20 Juli 2016

33 hours in the middle of nowhere

Assalamualaikum,

Liburan telah usai menyisakan berbagai cerita, walau agak ketinggalan tapi rasanya ga afdol kalau saya ga nyeritain gimana rasanya mudik lebaran tahun ini.

Setelah berbagai perdebatan ini itu yang sempat bikin saya suntuk akhirnya keluarga saya memutuskan untuk tetap pulang ke kampung halaman. Saya sudah lama tidak ketemu dengan satu-satunya tinggal satu-satunya nenek saya tercinta yang usianya sudah mencapai 94tahun tapi masih lincah banget itu alasan lain saya rindu makanan disana, termasuk rindu suasana di sana ya walaupun terlalu lama disana juga kadang bosan karena jauh kemana-mana dan sinyal provider ponsel yang seadanya sekali.

Minggu, 3 Juli 2016
20.00 
kami start berangkat dari bekasi. Sempat mampir di Rest Area KM.19 untuk beli macem-macem karena rest area ini komplit jadilah kita sekalian belanja kebutuhan di jalan.

21.00
Selesai belanja berangkat dari Rest Area KM.19
sepanjang perjalanan saya seperti biasa menikmati pemandangan mobil-mobil yang malam ini ramai lancar setiap penjalanan mudik saya selalu mencoba menikmati perjalanan kecuali mata sudah terlalu lelah baru saya tidur.

Senin, 4 Juli 2016
02.30
Kami memilih keluar di pintu gerbang tol cikampek / cikopo tidak melanjutkan lewat tol cipali karena berita sore kemacetan masih mengular. Lewat jalur luar perjalanan lancar sekali. 
Saat jam ini kami sampai persis di gerbang tol mertapada yang sekarang sudah tidak di fungsikan lagi baru masuk tol ini 200m kurang lebih kendaraan berhenti saya pikir karena antrian aja jadi agak macet, Rupanya......

12 Jam di Tol sepanjang 35km,
15.00
Akhirnya kami terbebas dari kemacetan yang tiada tara rasanya.
12 Jam tertahan sepanjang 35km di tol kanci - brebes / pejagan dari 02.30 - 15.00 rasanya saya yang dewasa aja pegel, panas, ga nyaman apalagi kevia. Jadi selama 12 jam ini kami benar-benar berada di tengah tol yang jauh dar antah berantah minim rest area, cuaca terik bukan main dan parahnya sama sekali tidak ada tanda-tanda mobil akan berjalan.

Hal-hal unik selama 12 jam di tol...
  • saya sempat nahan pipis selama 3 jam, sampai akhirnya menyerah dan saya pakai diapers kevia untuk pipis karena sama sekali tidak ada toilet sekalinya ada satu-satunya rest area antrian toiletnya macem antri sembako yang ga ada ujungnya.
  • Karena minimnya toilet banyak sekali penduduk setempat yang membuat toilet mendadak yang hanya di tutup oleh terpal. hhhmmmm... ga ngebayangi sih pipis di situ gimana macem toilet di pinggir empang gitu deh.
  • penjual makanan dadakan terutama mie instant kemasan banyak sekali pastinya ini penduduk setempat yang mencoba meraup rejeki, saya sempat mikir rumah mereka pasti cukup jauh dari sini karena sepanjang mata memandang hanya hamparan sawah tapi itulah the power of mencari sekantong THR Lebaran.
  • Di Jalan tol ini sama sekali minim informasi bahkan marka jalan saja langka.
Sepanjang kemacetan yang bisa kami lakukan hanya duduk di mobil sempat menepi karena mesin mobil panas, sempet ngelap kevia yang udah lusuh banget karena nunggu kemacetan. Untungnya perbekalan makanan dan minuman kami cukup banyak jadi ga perlu kelaparan. Adik & mama saya bertahan puasa sementara saya dan suami menyerah karena kalau di paksakan puasa yang ada malah kami bisa pingsan seketika lagi.

Kevia gimana?
Jangan di tanya mukanya dari ceria berubah jadi rewel AC mobil kalah dengan teriknya matahari di luar sana (ya di bayangin aja di tengah sawah tengah hari bolong). Makan dan minum susu masih mau dan sengaja saya kasih cemilan terus kalau sudah craky biar dia lupa kalau kita lagi di antah berantah.

15.00
judulnya Ketika kami terbebas dari kemacetan.
Jam 3 sore kami keluar di pintu tol brebes timur yang saat mudik lebaran pintu tol ini sangat tenar.
Rasanya kaya baru menghirup udara segar habis terpenjara di ruangan yang sempit.

18.00
Sudah menginjakan kaki di Tegal. Berhubung waktunya buka puasa, kami melipir cari warung buat sekedar nyelonjorin kaki sambil makan. Tadinya saya berpikir ah makanya nanti aja deh toh dari tegal ke comal sejam lagi sampai saya pengen langsung ke soto darji.

Tenyata...

21.00
Masih di Tegal.
Kami udah lemas dan ngantuk akhirnya kami putuskan menepi sejenak kebetulan ada rumah warga yang jadi persinggahan. Jangan tanya kenapa kami ga transit di hotel ya orang kami sudah di wilayah pinggiran yang langka hotel. Disini kami tidur, numpang tidur tepatnya. Kevia langsung bisa mulet sepuasnya pas di geletakin di matrasnya dia dan kami terjaga saat jam sahur keesokan harinya..


Selasa, 5 Juli 2016
02.30
Memulai kembali perjalan yang seharusnya hanya tersisa 1 jam lagi sampai tujuan. Sahur sambil jalan. Kami agak beruntung karena ada mobil polisi yang mengawal ambulans beserta keluarga jadi kami tempelin aja terus kalau ga bye bye mungkin malam takbiran kami baru sampai tujuan. Selepas tegal ternyata semua kemacetan penyebabnya antrian SPBU yang mengular spbunya menunggu pasokan bbm yang sudah habis. warbiyasak...

05.00
Sampai di tempat tujuan...
akhirnya setelah menempuh 30jam lebih perjalanan kami sampai juga di tempat tujuan jangan di tanya lelahnya kaya apa.

Dua tahun lalu saya dan suami pernah melewati 48 jam kemacetan mudik lebaran sih tapi kala itu kami masih berdua jadi capenya ya di rasain berdua. tahun ini lebih lelah karena kita bawa satu bayi kalau kitanya drop gimana anak.

Terus belum kapok kan buat mudik lagi tahun depan...
tunggu cerita selanjutnya

*saya ga punya foto karena saat kemacetan terjadi semua ponsel sudah kehabisan daya termasuk powerbank, padahal seru kalau di foto, mungkin perlu beli kamera*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar