5 Oktober 2013

apa yang kamu perjuangkan sekarang untuk keturunanmu kelak

Selamat sudah agak siang...
sedang beda di bekasi di rumah orang tua tercinta.
yah beginilah kegiatan kami, masih belum memiliki tempat tinggal sendiri jadi masih mondar-mandir Kebayoran Lama - Bekasi
tempat tinggal baru yang menyenangkan *draftnya belum siap di publish*
karena kesibukan jadi ibu RT baru sekaligus pekerja.
one day kalo sudah punya anak mungkin saya harus pilih salah satunya.

Ngobrol soal Anak, momongan atau keturunan.
Jangan ditanya udah isi belum yah?
Nikah aja baru 3 minggu, belum keliatan hasilnya.
Soal yang satu ini saya dan suami sih pengennya cepet dikasih, pengen buat hiburan di rumah ada anak kecil kan pasti rame, apalagi dirumah sudah lama ga ada celotehan si kecil sejak adik saya bontot meninggal.
Hanya kembali lagi ke Yang Maha Kuasa, beliau yang berhak menentukan...
selain kita berdua tetep berusaha, doa, dan jaga asupan makanan serta kesehatan
banyak browsing di internet dan tanya temen-temen yang sudah pengalaman hamil, termasuk tanya ke ortu karena mereka kan udah fasih banget jadi orang tua.
dan memang butuh persiapan yang lebih extra di bandingkan persiapan pernikahan,
kalau kata salah satu teman yang baru nikah juga "ini menyangkut makhluk hidup jadi harus lebih intens perhatiannya"

Belajar dari orang tua, nikah itu tidak hanya sekedar bicara cinta
tapi bagaimana kita bisa saling mengisi, menerima, berbagi..
membangun tiang podasi Keluarga seutuhnya, berjuang bersama...
karena Apa yang kamu perjuangkan sekarang untuk keturunanmu kelak?

itu yang akhir-akhir ini saya pikirkan.
kelak anak-anak kami, ketika mereka seusia kami sekarang selain mereka juga harus belajar berjuang seperti orang tuanya, mereka juga berhak menikmati apa yang sudah diperjuangkan oleh orang tua mereka.
banyak anak sekarang yang bilang mau belajar berusaha dari nol.
bagus memang slain mereka belajar gimana hidup
tapi kalau orang tua kalian mampu, nikmatilah apa yang udah orang tua kalian cari
apa yang mereka usahakan selama ini juga untuk anak-anaknya kok.
itulah yang mungkin saja akan berikan ke anak saya kelak
tidak ingin menjadikan pribadi yang manja
tapi juga harus jadi pribadi manriri dan cerdas.
hehehe...
tulisan yang rada ngaco yah.
karena perencanaan keluarga itu ga semudah kita membalikan telapak tangan.

semangat buat teman-teman keluarga baru yang sering diajak berbagi cerita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar