30 April 2015

Financial Plan untuk Ibu Hamil [ala Nuke]

Uang bukan segalanya tapi namanya hidup tetap butuh uang untuk biaya.
Kali ini sedikit pengen berbagi tenang Anggaran keuangan selama menjadi ibu hamil. Ada biaya yang harus di pikirkan sampai si anak bayi nanti lahir ke dunia yang fana ini (tshaaa elahhh).
  1. Biaya Kontrol Dokter
  2. Selamatan 4/ 7 bulanan
  3. Biaya asupan ibu hamil
  4. Biaya pakaian ibu hamil
  5. Belanja perlengkapan bayi
  6. Biaya melahirkan Normal / Sesar
  7. Biaya perlengkapan ibu melahirkan & menyusui
  8. Akikah
  9. Imunisasi
  10. Pendidikan Anak
Berikut ini penjelasannya :

Biaya Kontrol Dokter
Siapa yang ga berbinar-binar ketika pagi hari pakai testpack terus muncul garis dua, ini yang dinantikan semua wanita yang sudah menikah punya anak! Pastinya pengen buru-buru berkunjung akrab dengan dokter kandungan, kepo berat beneran hamil atau ga? 
Biasanya pemeriksaan hamil selama 9bulan itu kurang lebih 12kali. Sebulan sekali dan saat usia 30minggu biasanya dokter akan menyarankan untuk periksa 2minggu sekali untuk persiapan menjelang melahirkan. Biaya dokter biasanya termasuk biaya USG dan suplemen-suplemen yang harus di konsumsi selama hamil. Kalau besarannya tergantung RS / RB / Bidan yang dipilih, kalau yang di tanggung kantor sih atau asuransi sih ga masalah kalau yang bayar sendiri, hhhmmmm perlu dikalkulasi nih.

Selamatan 4 / 7 Bulanan
Yang ini sebenarnya optional tergantung sama adat istiadat dan kemampuan aja. Saya sendiri kemarin meniadakan acara ini cukup doa sama keluarga aja supaya kehamilannya lancar dan tidak ada kendala.

Biaya Asupan Ibu Hamil
Hayo ngaku jadi ibu hamil pasti lebih sering jajan? Jajan disini bukan jajan sembarangan ya tapi jajan sehat. Selama hamil ini saya menyiapkan budget khusus buat beli jajanan sehat (buah, susu hamil, cemilan sehat, dll) yang jumlahnya bisa melebihi jumlah jajan ketika sebelum hamil.

Biaya Pakaian Ibu Hamil
Trimester I - Masih aman pakai baju yang ada
Trimester II awal - Masih cukup pakai celana dan koleksi baju di lemari 
Trimester II tengah - Trimester III - Bhhaaayyyy, Perut sudah mulai membuncit termasuk ukuran dada yang juga mulai membesar jadilah harus nyiapin budget khusus untuk beli pakaian serta undies khusus untuk ibu hamil. Karena saya kerja jadilah saya harus beli celana hamil dan beberapa blouse yang agak longgar lainnya saya lebih senang pakai dress udah paling peeweee.

Belanja Perlengkapan Bayi
Ini salah satu pengeluaran terbesar apalagi untuk yang baru hamil anak pertama jarang banget bisa dapet lungsuran kecuali ada saudara yang baik hati yang ngelungsurin barang-barang bayi. Dalam hal berlanja perlengkapan bayi emang kudu bijaksana. Taat sama list yang sudah kita buat biar ga over budget, kalau ga yang namanya emak-emak doyan belanja banget kan yah apalagi udah liat yang lucu dikit dan tahan godaan onlineshop.

Biaya Melahirkan Normal / Sesar
Kata teman saya persiapkan biaya yang paling besar karena kita ga tahu akan melahirkan dengan proses apa, pengennya sih normal jadi menghemat biaya tapi kalau terpaksa harus sesar karena ada kendala apa boleh buat. Lagi-lagi yang pakai insurance bisa di tanggung nah kalau ga kan mesti nabung.

Biaya perlengkapan Ibu Melahirkan & Menyusui
Buat ibu pekerja atau yang dirumah tetep butuh perlengkapan melahirkan terutama menyusui. Yang kecil-kecil sih masih terjangkau nah breastpump itu ga nyangka harganya bisa buat beli kulkas kecil satu apalagi salah satu merk yang udah hits.

Akikah
Ini yang wajib. Bisa disiasati mau yang sederhana atau mewah. Kalau bisa sebelum melahirkan udah pilih-pilih deh tuh paker akikahan yang sekarang tinggal tunjuk dan kita tau beres sesuai dengan kebutuhan kita.

Imunisasi
Sering liat status ibu baru "Pentingan imunisasi anak atau beli tas, sepatu, baju baru" Saya sendiri kelak milih di layanan posyandu aja soalnya mama saya kan kader posyandu di tempat tinggalnya jadi bisa menghemat biaya.

Pendidikan Anak
Begitu si bayi hadir di dunia ini pastilah sebagai orang tua pengen yang terbaik buat anaknya termasuk kelak dia mau jadi apa, mau di sekolahkan dimana. Dari sini mulailah mempersiapkan biaya untuk pendidikan dan kesejahteraan anak nantinya, bisa pilih investasi dimana saja yang sekiranya pas di kantong kita.

Nah banyak yah, iyeehh?? Kalau ga di persiapkan dan diperhitungkan ortunya bisa mabok juga jadilah saya dan suami udah hidup hemat-sehematnya demi memenuhi semua kebutuhan untuk si anak kelak. Kira-kira begitu deh Financial Plan saya setelah saya dinyatakan positif hamil, semoga bermanfaat^^

29 April 2015

Perihal Milih Nama Anak

Nama itu doa dari orang tua. Perihal menamai anak jangan sembarangan harus pilih yang tepat dan yang punya arti baik.

Mama saya dari jaman saya sekolah selalu mengingatkan kelak kalau punya anak kasih nama jangan ribet-ribet kasian anaknya kalau lagi ujian sekolah temen-temannya yang punya nama pendek udah ngerjain soal tar anak kamu namanya panjang masih sibuk ngurek-ngurek nama di lembar jawaban. Eh tapi saya belakangan mikir dulu pas saya ujian baik ebtanas, UN, masuk perguruan tinggi emang jawabannya di lembar kertas yang harus di bulet-buletin pake pensil 2B. Nah seiring perkembangan jaman kelak pas anak saya ujian masih pakai metode ini ga yah apa udah komputerisasi kalau sudah komputerisasi artinya ga perlu sibuk bulet-buletin lembar jawaban dong. OK skip itu cuma intermezzo.

Kalau di luar negeri mungkin kita mengenal yang namanya first name, middle name, given name. Kalau budaya di indonesia sepertinya jarang yah pakai urutan nama seperti diatas. Saya sendiri ingin mengikuti budaya Alm. Ayah saya beliau selalu memberikan nama anak-anaknya dengan 3 suku kata dan berakhir dengan nama belakang nama beliau, buat saya dan adik saya menyandang nama ayah itu ada sisi yang membanggakan. ceritanya biar orang kalau lihat namanya aja udah tahu kalau kita saudara kandung. Penting juga nanti nama anak saya harus socialmediaable (apa deh ini bahasanya) pokoknya gitu deh.

Pemilihan bahasa.
Sejak lama jatuh cinta sama nama-nama yang berasal dari bahasa jawa atau nama pewayangan dan bahasa sansekerta, saya sampai ngubek di internet nyarinya. Karena nama saya pun terselip nama pewayangan jawa.

Sudah ketemu atau belum? Dari hamil 4bulan udah nemu beberapa kata untuk nama anak laki-laki atau perempuan, karena anak dalam kandungan ini baru bener-bener mastiin gendernya apa pas usianya 7bulan ini jadilah kita sampai siap 2nama. Etapi belakangan setelah tahu gendernya apa kita malah pengen rubah namanya.

Cucu pertama di keluarga saya.
Si calon bayi ini adalah cucu pertama di keluarga saya wajarlah kalau Mama saya mau ikut serta nyumbangin nama buat cucunya, kemarin waktu pulang ke rumah mama, beliau sudah bilang pokoknya mama mau manggil si ade (______) baiklah panggilannya kebetulan ga jauh beda sama nama yang kami pilih. Peer sekarang masih mencari nama tengah yang sesuai untuk calon anak tercinta ini.

