16 Agustus 2016

Perihal Membagi Waktu [2]

Masih ingat cerita saya ini, ya belakangan saya mulai kedodoran lagi soal pembagian waktu di rumah ditambah Kevia yang makin aktif dan sudah tidak bisa di tinggal meleng sedikit aja. Rasanya 24jam itu kurang buat saya. Di tambah papanya kevia yang mulai senin kemarin di mutasi ke cabang baru yang mengharuskan beliau berangkat lebih pagi dari biasanya otomatis saya pun ikut bangun lebih pagi dan kevia pun jadi ikut-ikutan bangun padahal kan pengennya saya kelar semua beres urusan domestik rumah baru si bocil bangun.

Jadwalnya kurang lebih sama seperti jadwal terdahulu. Kalau dulu masih ada jadwal pumping sejak kevia 8 bulan saya stop pumping bukan tidak mau berusaha lebih keras untuk kasih ASI tapi setiap ibu pasti sudah punya pilihan terbaik untuk anaknya. Sekarang kalau kevia tidur saya ikutan tidur soalnya kalau dipaksa tetap terjaga nanti malah saya yang kelelahan, pekerjaan rumah sebisanya dikerjakan kebetulan adik saya masih di rumah jadi saya suka titip sebentar lalu ngebut ngerjain pekerjaan rumah. 

Selebihnya waktu senggang kevia main sekarang wajib saya temani, sudah tidak bisa lagi di sambi dia main lalu saya buka laptop yang ada rebutan laptop kita. Duh anak bayik sotoy pengen ikut ngeblog juga ya.

Sore hari biasa saya suka ngajak kevia keluar main tujuannya sih supaya dia lebih mengenal lingkungan dan teman-teman dia tahu sendiri balada kevia pernah tidak boleh kemana-mana. Ini pun dengan catatan sudah selesai makan sore dulu baru boleh main keluar karena saya tidak mau membiasakan makan sambil jalan-jalan keluar.

Selepas magrib biasanya saya gunakan untuk istirahat dan menyelesaikan urusan domestik lain.
Inilah sekedar suka duka ibu rumah tangga dengan anak satu, walau lelah tapi tetap lebih banyak sukanya setiap hari bisa liat tumbuh kembang anak.

Bagaimana dengan ibu-ibu lain di luar sana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar