni pertolongan persalinan yang diberikan kepada pekerja perempuan berkeluarga atau istri pekerja peserta program JPK maksimum sampai dengan persalinan ke-3. Besar bantuan biaya persalinan normal setinggi-tinginya ditetapkan Rp 500.000.

Apakah perusahaan menanggung biaya persalinan bagi istri seorang karyawan?


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa pekerja berhak atas jaminan sosial diantaranya program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), cakupan program JPK termasuk Pelayanan Persalinan yang diberikan kepada pekerja perempuan berkeluarga atau istri pekerja peserta program JPK.
Jadi, jika Anda telah diikutsertakan pada program JPK pada PT Persero Jamsostek,maka  istri Anda berhak memperoleh bantuan biaya persalinan dari PT Persero Jamsostek. Atau, jika perusahaan mengikutsertakan Anda pada asuransi kesehatan dengan manfaat yang lebih baik dari JPK yang diberikan PT Persero Jamsostek, maka biaya persalinan dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi tersebut. Meskipun, pada praktiknya, biaya yang ditanggung bisa berbeda-beda, bergantung pada asuransi kesehatan yang diikuti perusahaan Anda.

Ini Intermezzo aja kok, buat informasi.
Gimana sama Paternity Leave di Indonesia ya?

24 Juni 2015

Perlengkapan Bayi [Part 3]

Beginilah kerjaan ibu hamil yang udah cuti teman setianya di rumah ya laptop.

Baru juga seminggu udah bosen sentosa saya di rumah, pengen jalan-jalan tapi ya mama udah ga ngijinin saya bawa motor jauh-jauh sendirian. Kemarin senin mau janjian ngemall sama Neng Putri tapi ga jadi. Gitu deh ibu hamil gede sok-sok'an bener mau ngemall padahal perut udah berat. Coba ada yang anterin? Naik taxi oyee berat di ongkos ini emak lagi hemat buat akikahan nanti.

......

Kebosanan terobati sudah kebetulan hari ini suami lagi shift malem jadi siang beliau di rumah. Hayuk lah kita jalan-jalan sebentar. Walau berat hati karena dia lagi batuk dan flu berat apalagi cuaca yang ga bersahabat jam10 aja puanasnya udah kaya jam12 siang (Apa kabar yang kena badai panas?).

Ngadem lah ke Mall yang cukup hits di Bekasi. Tujuannya beli beberapa kebutuhan yang belum terpenuhi sisanya udah saya bikin wishlist buat yang mau kasih kado di sini. Padahal di komplek rumah ada baby shop yang cukup lengkap lho, saya aja yang kepengenan jalan sama beli bra di toko langganan karena perasaan kok ukuran nambah yah.

Memenuhi belanjaan hari ini :
  • Produk perawatan bayi Johnson's Baby Gift Set. Milih ini karena praktis aja satu set (Baby Oil 125ml, Baby Cologne Brisa 50ml, Baby Top-to-Toe Wash 200ml, Baby Lotion 100ml, Baby Cream 50gr, Baby Powder 300gr, Waslap, CD cara perawatan bayi, Buku Perawatan Bayi) Rp. 80.000
  • Minyak Telon Konicare anti nyamuk 125ml Rp. 43.000
  • Breastpad Mama Pad isi 56 Rp. 45.000
  • Diaper Merk Nepia Isi 84 Rp. 155.000
Kali ini saya belanja lagi di Happy Baby Shop si Mbaknya masih hafal sampai nanyain kirain udah lahiran mba. Berhubung tanggal juga belum tanggal gajian jadi ngerem deh tuh pengen macem-macem yang penting sudah terpenuhi.

Sementara sekian dahulu, berikutnya menyusul^^

23 Juni 2015

Baby Wishlist

Assalamualaikum

Kamu yang lagi hamil atau nungguin kelahiran si jabang bayi sudah komplit belum perlengkapan tempurnya?

Hamil pertama bikin budget keperluan bayi lumayan juga ya, karena ga ada lungsuran di rumah mama terakhir ada anak kecil itu adik saya 18tahun lalu, iye kali 18tahun lalu udah pada di kemanain itu barang-barangnya walau masih ada beberapa barang yang mungkin bisa di pakai macem bak mandi etapi kata papanya kasian masa anaknya di kasih bak mandi om'nya yang udah 18 tahun.

Kemudian kami berdua kalau belanja pasti bener-bener selektif banget sampai mempertimbangkan ini mau di beli beneran nanti di pakai atau ga?

Yang penting-penting alhamdullilah udah terbeli semua.
Lainnya saya nungguin kado aja deh, hehehe siapa tahu rejeki Tunjangan hari raya si anak karena dia lahir menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Nah buat yang mau kasih KADO, berikut yang belum saya punya :

Perlengkapan ASI & ASIP (Karena nantinya akan kerja lagi)
  • Breastpump
  • Botol / Kantong Penyimpanan ASI
  • Ice Bag
  • Coller Bag
  • Sterilizer
  • Botol Dryer
  • Warmer
  • Freezer ASI 
Perlengkapan MPASI (Masih lama cuma yang mau kasih sekarang bole kok)
  • Slow Cooker
  • Food Maker
  • Set untuk makan & minum yang lucu-lucu
Lainnya
  • Baby Bouncer
  • Stroller
  • Baby Bath Bouncer
  • Clodi
  • Baju-baju bayi yang lucu-lucu
Selebihnya yang belum ada di list di atas juga boleh kok yang penting berguna dan terpakai pasti saya terima dengan senang hati berbunga-bunga deh.

22 Juni 2015

Puasa #5 [akhirnya cuti]

Halo Senin...

Senin ini lain dari senin biasanya, Saya akhirnya resmi cuti sampai 3bulan kedepan.

Tahu dong dari kemarin saya galau bahkan sampai semalem aja saya masih galau super deh, hasil diskusi sama suami dia sih pengen udah kamu cuti aja di rumah biar bisa menengkan diri menjelang melahirkan lakuin apa aja yang kamu suka deh yang penting happy jadi nanti lancar. Lagian puasa juga kalau di rumah paling ga aku ga khawatir asupan kamu karena apa aja tersedia. Ibu hamil ini emang manja banget deh.

*kenyataan : karena suami di kost saya di rumah mama jadilah saya sering mewek kangen sama dia.

Finally,
Pagi tadi sebelum ke kantor suami mampir ke kantor saya ketemu si bos, pamitin istrinya kalau mau cuti mulai hari ini yasudah karena minggu lalu saya juga sudah sempet bilang kalau ga senin ini senin depan. 

Keputusannya SENIN ini 22 JUNI 2015 (biar saya inget).

See you soon ya meja kerja.

Insya Allah ketemu lagi OKTOBER awal.

20 Juni 2015

Puasa #3 [ngabuburit]

Assalamualaikum...

Sudah stay kembali di rumah tercinta, saya sudah rencana selama cuti tiap hari mesti ada kegiatan entah itu beberes rumah atau menghasilkan tulisan di blog ini even cuma curhat.

Senang kembali ke rumah walau kangen sama suasana kost'an yang seuprit tapi disitulah penuh canda bersama sang suami tercinta (leeebaaaayyyy).

Hari ini puasa menginjak hari #3 baru tiga hari sang suami udah tumbang kurang sehat mungkin badannya kaget puasa beberapa hari. Sudah istrinya lagi melow di tambah suami sakit jadi makin melow aduh ibu hamil aya-aya wae cuma ya tetep mesti kuat.

Agenda hari ini kontrol ke dokter (done)
Servis si merah (done)
Rencana tadi mau survey ke catering untuk akikah cuma karena cuaca udah panas jadi kita cancel dulu daripada liat suami makin sumeng panas-panasan.
Ciee... 2tahun lalu survey catering nikahan sekarang surveynya catering akikah.