Ada yang punya ide nama bagus kah, boleh di share^^

28 April 2015

Biaya Persalinan Normal Klinik & RB Guci Medika Bekasi

Berjalan sudah hampir 29minggu...
Udah saatnya memikirkan biaya persalinan. Ini sudah dipikirkan sejak awal hamil sih tapi seiring dengan perkembangan akhirnya baru kepikiran lagi saat ini. Sebagai manusia biasa saya sih pengen melahirkan normal-normal aja lancar tanpa kendala apapun tapi manusia hanya berusaha kadang takdirlah yang menentukan. Sudah mensugesti si anak dari awal besok kamu yang pinter ya nak biar bisa lahiran normal, kasian Papa kalau harus saesar karena tahu sendiri biaya untuk operasi saesar tidaklah murah (tapi kalau terpaksa mau gimana lagi ya!).

Di tempat saya biasa kontrol tiap bulan ini adalah Klinik dan Rumah Bersalin biasa yang mana tidak melayani proses saesar. Untuk melahirkan ada pilihan dengan dokter atau bidan itu tergantung kita lebih nyamannya gimana dan tergantung gimana kondisi kehamilannya, kalau tidak ada kendala saya pikir dengan bidan juga cukup, mereka kan juga sudah terdidik sesuai dengan bidangnya. Mama saya juga dulu hamil ketiga anaknya semuanya diperiksa oleh bidan.

Nah kalau terpaksa harus saesar dari klinik ini akan merujuk ke rumah sakit tempat Dr. SpOG disini praktek lokasinya sendiri sih ga jauh dari rumah saya kira-kira 20-30menit tergantung kondisi jalan. Selain itu kita juga bisa minta rujukan ke rumah sakit lain pilihan kita kalau memang kurang cocok sama rumah sakit pilihan klinik ini.

Berapa biaya Persalinan Normal disini?
Biaya Persalinan Normal dengan Bidan
Biaya Persalinan Normal dengan Dokter
   
Buat saya dan suami biayanya masih sangat terjangkau, lagi-lagi walau di tanggung oleh kantor suami tetap aja yang namanya pengeluran harus di kalkulasi dan harus dipersiapkan.
Mudah-mudahan informasinya berguna.

27 April 2015

Perlengkapan Bayi [Part 1]

Assalamualaikum
Helo Readers...

Apdet blog juga nih akhirnya selama ini bukan ga sempet apdet sih tapi memang ada beberapa hal yang harus diselesaikan jadi buka blog pun paling cuma sekedar blogwalking di kala memang lagi senggang banget.

Kali ini saya mau sekedar apdet persiapan menjelang punya bayi.
Saat ini usia kandungan saya 28minggu sudah masuk fase Trimester Ketiga yang katanya sudah harus lebih hati-hati. Alhamdullilah kendala berat selama ini ga ada masih dalam tahap wajar kalau ngerasain yang namanya badan aduhai ga karuan sih itu udah resiko yang jelas kalau cape dikit atau kebanyakan aktifitas emang lebih berasa banget harus pinter-pinter ngatur nafas biar ga ngos-ngosan macem orang baru lari marathon.

Berhubung sudah 7bulan akhirnya saya dan suami belanja juga deh itu kebutuhan perlengkapan bayi, keluarga saya masih menganut nanti dulu kalau sudah 7bulan baru belanja tapi saya sendiri sih ga ngikutin mitos itu baru belanja karena emang baru sempet aja, satu lagi budgetnya baru tersedia rencana awal yang pengen belanja nyicil sedikit-sedikit pun hasilnya kami belanja sekalian mumpung ada waktu daripada harus bolak-balik. kalaupun harus kembali lagi hanya melengkapi saya.

Untuk list perlengkapan bayi saya banyak tanya ke teman-teman yang lebih pengalaman termasuk baca beberapa blog dan browsing sana-sini buat melengkapi. 

Belanja di mana?
Berhubung akan pindah ke bekasi, kami memutuskan untuk belanja yang deket aja toh harganya selisih dikit kalau harus belanja di tempat yang jauh hadeuh tenaganya cyin. Di bekasi ada beberapa Baby Shop yang memang sudah termahsyur namanya, saya pilih Happy Baby Shop di Mega Bekasi karena beberapa temen udah sering bolak-balik kesini. Belanjanya sekeluarga (saya, suami, mama, mevi) Belanjaan pun harus seleksi si mama dulu (pasrah) mama malah syok kok banyak bener, yaiyalah ma orang belanjanya sekalian lain cerita waktu mama hamil saya katanya belanjanya nyicil per minggu setelah 7bulan (yah itukan 28tahun lalu).

Pulang bawa 3kantong gede belanjaan, apa aja barangnya ini dia...

Pakaian Bayi
1.    Baju bayi lengan pendek 1 lusin Rp. 170.000
2.    Baju bayi lengan Panjang ½ lusin Rp. 100.000
3.    Singlet bayi ½ lusin Rp. 65.000
4.    Baju tanpa lengan 1 Lusin Rp. 160.000
5.    Celana panjang bayi 1 lusin Rp. 210.000
6.    Celana pendek bayi 1 lusin Rp. 195.000
7.    Celana New Born ½ lusin Rp. 70.000
8.    Bedong merk Libby 8 pcs Rp. 265.000
9.    Bedong biasa ½ lusin Rp. 160.000
10. Kaos kaki & tangan 6 buah Rp. 60.000
11. Celemek 3 buah Rp. 25.000
12. Popok kain 1 lusin Rp. 100.000
13. Topi 2 buah Rp. 25.000
14. Gurita bayi ½ Lusin Rp. 30.000

*Merk Libby

Perlengkapan Tidur
1.    Selimut 2 buah Rp. 160.000 (Carter)
2.    Bantal Guling 1 set Rp. 125.000
3.    Perlak Rp. 60.000 (Polos)
4.    Kelambu Rp. 45.000

Perlengkapan Mandi
1.    Waslap 2 buah Rp. 20.000
2.    Handuk Rp. 65.000
3.    Sikat lidah Rp. 12.000
4.    Sisir bayi Rp. 27.000
5.    Kapas Rp. 10.000

Lainnya
1.    Gunting kuku bayi Rp. 40.000
2.    Tempat bedak Rp. 30.000
3.    Thermometer Rp. 35.000
4.    Botol susu Rp. 21.000 (Pigeon)
5.    Bra menyusui 2 buah Rp. 50.000
6.    Gurita ibu 2 buah Rp. 90.000
7.    Pembalut Rp. 35.000

Yang khilaf
1.    Sarung bantal Rp. 65.000
2.    Slaber set Rp. 45.000

Untuk peralatan mandi komplit dan perawatan bayi yang cair-cair memang sengaja belum beli nanti aja sebulan mendekati lahiran. Alhamdullilah udah legaan karena perlengkapan bayi sudah terpenuhi walau belum 100% jadi ga galau lagi kapan mau belanja.

Buat yang mau hunting di Happy Baby Shop ini dia alamat cabang-cabangnya :

  • ITC Cempaka Mas Lt. 1 Blok C No. 204-207 (021-42900480)
  • Mega Bekasi Lt. Upper Ground No. 157-158 (021-88962532) No. 212 (021-88855655)
  • Blue Mall Bekasi Lt. 1 Blok FF No.12 (021-88359511)
  • Bekasi Square Lt. UG No. 282-283 (021-82429346)
Semoga bermanfaat.
[Part 2 menyusul]

7 April 2015

Ibu Hamil dan Sifat Pelupa

Assalamualaikum,

Hi.. Temans sekalian^^
Udah makan siang? Saya sudah menghabiskan sebungkus nasi padang, rendang, sayur, dan sambal ijo (dulu sebelum hamil ga doyan sambel ijo sekarang beuh). Kali ini bukan mau ngomongin soal makan siang sih.

Jadi begini ceritanya...

Jumat kemarin saya sama mepih yang abis keliling mall, menghasilkan beberapa belanjaan yang penting sampai ga penting. Nah adik saya ini beli tas karena tas lamanya sudah rontok juga bagian dalemnya. Singkatnya pas pembelian kita udah memastikan bahwa tas itu sempurna untuk dibawa pulang.

Pagi tadi...
M : Tasnya ada benang yang copot nih padahal ga gw apa-apain juga? bisa klaim kan ya. (sambil dikirimin fotonya)
N : Bisa lah orang garansi tapi struknya kan di dompet gw coba lo tanya ke mall depan kantor lo aja akan ada tokonya juga disitu.

Saat makan siang...
M : Masa iya complain benang lepas sampe 3 bulan
N : Kalah naik haji, etapi kemarin kartu garansinya gw taro mana yah? #aselilupa

Buka dompet liat struk belanjanya terus telp ke tokonya
N : Mas mau nanya saya jumat beli tas disitu eh beberapa hari pakai ada benang yang lepas bisa saya klaim kan ya. Soalnya saya tanya di toko cabang lain sampai butuh waktu 3 bulan
SPB : bisa mba kalau memang masih bersih kita bisa tuker yang baru kok kan belum lama, kalau bukan di tempat pembeliannya memang agak lama
N : masalahnya mas saya lupa kartu garansinya di mana? bole bawa struknya aja ga?
SPB : gapapa yang penting bawa tas sama struknya aja mba, nanti kita tuker yang baru.
(SIP Problem Solve)

Saya yang masih penasaran telfon lah ke rumah minta tolong liatin mama bener ga tuh kartu masih saya letakan deket meja komputer. TTTTAAAARAAAAA..... ternyata menurut mama ga ada aja tuh di meja komputer maupun di meja tulis di ruang tengah rumah saya waduh, saya yang penasaran berat dong aseli lupa. Akhirnya mama yang emang ikut penasaran nyariin deh tuh di seputaran kamar, dll sampai bilang kebuang kali kamu. Tapinya saya yakin banget ga saya buang cuma berpindah tempat karena pas mau pulang ke kost saya sempat beresin rumah dan meja dulu.

Sampai terciptalah postingan ini si kartu belum diketemukan juga.
Mama "makanya kalau nyimpen apa-apa jangan primpen-primpen (Jawa, indonesianya apa yah "ribet" mungkin) taro aja di meja tengah pasti ga akan hilang kecuali di pindah sama yang punya"

Ya maap mak, mananya juga lupa...

Nah ini berhubungan sama saya yang lagi Hamil, baca di beberapa sumber Ibu Hamil memang suka punya sifat pelupa. Saya ini termasuk bukan orang pelupa lho tapi bener sejak hamil hal kecil apa juga suka lupaan banget naro apa dimana juga kadang lupa. Kalian yang lagi hamil gitu ga sih?

Sejak hamil saya mensiasati sifat pelupa saya dengan menyediakan tempat khusus penyimpanan yang selalu terjangkau mata, jadi apa-apa yang habis saya pakai suka saya tumpuk aja di tempat itu biar ga lupa sebelum dikembalikan ke tempat asalnya. Kalau di rumah mama saya biasa meletakan apa-apa di meja tengah buat keluarga saya meja itu keramat, bukan keramat mistis melainkan siapa aja yang taro barang-barangnya disitu kita udah perjanjian ga akan ada yang mindahin kecuali pemiliknya jadi kalau berubah tempat yang pelakunya pasti pemiliknya.

Untuk hal lainnya kalau di kost saya sampai menempelkan bekas kalender yang saya balik jadi kertas putihnya buat nempelin catatan dari mulai belanjaan, pengeluaran bulanan, termasuk catatan saya punya hanger buat jemuran berapa buah di kost biar kalau nyuci ga kelebihan kuota karena kehabisan hanger (ini ga penting ya kayanya). Di tas selalu sedia note kecil sama pulpen buat nyatet apa-apa yang penting bahkan kalau tiba-tiba punya ide ketika lagi di jalan atau dimana aja, ada gadget sih ya tapi masih seneng nulis di note gimana dong.

Jadilah emang Bumil satu ini kalau udah lupa kaya sekarang, masih penasaran tuh kartu dimana tapi yasudahlah giliran ga di cari tahu-tahu tar nongol dengan sendirinya. Ini cuma saya doang apa bumil yang lain juga merasakan hal yang sama?

Selamat melanjutkan aktifitas^^

6 April 2015

How's Your Long Weekend...?

Rencana awal kita mau pulang kampung nengokin Mbah, sekalian nurutin kepengenan saya buat makan soto pekalongan sama pecel sebelah rumah mbah...

Pada akhirnya...

B.A.T.A.L saya ngabisin liburan sama mevi si adik tercinta yang juga ga kemana-mana karena sabtu dia tetep harus kuliah padahal dosennya juga ga ada liburan. Jumat pagi cus pulang asal kali ini naik bus setia AC05 karena males transit kalau naik comline. Jumat dan libur panjang jangan tanya tol lancar apa tidak? baru sampai jatiwaringin udah merayap ga kebayang yang mau ke Bandung atau keluar kota lainnya yang harus melewati tol Jakarta-Cikampek puadet pisan. Sesampainya di rumah ngapain aja?

