19 November 2013

a Customer Service (Andai kamu seorang Customer Service)

cerita ini sekedar cerita...
Mengenang sedikit kisah saya 5tahun menduduki meja customer service pekerjaan yang penuh dengan suka dan duka.

Ketika lulus kuliah, dengan gelar Ahli Madya bahasa inggris pengutamaan jurnalistik...
Pastinya lah pengen kerja di Media, karena cita-citanya pengen banget jadi bagian dari balik layar sebuah media.
Tapi belakangan setelah lulus setahun dan sempat di media walau media kecil. Saya jadi tertarik mencoba hal baru. Ingin coba di perbankan walau sama sekali bukan dari dunia ekonomi atau keuangan. Dan sempat down karena pernah ada celetukan "lulusan bahasa mana bisa kerja di bank?"

Melamarlah ke BCA,
Waktu itu nama programnya Bakti BCA (program magang BCA selama 3th) siapa sangka akhirnya saya diterima melalui beberapa rangkaian seleksi yang ga susah tapi ga gampang juga. Mengawali penempatan di cabang pondok ungu bekasi jadi customer servis.

Disinilah saya merasakan gimana melayani berbagai macam kemauan orang. Dari mulai yang positif sampai yang negatif, dari mulai nada menyenangkan sampai tak jarang menerima orang dengan caci dan makian.
Semua itu akhirnya jadi pembelajaran sekaligus proses pendewasaan, dimana saat orang emosi sebisa  mungkin kita tidak ikut terpancing emosi kemudian bagaimana menperlakukan orang dengan berbagai kriteria dan sifat yang mereka miliki. Dari sini pula kita bisa memperluas networking, memperbanyak teman.

3tahun di posisi magang bakti, ternyata kemampuan dan skill saya masih dibutuhkan di instansi ini, lanjut tanda tangan kontak 2tahun dengan mutasi cabang ke Jakarta tentunya akan lebih beragam orang-orang yang dihadapi. Disini lebih banyak belajar ilmu dan sosialisasi. 
Dan 2th itu kini telah berlalu meninggalkan sejuta kenangan dan ilmu...
Terganjal peraturan dan terganjal administrasi untuk bisa lolos pendidikan dasar calon karyawan yang mengharuskan sudah bergelar sarjana, akhirnya saya mengakhiri sebuah kisah perjalanan panjang berada di Front liner. 

Sekarang merasakan duduk di posisi nasabah (Customer) berhadapan dengan seorang CSO, pernah merasakan apa yang mereka rasakan. Saat hati gundah tapi harus tetap tersenyum untuk pelanggan. Saat bahagia bisa berbagi kebahagiaan. Saat emosi harus tetap tenang. 

Andai Anda merasakannya....

2 komentar:

  1. Aq merasakannya kok Jeng Uke. :) Ilmu seorang CSO bisa diterapkan dirumah juga kan. Badan cape urus rumah dan yang lainnya, harus bisa tetep senyum buat suami, Insya Allah nilai ibadahnya jauh lebih besar. Jadi jangan sedih2 lagi. Be happy become a house-wife!

    BalasHapus
  2. Masih bingung belum terbiasa dirumah. Masih jadi tulang punggung keluarga juga makanya bingung kalo ga kerja

    BalasHapus