Setelah sesiangan kita istirahat di rumah.
Sorenya sebelum mas suami berangkat kerja kita sempetin ngabuburit keliling komplek.
Ngabuburit kalau bahasa indonesianya menunggu waktu buka puasa tiba sambil jalan-jalan, masak, atau ngapain aja yang penting positif dan bermanfaat.

Tahu dong komplek rumah saya yang banyak jembatannya itu.
Tahu juga dong kalau segala macem kuliner apalagi puasa gini segala macem ada jadi kalau ga nahan banget semua aja bisa di beli sangking laper mata padahal abis buka puasa yang di makan cuma sedikit.

yang deket sekitaran komplek rumah saya silahkan mampir kaka, icip-icip yang ada disini.

36 Minggu

Cerita kali ini ga cuma soal kehamilan
ada sedikit intermezzo cerita melahirkan...

Setelah minggu lalu ke pending kontrol karena pak dokter mendadak ke luar kota, jadilah sabtu ini akhirnya bisa ketemu lagi sama si anak bayi. Memilih kontrol sabtu pagi karena pasti lebih sepi di banding sore lagian hari ini bapake kebagian shift malem jadi aku di tinggal.

Sesampainya di Klinik daftar masih antrian dua, Alhamdullilah ga terlalu lama soalnya abis ini saya sama suami mau muter-muter dulu. Lagi nunggu panggilan untuk timbang sama tensi jeng jeng ada pasangan suami istri dateng yang mana sang istri udah meringis-meringis nahan kontraksi sama bidan langsung di larikan ke ruang bersalin. Begitu ya muka suami yang panik istrinya mau lahiran, alhasil kami nunggu dulu karena dokternya pasti tindakan yang mau lahiran dulu.
Ish bahasa gw belibet yah, intinya gitu deh.

Setengah jam menunggu...

Si ibu tadi udah keluar aja dong bayinya, cepat sekali...

Hasil wawancara sama sang suami, sempet aja saya nanya-nanya ke suaminya yang mukanya udah keliatan lega karena anaknya sudah keluar dengan selamat dan sehat. Ini anak kedua mereka, dari semalem jam 1 istri saya udah ngerasain mules cuma di ajak kesini ga mau karena mulesnya masih jarang-jarang terus tadi sahur ketubannya udah mulai rembes masih belum mau di ajak kesini terus tadi pagi dia udah nahan-nahan sakit saya bawa aja kesini. Naik  motor lho pasangan ini katanya di jalan tiap ngerasain mules berhenti dulu. Pas sampai ruang bersalin udah pembukaan lengkap dan kepala sudah terlihat.

Saya cuma bisa iya-iya aja denger ceritanya, super banget ya si ibu. Saya sempet ikut agak mules pas liat tadi dia dateng megangin perut dan meringis-meringis. Si ibu ini suka barengan sama saya juga kalau kontrol.

Balik ke cerita kontrol...

Tensi normal dan timbangan pun normal malah turun lagi sekilo.
Seperti biasa dokter tanya keluhan saya apa, emang akhir-akhir ini udah sering kontraksi palsu dan makin sering lelah trus pusing. Saya juga sempat tanya soal puasa namun beliau menyerahkan ke saya karena saya yang ngerasain kondisi fisik saya kalau memang ga kuat jangan di paksakan. Pak dokter tetep bilang siap-siap malam takbiran ya.

Saya juga sempet tanya soal cuti hahaha...
kalau ibu bolak-balik bekasi-bendungan hilir lebih baik susah cuti mengurangi resiko melahirkan di jalan atau di kantor karena sudah usia kehamilan saat ini bayi sudah siap lahir kapan saja. Kontrol kali ini ga ada suplemen tapi saya dikasih obat untuk di pakai di Miss V karena keluhan keputihan, yang mana harganya lumayan banget hahaha... 

Apa saja yang saya rasain di bulan-bulan terakhir ini nanti di postingan lainnya ya..

19 Juni 2015

Puasa #2 [meninggalkan kost sementara]

.............

Posisi sebagai anak pertama dan calon ibu walau di bilang mandiri ga bikin saya kehilangan sifat manja, dari kecil saya ga pernah sekalipun ninggalin rumah untuk tinggal sendirian tanpa ortu jadi ya beginilah pribadi saya terbentuk.

Saya resmi meninggalkan rumah ketika sudah menikah mengikuti suami untuk belajar menata rumah tangga sendiri, jangan di tanya hari-hari pertama meninggalkan rumah itu saya sering mewek kangen kamar, kangen mama, kangen rumah yang semua sudah serba ada.

1tahun 9 bulan berlalu......

saya sudah terbiasa dengan ritme hidup mengurus apa-apa sendiri walau dua minggu sekali saya masih suka pulang ke rumah untuk sekedar berlibur atau kangen dengan orang rumah.

dan pagi tadi...

ketika hendak berangkat kerja saya mendadak pengen nangis, bahkan sampai menulis ini pun air mata saya tertahan. 

pasti sudah liat postingan saya sebelum-sebelumnya tentang saya yang lagi super galau mau cuti kapan, semalam setelah diskusi sama suami dia bilang kalau memang sudah butuh suasana tenang ya udah mulai senin cuti aja pulang ke rumah kan kamu bisa ngapain aja di rumah sambil nungguin hari H masalah lain-lain insya Allah aku masih bisa back up kok, suami super yang udah beberapa bulan kebelakang rela ngambil over shift demi istri dan calon anaknya. Saya mewek lah tuh semalem. Beberapa hari ke belakang saya memang sudah packing persiapan akhir bulan memang mau boyongan (pindah) dulu ke rumah mama mungkin untuk beberapa bulan kedepan.

Akhirnya semalam sampai setelah sahur saya beberes kost'an kemudian ngasih note saya tempel di tempat biasa saya tempel buat suami. Saya juga udah belanja beberapa keperluan dia selama puasa. Yang memang sudah mau habis juga saya kasih note supaya dia ga lupa.

Kok suami ga ikut boyongan?
Kalau nganter saya udah pasti cuma saya kasian sama dia kalau harus bolak-balik jakarta bekasi yang jarak dan butuh tenaga lebih apalagi puasa jadi pulangnya seminggu sekali aja sambil nunggu hari H dia harus siaga. Walau setelah ini kami memang sedang mencari tempat tinggal yang cukup mumpuni deket dengan ibu saya jadi kalau nanti saya kembali kerja bisa titip si kecil ke beliau.

Asli saya melow, entah sedih entah seneng. Apalagi puasa mesti ninggalin suami sahur sama buka sendirian itu berasa jadi istri macam apa ini?

Tapi...

Hidup memang harus ada yang di prioritaskan. Dan prioritas kami saat ini menjaga sang bayi yang akan segera hadir ditengah-tengah kami serta kesehatan saya supaya saya bisa melahirkan dan recovery masa melahirkan dengan tenang.

Tempat tidurku tercinta, aku pindah dulu ke rumah mama ya, nanti kalau udah nemu tempat baru kamu pasti aku bawa serta.

*nuke insya Allah senin mau cuti*
*kalau ga berubah pikiran*

18 Juni 2015

Puasa #1

Tak terasa sudah menginjak bulan Ramadhan lagi, kalau tahun lalu kita masih berduaan aja tiap sore kita hampir kulineran nyari takjil di seputaran bendungan hilir. Lalu apa yang terjadi tahun ini kita puasa bertigaan yang satu masih dalem perut masih menunggu 4minggu lagi menjelang hari kelahiran due datenya pas lebaran dan bisa maju menurut dokter.

Sahur dini hari tadi masih semangat 45 berhubung anak kost yang ga masak semalam kita stok makanan yang bisa di angetin dalam magicjar dan buah itu yang terpenting karena suami harus ada buah tersedia di rumah. 

Setelah sahur, subuhan kita masih bisa santai bahkan tidur lagi karena jarak ngantor cuma 10-15 menit. Kantor saya dan suami pun ga begitu jauh jadilah siang tadi ngandelin dia buat nyari makan siang di tengah hari yang panas nian. Sepanjang keliling bendungan hilir tak ada satupun warung makan yang terbuka, ya iyalah pada puasa nuke. Sekalinya ada yang buka rame bener dan isinya kok malah banyakan cowo yah yang makan? mungkin mereka non muslim. Akhirnya saya mengurungkan diri buat makan jadilah hari ini ikutan puasa makan seharian cuma minum aja.

Baru sehari udah kapok, sepertinya memang harus boyongan segera ke bekasi paling ga kalau saya di rumah semua tersedia sambil saya merehatkan badan dan pikiran. Kebeneran si bos tadi pagi udah nanya kapan jadinya mau cuti, saya bilang sabtu ini baru mau kontrol liat hasil kontrol sabtu ini. Dipesenin kalau memang sudah harus istirahat mending istirahat aja daripada ada apa-apa nanti bisa lebih gawat.

Kemudian buka puasa #1 agak bales dendam dengan bubur sumsum dan kolak.
*tetep nuke yang masih galau cuti*

17 Juni 2015

Kapan Cuti?


Beberapa hari lalu di Instagram Blogger kece Alodita Posting gambar di atas dan sedikit kasih komen tentang Maternity Leave a.k.a Cuti Melahirkan dan jeng-jeng banyak banget komentar dari followernya termasuk saya. Seperti yang kita tahu di negara kita ini masih kurang perhatian sama ibu yang akan cuti melahirkan bahkan ibu hamil, saya udah pernah beberapa kali nulis soal fasilitas umum yang kurang bersahabat sama ibu hamil.

Ngebahas tentang cuti saya sendiri sampai detik ini masih bingung nentuin kapan mau cuti, alasannya kenapa? ya cukup saya dan beberapa orang tedekat aja yang tahu alasannya kenapa. Sementara minggu ini usia kehamilan saya sudah 36w / 9 bulan, di postingan sebelumnya saya juga cerita gimana mama saya khawatir kalau-kalau saya mules di jalan atau ada apa-apa karena perut sudah besar.

Saya sendiri juga udah ngerasa gampang banget cape, ga bisa berdiri dan duduk lama alhamdullilah ga pakai drama kaki bengkak dll...

Sempet posting di FB tanya pendapat tentang kapan sebaiknya mulai cuti, kemudian banyak yang kasih komentar :

Nanti aja kalau udah 38w? biar lama sama bayinya?

Mepet aja jadi bisa ngerawat bayinya lebih lama?

Kalau anak pertama biasanya lahirnya lebih lama, ga usah buru-buru cuti sayang.

bahkan ada yang komen "gw pas lahiran belum sempet ngajuin cuti udah keburu brojol"  

Intinya banyak yang kasih saran cutinya nanti aja mepet sama DUE DATEnya biar bisa ngabisin waktu lebih lama sama bayinya setelah lahiran, lagi-lagi itu pilihan semua kembali sama fisik masing-masing masih kuat apa ga buat aktifitas atau pengen meluangkan waktu di rumah biar bisa kroscek kebutuhan yang belum terpenuhi, sambil relaksasi untuk mempersiapkan hari H merencanakan lahiran normal kan kita ga tahu kapan mulesnya.

Kalau fasilitas semua memenuhi sih enak aja mules dikit tinggal jalan ke RS. Lah saya yang adanya motoran sama ngangkot tinggal di jaksel, kerja di jakpus, dan sudah merencanakan melahirkan di Bekasi. Kalau mules terus macet, dll bhay... bisa brojol di jalan.

Nah besok kan udah mulai puasa ramadhan, Saya memutuskan untuk ga ikut puasa dulu karena tahu kondisi ga terlalu kuat lah wong telat minum aja saya bisa kliyengan. Pastinya akan di buat galau karena hampir semua warung makan tutup pas puasa terus saya mau makan siang apa? kalau ga harus bekel, 2hari sampai jumat kalau percobaan saya berhasil bertahan saya mungkin nerusin sampai akhir bulan baru cuti tapi kalau failed kemungkinan saya akan off hari senin depan. Ini juga sambil menunggu pertimbangan Dokter karena sabtu ini mau kontrol dan mastiin posisi si bayi sudah sampai dimana. Kalau dokter bilang saya sudah harus off ya nurut lah.

*nuke yang masih galau cuti*

15 Juni 2015

Pesan Mama

Assalamualaikum,

Sebulan menjelang melahirkan, rasanya udah dag dig dug pikirannya ada aja bisa lancar lahiran normal ga yah? terus gimana nanti kalau mendadak terpaksa harus sesar? dll dsb dst ada aja lah yang menghantui perasaan ibu hamil anak pertama ini.

Seperti biasa selain curhatan ke temen-temen segrup yang udah pengalaman hamil sama melahirkan dan lagi hamil kaya saya, saya juga sering nanya-nanya ke mama yang udah 3kali pengalaman melahirkan normal bahkan waktu adik saya yang kedua saya liat jelas pas mau brojolnya, saat itu saya masih TK anak TK meneketehe ya masalah hamil dan melahirkan. 

Beberapa temen yang hamilnya nyaris selisih tipis usianya udah pada anteng dirumah lah saya masih aje kerja, pengennya sih udah cuti tapi apa daya biar gaji tetep pull ya masih harus rela masuk kerja. Patokannya kalo mereka udah mules + Brojol berarti eike kudu segera off, ga mau dong heboh mules di kantor atau pas di jalan.

Nah seminggu lalu ada berita seorang ibu melahirkan di commuter line (CL) di relasi tanggerang-duri yang bikin heboh itu, katanya sih karena dia ga dikasih tempat duduk di CL dan badannya ga keliatan kaya lagi hamil, tapi salah ibunya juga udah tahu hamil kenapa ga minta haknya. Sebagai pengguna rutin CL saya cukup galak kalau udah naik bisa-bisa kalo ada yang pura-pura tidur pules saya tepok biar ngasih tempat duduk. Gara-gara berita ini si Mama udah heboh nyuruh saya hati-hati kalau naik kendaraan umum atau jalan di tempat umum. Masih inget juga kisah SPG yang melahirkan di toilet salah satu mall di jakarta.

Alhasil karena banyak peristiwa melahirkan yang tidak di rencanakan itu mama jadi kasih pesen-pesen deh 
  • Minggu ini kan udah 36w, bulan puasa juga kalau bisa udah cuti aja diem-diem dirumah
  • Kalau kemana-mana usahain ditemenin mas atau ada temennya, jadi kalo ada apa-apa ga sendirian
  • Jangan terlalu pecicilan perutnya udah hamil tua kalau cape rehat
  • Banyak jalan biar bayinya cepet turun
intinya sih mama pengen saya lebih hati-hati karena udah mendekati hari H-nya, maklum deh ini cucu pertama beliau jadi wajar kalau eyangnya rada excited. Btw saya belum kontrol lagi harusnya sabtu kemarin dikarenakan dokternya ada urusan mendadak jadi ga ketemu deh, salah saya juga biasa saya wa beliau kalau mau kontrol kemarin pede bener langsung dateng. Cuma sempet nimbang yang mana timbangan saya turun lagi 1kg jd sekarang 68 ohyee kayanya nutrisinya di ambil si bayik semua ini.

Lalu cutinya mulai kapan ini?
hhhmmm minggu ini atau abis gajian aja kali ya.

11 Juni 2015

Letter #1 to BabyV

Assalamualaikum Nak,

Ceritanya kami mau sedikit menuliskan pesan untuk kamu baca kelak.

Begitu menikah kami (orangtuamu) tidak terlalu ngoyo untuk langsung mendapatkan keturunan malah di bilang santai karena kami bener-bener mau menikmati masa transisi berdua dulu. Dari kenal sampai menikah waktu kami untuk saling mengenal cukup singkat.
6 bulan berlalu, Saat kami sudah terlalu bising denger pertanyaan sudah hamil atau belum?
saat itu kami memutuskan untuk cek ke Dr. kandungan dan kami di nyatakan sehat-sehat saja, memang belum waktunya kamu hadir di tengah-tengah kami. Semakin hari semakin santai pertanyaan di atas sudah bagaikan angin lalu, mama dan papa menikmati hari-hari berdua bersama kerja dan mengumpulkan sedikit-sedikit untukmu kelak serta menyelesaikan hutang-hutang yang harus dibayar sebelum kamu hadir.

Ulang tahun Pernikahan kami
Setahun terlewati, tidak ada model anniversary dinner saat itu karena si papa emang bukan orang yang romantis hanya ada acara makan pecel lele berdua di warung langganan deket kost-kostan. Tercetus ide gimana kalau kami honeymoon beneran, kok beneran soalnya pas abis kami nikah honeymoon kami borongan alias jalan-jalan sama temen-temen. Itu mah bukan honeymoon.

Semua persiapan sudah dari tiket, hotel, sampai kemana saja kami aja jalan-jalan. Bulan depan kami akan berlibur dan hanya berdua ^Horay^

Saat itu mama dengar salah satu temen mama positif hamil, di hati sempat "ya saya kapan?"
Bertekad hati untuk tidak terlalu stress mikirinnya.

Beberapa minggu menjelang keberangkatan.
Kok mama mendadak sakit, badan panas, flu berat dan pusing disertai perut yang rasanya ga enak banget. Kepikiran hamil? Enggak sih anggepnya sakit biasa karena kecapean. Tapi suatu subuh penasaran juga dengan perasaan yang biasa aja coba testpack. Semula hanya muncul garis satu yang kemudian muncul satu garis lagi. Hey ada kamu nak di perut mama, sungguh perasaan saat itu antara senang, kaget, dan terharu.

____________________
____________________

Dan....
Saat ini sudah menginjak 35w kamu di perut mama, Alhamdullilah semua sejauh ini berjalan lancar perkembangan kamu selama ini juga juga baik. Terima Kasih ya nak sudah bantu mama sama papa supaya semua berjalan lancar, Yang pinter ya di perut bantu mama supaya bisa melahirkan kamu normal dan lancar semuanya dan kita bisa berkumpul bersama. Kamu udah di tunggu sama eyang dan tante mevi plus semua saudara-saudara kamu.

Insya Allah sebulan lagi kita ketemu ya nak.
_mamspaps_

8 Juni 2015

34 Minggu

Calon Ibu mana yang ga deg-deg menjelang Due Date kelahiran anaknya?

Yep, saat ini sudah 34 Minggu udah ga banyak yang di rasa karena sudah terbiasa, makin berat iya ini perut dokter selalu bilang di nikmati aja bu prosesnya. 

Setiap lihat proses lahiran saya bisa mewek bener, kemarin nonton infotainment exclusive kelahiran anaknya ruben onsu pun mewek. Pengen sungkem ke mama tercinta yang jadi ibu itu ternyata perjuangannya super banget dan ga akan tergantikan sama apapun deh sekalipun rumah dengan harga milyaran rupiah. 

Sebulan lagi...
Jujur aja sekarang udah deg-degan rasanya mules lahiran kaya apa, terus nafas plus ngeden kaya apa walau udah belajar yoga sama senam sekalipun. Pertanyaan berikutnya saya bisa ga melewati semua itu? Ini beneran deg-degannya ngelebihin pas mau Ijab Qabul, begini rasanya mau lahiran plus punya anak.

Banyak berdoa saja
Minta dukungan Mas Suami
Plus minta dukungan orang-orang terdekat
Semoga semua berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan
Amin.

4 Juni 2015

33 Minggu

Habis libur empat hari terus masuk kantor lagi itu...
Rasanya pengen segera cuti.

Asslamualaikum,

June Coming

Update kehamilan ah, biar kaya blogger-blogger kece di luar sana yang update setiap saat, kalau hari ini sih usia kehamilan saya sudah 33w6d kemarin pas 33w kebetulan jadwal kontrol dan ini adalah kontrol terlama saya selama hamil, iya gimana ga lama karena harus cek lab juga.