Kuliner & Belanja
Sampai depan komplek di jemput mevi, kita berburu sarapan dulu ke pasar komplek. Karena lapar berat dari kost cuma makan pisang + susu. Namanya ke pasar ga afdol kalau ga jajan lainnya, di belilah segala jenis cemilan buat dirumah. Mama saya kebeneran keluar kota ikut yang lain ga mau kalah liburan jadilah kita jajan merdeka soalnya kalau ada mama semua sudah tersedia dirumah.

Siangnya, karena saya butuh beberapa perlengkapan HAMIL bukan BAYI masih belum diijinkan belanja nunggu 7bulan. Kita b2 muterin beberapa mall yang hits di kota ini. Eh bumil masih kuat ngeMall? ini mah emang nantinya anaknya bakal doyan jalan soalnya kalau di ajak jalan dia anteng sentosa. Di mall sampai abis magrib di lanjut jajan kuliner lagi buat makan malem, yang pernah main ke komplek rumah saya pasti seneng karena jajanan di mana-mana, beberapa udah pernah saya tulis.

Sabtu dan memasak
Dalam 1.5th menikah berapa kali masak buat suami?
ssstttt saya tuh ga bisa masak asli, paling banter masak sayur bening itupun rasanya anyep kadang-kadang, masak yg instant-instant sih oke nah masak yang pakai bumbu cem-macem rempah-rempah itu wuaaa.... Jiper juga sama suami yang masaknya udah expert banget semua masakan dia enak. Memasak kami lakukan hanya kalau weekend itupun saya bagian nyiapin semua bahan-bahan dan suami yang ngolah terus kalau udah matang saya bagian beberes karena beberes itu keahlian saya.

Di karenakan suami WA katanya malem ini mau pulang terus kalau pulang ga ada apa-apa dirumah lah estri macem apa gw...???!!!
Me : Di kulkas ada sayur sop-sopan, ayam sama bumbu gulai, tempe, masak ga yah?
Him : ya udah bikin sop sama ayamnya di semur aja kalau gulai ga nyambung
Me : Masak ayam-_-
Kemudian suami WA semua bumbu, kalau cara masaknya saya suka ngeliatin teknik dia memasak. Berlanjut antara PD dan ga PD akhirnya saya siapin semua bahan dan printilannya. Kalau cuma sop doang mah cemen, nah giliran ngolah ayam ngekngok sempet panik karena ayam yang dari frezer agak beku saya cemplungin semua jadilah ayam gelondongan (hahaha) sepanjang memasak saya sambil WA sama suami, liat video masak di youtube. 

Rasanya 11-12 sama masakan suami.
2,5jam di dapur akhirnya selesai pertempuran memasak, eh rasanya enak lho ga nyangka ternyata saya bisa masak juga emang kayanya semua harus ada kemauan buat belajar memasak deh gara-gara kenekatan ini saya jadi pengen ngedapur lagi.

Minggu santai
Di tinggal lembur lagi akhir minggu ini saya pilih santai aja beresin kamar plus ngelanjutin baca buku SABTU BERSAMA BAPAK yang baru saya beli jumat isi bukunya bermanfaat lho. Kapan-kapan di review deh. Pada akhirnya harus kembali ke kenyataan bahwa besok adalah hari senin kembali lagi ke aktifitas seperti biasa ngantor demi sebongkah batu akik (karena berlian sudah terlalu mainstream).

Sekian cerita libur 3hari yang cukup menyenangkan walau ga liburan jauh-jauh.

Ibu Hamil vs Commuter Line

Assalamualaikum...

How's your long weekend? Liburan yang lumayan 3 hari buat santai kemarin saya pulang ke asal (baca : bekasi) karena kalau di Jakarta juga sendirian suami lagi kejar setoran jadi harus kerja. Jadilah saya betah bener di rumah karena semua tersedia dan mau jajan kemana-mana gampang.

