11 November 2016

Helo Boy

Setelah tiga bulan absen...

Iya tiga bulan bandel banget ya saya, asli hamil ini memang agak bandel kalau dulu setiap bulan malah tidak sampai sebulan kadang sudah rajin nongol ke dokter. Sekarang mau ke dokter aja males banget karena kadang sudah lelah di rumah belum lagi pasti kita boyong kevia apalagi papanya sejak mutasi cabang pulang jadi lebih malam halah kebanyakan alesan ya. Terakhir saya sempat cek sama bidan posyandu sih dan semua berjalan lancar saya pun tidak ada kendala sugesti saya sehat jadi tidak terlalu khawatir. 

Nah belakangan beberapa orang sudah sadar deh tuh kalau ada yang beda sama saya, apalagi pertanyaan yang timbul kalau bukan "Nuke hamil lagi?" kadang saya cuma nyengir aja sambil dengerin komentar bla bla bla mereka. Yasudahlah hidup memang seperti itu tidak afdol kalau tidak ada yang komentar. Termasuk kekepoan "bayinya cewe atau cwo?" kemudian timbul lagi pernyataan bla bla bla yang kadang sekedar basa basi apalah.

Rabu, 9 November 2016
28minggu 3hari
Suami saya menyempatkan pulang agak cepat, saya coba telfon ke klinik biasa kami kontrol untuk memastikan dokter kami praktek atau tidak malam ini. Emang sudah harus kontrol beliaunya ada malam ini kemudian hujan niatnya mau nitipin kevia sama tantenya tapi biasalah si bocil ini kalau sudah lihat ortunya rapih heboh alhasil kita bawa kontrol deh. Sampai sana masih dapat antrian awal no. 5 syukurlah jadi tidak terlalu lama nunggu takut kevia ngantuk malah jadi rewel.

Tibalah saat masuk ke ruang dokter,
FYI ruangan beliau sekarang baru pindah ke belakang (Klinik Bersalin Guci Medika Bekasi) pastinya lebih nyaman karena semua isinya pun nampak baru. Kami masuk seperti biasa beliau menanyakan apakah ada keluhan? Saya menyampaikan beberapa keluhan yang tidak jauh dari masalah lebih cepat lelah dan nyeri pinggang. 

USG
Layaknya ibu hamil yang pergi ke dokter kandungan apalagi yang ditunggu kalau bukan saat USG, bahkan pas hamil pertama dulu kalau bisa tuh alat di boyong ke rumah saya boyong deh biar tiap hari bisa ngintip anak dalam perut.
Jeng-jeng tiga bulan ga berjumpa ternyata kamu sudah besar ya nak di perut dengan berat yang sudah diangka 1,4kg. Padahal perut saya tergolong terlihat kecil lho untuk ukuran hamil 7bulan. Kekepoan kami berlanjut ke jenis kelamin doanya kan cowo biar pas dapat sepasang tapi kalau di kasihnya cewe lagi ya gapapa, papanya jadi paling ganteng.

Alhamdullilah,
Pas di USG terlihat jelas ada benjolannya, kata dokter "Laki-Laki nih bu" wuaa saya dan suami semacam mendapat lotre seneng dong banget apalagi garis keturunan kami banyak perempuan kalau dapet anak laki-laki jelas senang sekali terutama di keluarga suami yang akan mendapatkan cucu laki-laki pertama. Bayi dalam perut ini pinter lagi tau aja kalau lagi ditengok sama mama, papa, dan kakaknya pas dokter mengubah mode 4D jelas banget deh tuh mukanya ngasih senyum ke kita semua, jadi tidak sabar dua bulan lagi ketemu kamu nak, sehat-sehat ya lahirannya yang normal-normal aja biar ga nyusahin mama & papa.


Tebak aku mirip siapa?
tunggu ceritaku berikutnya ya.

ps. saya masih penasaran lho beneran laki-laki apa enggak, sangking senengnya.

8 November 2016

Trimester Satu [Hamil ke Dua]

Trimester Pertama.
Di mulai dari Minggu Pertama - Minggu ke-12 dan di hitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

...

Bulan 1
HPHT Tanggal 24 April 2016
Bulan pertama ini masih belum tahu kalau hamil, sampai sebulan terlewati.

Bulan 2
Seharusnya saya haid lagi 24 Mei karena setelah hamil, melahirkan, dan haid lagi jadwalnya suka mundur akhirnya saya santai saya sampai tanggal 27 Mei tapi namanya wanita ya ngerasa aja kalau ada perubahan di tubuhnya. Kok pegel tapi tidak seperti biasanya gampang lelah juga dan yang paling mencolok payudara saya sakit, ini gejala sama persis ketika tanda-tanda hamil yang pertama. Akhirnya pagi itu saya Test Pack dengan hasil Positif. Perasaannya gimana galau-galau aduhai antara senang sama khawatir tapi harus di jalani.

Mual,pusing, badan sakit.
Ini saya rasakan mulai di Minggu ke-7. Saya tidak langsung memeriksakan ke dokter ingat pengalaman yang pertama janin baru terlihat di minggu ke-8 jadi saya memutuskan untuk ke dokter nanti saja.

Bulan 3
Menjelang minggu ke-9 saya baru ke dokter, USG dokter sesuai dengan HPHT perkiraan lahir antara 31 Januari - 7 Februari paling lama, kali aja lahir 28 Januari jadi ulang tahunnya sama kaya papanya. Saya kembali ke dokter kandungan yang sama suster asisten beliau sudah senyum-senyum ketika melihat saya di ruang tunggu. Dokter bilang tidak masalah anak saya pertama dan kedua malah jaraknya lebih dekat, paling tidak dokternya ngasih semangat.

Puasa.
Kebetulan sekali bulannya ketemu bulan puasa, puasa saya maju mundur kalau sudah mual atau lemas saya lebih milih untuk tidak puasa apalagi sambil ngasuh kevia benar-benar butuh asupan tambahan akhirnya bisa dihitung saya hanya menjalankan puasa berapa lama.

Mudik Lebaran.
di minggu ke-11 kami mudik ke pekalongan. Beberapa hari sebelum berangkat saya konsul ke dokter dan di berikan beberapa resep untuk persediaan selama mudik lebaran. Ini yang super saya menghabiskan waktu di perjalanan selama 33 jam hebatnya mual sirna dan badan sehat walafiat hanya\sedikit pegal-pegal karena terlalu lama duduk dalam kendaraan. 

Trimester Pertama ini yang paling di rasain :
  • badan mudah pegal, lelah
  • cepet ngantuk bawaannya pengen tidur aja
Saran dokter asupan makan harus seimbang, jangan lupa perbanyak minum air putih, vitamin jangan lupa dan di tambah susu kalau suka. Well itu singkat cerita TM-1 kehamilan kedua saya.

...

1 November 2016

Adik Untuk Kevia

Akhirnya saya menulis kisah ini,

Berita yang sudah 6bulan lebih saya, suami dan sahabat saya sembunyikan. Kabar yang seharusnya membuat semua orang bahagia pastinya penuh doa dan harapan tapi buat kami lebih baik kabar ini kami simpan baik-baik sampai tiba saatnya semua orang tahu. Kalau bole saja saya tidak sampaikan sekarang tapi tahun depan saat menjelang due date.

Alhamdullilah,
Kami akan di karuniai, dititipkan kembali anak kedua kami yang Insya Allah lahir awal tahun 2017 mendatang.

...

Saya mengetahui kalau saya hamil lagi akhir mei 2016 yang lalu. Sejujurnya kami agak syok antara kaget tapi juga senang. Sejak lahir kevia juli 2015 saya memang belum memutuskan untuk KB sepengetahuan saya dengan asi exclusive persentase untuk hamil lagi kecil, di tambah mentruasi yang belum juga hadir, satu lagi saat itu kami masih tinggal bersama ortu yang tidak memungkinkan untuk berhubungan intim, dilanjut saya mau pasang iud kok maju mundur padahal katanya sih tidak sakit. Desember  2015 mentruasi kembali hadir menurut dokter kalo sudah haid lagi akan berputar lagi siklus kesuburan dan memungkinkan untuk hamil. Sejak itu antisipasi kami menggunakan kondom dan kalender masa subur.

Manusia berencana Tuhan yang menentukan.
Apapun antisipasinya kalau Tuhan sudah kasih ya dikasih. Ketika tahu hamil lagi orang luar pertama yang saya kasih tahu sahabat saya icha, dia tertawa sambil bilang dengan kata-kata yang cukup makjleb menurut saya "disyukuri berarti Allah percaya lo dikasih titipan lagi inget di luar sana ada banyak jutaan wanita yang rela mengorbankan apapun puluhan bahkan ratusan juta untuk bisa hamil"

Sejak itu saya bikin perjanjian kalau hanya kami yang tahu soal ini (saya, suami, dan icha).

Saya ingat terakhir kami bertemu saya bilang ke icha "siapa tau tar lo hamil trus gw hamil lagi yang kedua jadi kita hamil bersama" ucapan saya dikabulkan karena saat ini usia kehamilan kami hanya beda sebulan. Dulu saya juga punya keinginan kelak saat usia 30 mudah-mudahan sudah dikaruniai dua anak, cukup. Lagi-lagi ucapan memang doa.

...

Keluarga besar.
Orang tua kami baru tahu seminggu yang lalu, saya memutuskan untuk tidak memberi tahu terutama ibu saya karena beliau keberatan kalau saya punya anak terlalu dekat dengan berbagai alasan. Demi mengurangi stress selama ini kabar ini saya simpan rapat-rapat. Maaf ya ma, bukan tidak menghormati tapi kami punya keputusan kami sendiri, saya tahu punya anak itu repot menguras tenaga dan materi tapi kami yakin kami bisa melewatinya. Kami hanya minta doa semoga semua berjalan lancar. Kami pun masih belajar untuk menjadi orang tua yang bijaksana.

...

Sejak itu intensitas saya buat gembar-gembor di social media pun saya kurangi. Sejauh ini berjalan semua baik, sehat, walau tenaga cukup banyak terkuras karena sedang hamil sambil mengasuh kevia yang usianya juga belum genap 2th. Saya mencoba menikmati hari demi hari. Kalau bosan di rumah saya suka ajak kevia jalan-jalan keluar rumah, kalau ini jangan ditanya rasanya hamil plus gendong anak pulang lagi kerumah bisa pegel semua badan tapi setidaknya pikiran segar kembali. Saya tidak mau kembali di landa stress seperti pasca kelahiran kevia.

...

27minggu.
Berjalan 27minggu, yang komentar kebobolan coba pikirkan lagi tidak ada istilah kebobolan. Yang punya kuasa bikin anak siapa? Allah, yang maha mengetahui kapan kita siap atau tidak. Yang lebih mengerti apa yang lebih kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan.

Semua sudah diatur olehnya, kami hanya bisa berdoa semoga semua berjalan sebagaimana mestinya. Amin.

Number Two

didn't expect of having another baby this quick,
but still i'm very grateful of this blessing and gift for our little family.

#NYjunior
#numbertwo
#adikuntukkevia
#27weekspregnant

continued...