Seperti biasa saya datang agak cepet dan masih dapet antrian no.3 aja. Nungguin dokternya juga agak lama mulainya rupanya beliau abis ada tindakan kuret. Seperti biasa tensi dan berat badan dulu setelah daftar ihiy berat badannya masih normal tensi pun aman terkendali.

Nunggu kurang lebih satu jam baru di panggil. Baru aja duduk manis eh pak dokter udah suruh langsung USG aja. Emang USG itu hal yang paling menyenangkan selama hamil gimana enggak bisa liat bayi dalam perut kaya apa tiap bulannya dari cuma titik sekarang udah berkembang pesat. Anakku ohh anakku rupanya dia emang nurun papahnya mau di bujuk sama perutnya di kelitikin kaya apa juga senengnya tengkurep, ngumpet. Begitu di cek semua bagian tubuhnya lengkap dan memang agak ndut keliatan dengkul sama pahanya itu lho lucu banget.

Alhamdullilah kepala sudah di bawah. Beratnya sudah 2kg menurut dokter masih normal sesuai dengan umur kehamilan dan dokter bilang biar 3,5kg ya bu bisa lah sebulan nambah 1.5kg lagi. Ngek Ngok ga kegedean dok saya malah maunya 3kg aja jangan gede-gede. 

Kontrol kali ini dokter berpesan :
  • minum air putihnya tetep yang banyak kalau perlu di tambah biar ga terlalu ngilu kalau kontraksi
  • tetep beraktifitas, jalan sama olahraga biar pas lahiran staminanya tetep terjaga. Dokter tau aja saya suka mager kalau udah dikasur. Motifasi saya jalan pagi itu kalau ga nyari sarapan ya kue :))
  • vitamin tetap diminum dan makanan tetep di jaga
Abis dari ruangan dokter saya di kasih pengantar ke Lab. Sudah lama ga ketemu jarum suntik saya sampai harus dua kali suntik buat ambil darah karena darahnya ga keluar-keluar. Karena lab cukup ramai 1jam menunggu kita jajan dulu. 

Setelah selesai kembali ke dokternya untuk di lihat hasilnya. Syukurlah semua normal, kembali pertanyaan saya "Dok, bisa kan lahiran normal?" he said "Insya Allah sampai saat ini ga ada kendala jadi bisa normal lahirannya" ditambah pesan ke suami "siap-siap ya pak malam takbiran ini"

33 Minggu...
  • Gerakan di jabang bayi di perut makin berasa aktif
  • Badan sudah berat bagian pinggang sama punggung makin terasa ngilu
  • Semakin susah tidur
  • Kontraksi, mungkin ini yang namanya kontraksi palsu kali ya perut kenceng banget plus ngilu kadang disertai V yang ikutan ngilu. Biasanya kalau udah ini saya milih duduk manis sambil ngelurusin kaki. Kalau dirumah sih bisa langsung selonjoran.
  • Saya ngerasain mual kadang-kadang udah ga bisa makan terlalu banyak kata dokter ini wajar kok karena dorongan bayi di dalam rahim.
Masih menunggu sekitar 6minggu lagi semoga perkiraannya tepat karena saya masih galau mau cuti mulai kapan. Nanti brojolnya kalau mama udah mulai cuti ya nak.

1 Juni 2015

Tiga Tahun

Maapkan kalau postingan ini agak alay, sebenernya sih ga niat posting ini tapi melihat notify di bawah ternyata hari ini tepat 3tahun lalu mas suami menyatakan cinta, ciaaaeeelaaahh macem abg jaman sekarang yang nandain tanggal jadian. 

Biar sedikit flash back kalau perjalanan kita saling mengenal memang belum lama cukup dengan waktu yang singkat sampai akhirnya kita menikah dan sebentar lagi akan kehadiran seorang junior yang setahun kita nanti. 


Selamat Tiga Tahun saling mengenal calon papahnya #BabyV

WELCOME JUNE