Gara-gara itu akhirnya yang biasa minggu sore/malam saya kembali ke kostan kali ini males bener mau pulang, selain karena si mepih sendirian memutuskan untuk sekalian berangkat kerja senin pagi dari Bekasi. Suami ngingetin apa ga rame plus hadiah macet kalau berangkat senin senin. Tau sendiri butuh waktu 2-3jam dari rumah ke kantor. Saya bilang besok naik Commuter Line (comline) aja biar ga macet tapi tentu dengan resiko desek-desekan, etapi jadwal dari sta. bekasi sekarang udah lebih cepet dan sering.

Jeng... Jeng...
Senin pagi tadi...
Biasanya abis subuh masih bisa santai duduk manis bahkan tidur lagi tapi sejak jam 4 pagi saya udah rapi plus bekelin sarapan suami fusilli tuna (#nukemenujudapur2015). Berangkatlah 6.30 dari rumah buat ngejar Comline 6.10. 

Sesampainya di Sta. Bekasi ada 2 Comline sudah ready, saya sm mepih pilih yang masih agak sepi aja biar ga empet-empetan (tapi tetep aja full dari sta-sta berikutnya). Sebagai ibu hamil ini tentunya cari kursi prioritas dong. Nah ini dia yang bikin saya bingung yang duduk di prio mba-mba masih muda ngeliat ibu hamil sampai harus diminta dulu lho buat berdiri, ga ada kesadaran diri blas...!!!! Emang perut eike udah segede gini cuma dikira perut buncit doang apa.

Singkat cerita akhirnya saya duduk manis. Sebelah saya mba-mba muda kira-kira seumur mevi. Beberapa menit kemudian....

Ibu hamil naik dan menuju kursi prio (IB)
Mba sebelah saya (M)
IB : Mba ga Hamil kan?
M : Emang kenapa? (sambil bengong ngeliatin)
Saya : Mba'nya bangun ini kursi prio buat ibu hamil
M : Masih bengong
Mba yang dikursi prio seberang : Bu sini aja
IB : Duduk dengan muka kesel
Saya : Hadehh mba bari naik comline yah-_-
M : Cuek aja main HP #toyornih

duh enggak ngerti deh sama si Mbak itu...!!!

Saya duduk dengan manis menuju Manggarai, sepanjang jalan penumpang terus bertambah desek-deseskan gile yah penumpang di gerbong khusus wanita itu lebih ganas dari gerbong yang lain.

Sampai di manggarai transit ada kereta fedeer Manggarai-Duri di jalur 2, beruntunglah ga perlu ke jalur 5 dan nunggu kereta dari Bogor ramainya lebih-lebih. Kali ini saya yang ngalamin mesti rebutan kursi prio sama mba pekerja yang juga saya perkirakan masih seumuran mevi. Ada kursi prio kosong dia main serobot aja gitu padahal saya lirik sebelah saya ada Bumil juga yang pasti usia hamilnya lebih gede dari saya karena perutnya udah lebih besar. 

Saya : Mba'nya lagi hamil gesit amat nyerobot kursi ga liat ini ada 2 ibu-ibu perutnya gede emang dikira cuma perut buncit doang.

Si mba : Berdiri sambil mukanya cemberut macem mau ngedumel sambil main HP...!!!

Duh... Untung ga saya toyor juga nih si Mba...!!! Bagus aja ga saya foto terus saya masukin ke Social Media.

Sebagai Bumil dan masih menggunakan Angkutan umum rasanya pengen protes deh, Karena angkutan umum yang ada sekarang belum cukup nyaman untuk ibu hamil, dan yang berhak dapet prioritas lainnya. Saya sempet merhatiin tadi harus banget Bumil teriak "Ibu hamil bisa minta kursinya ga" Terus kesadaran penumpang yang lainnya itu dimana? Ada yang pura-pura ga denger, tidur, sibuk main HP, dll. Kalau saya kaya gitu sih malu banget, coba di balik deh posisinya.

Usul untuk Comline Jakarta, siapa tau setelah ada gerbong khusus wanita nantinya di adakan satu gerbong khusus proiritas, jadi Bumil seperti saya ga perlu desek-desekan atau berebutan kursi gitu, kasian ini perut kalau harus dipepet-pepet.

Siapa tahu ya kelak Transportasi umum di Jakarta ini makin mumpuni buat semua orang terutama penumpang prioritas.

Selamat Makan Siang^^