14 Maret 2016

Roseola Infantum

Sejak dilahirkan walaupun berat badan naiknya irit kevia termasuk yang tidak pernah sakit. Alhamdulillah sepanjang saya merawatnya dia sehat wal afiat sakit pertama kalinya pas kena alergi diusia 10 hari yang muncul bruntusan layaknya cacar air tapi menurut dokter itu dermatitis atopik (monggo tanya mbah gugle). Sampai akhirnya akhir bukan februari kemarin tiba-tiba kevia panas dan mencapai 38 derajat. Sebagai emak yang belum pengalaman banget ngadepin anak sakit sempet panik juga, sharing sama buibu di grup katanya perawatan rumah dulu aja nanti kalau 3 hari masih panas baru cek ke dokter.

Hari pertama panasnya naik turun 37-38.
Semoet mikir apa mau numbuh gigi ni anak soalnya ga ada batuk dan pilek, makan masih mau dan masih mau main.

Hari kedua.
Setelah malamnya tidur gelisah dan saya bolak-balik kompres. Seharian rewel tidur ga mau ditaro terus digendongan nangis terus. Saya mulai panik berlebihan akhirnya meminta suami untuk pulang cepet dan langsung ke dokter. Hasil periksa dokter katanya ada sedikit radang di tenggorokan saya diminta untuk membuat mpasi lebih cair lagi. Dokter minta untuk tetap dikompres air hangat dan di pantau panasnya kalau lebih dari 39 derajat mesti segera bawa lagi ke dokter dan kalau sampai hari kelima masih panas mesti cek darah. Pulang diresepin paracetamol & antibiotik.

Hari ketiga.
Panasnya sudah mulai reda dan kevia sudah agak ceria lagi.

Hari keempat.
Panasnya hilang tapi muncul ruam merah-merah di badan dan muka, emak panik lagi tanya temen yang dokter, tanya mbah gugle sampai pengen ke dokter lagi. Dari temen yang berpengalaman katanya itu virus roseola infantrum ga ganas kok ruamnya 1-2hari hilang sendiri. Saya yang sudah pernah liat kevia dengan sekujur tubuh kena alergi rasanya pengen gantiin gitu.

Hari kelima.
Semua hilang dan kevia sudah ceria lagi. Syukurlah tak berkelanjutan.

Apa itu roseola infantrum dan bagaimana monggo baca  di sini.
Memang jadi ibu belajarnya tak ada hentinya. Semoga anak-anak kita sehat selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar