8 April 2016

Pindahan [1]

Alhamdullilah,
Setelah sekian lama mencari tempat tinggal yang layak memang rejeki ga kemana dapet masih dekat dengan rumah orang tua.

Ceritanya sejak nikah saya memang lebih memilih pisah dari orang tua dan memang seharusnya demikian biar kita bisa membangun rumah tangga sendiri tanpa campur tangan orang tua. Bukan bermaksud durhaka sama orang tua atau ga sayang sama ortu apalagi seperti saya yang ortu tinggal satu-satunya cukup berat tapi ya harus toh kelak saya juga mesti rela melepaskan kevia ketika dia menikah.

Nah sejak sebulan sebelum melahirkan saya memang pindah kembali ke rumah ortu supaya ad yang bisa kasih saya support untuk mengasuh anak apalagi ini pengalaman pertama. Selang 3bulan suami memutuskan untuk cari rumah kontrakan di daerah bekasi saya supaya ga jauh dari ortu kalo saya balik kerja, kami dapat tapi kok sampai detik kami meninggalkan rumah itu rasanya kurang nyaman suasananya 6bulan rumah itu cuma buat taro barang-barang kami saja.

Awal bulan ini pulang posyandu salah satu ibu kader nawarin rumah kontrakan dia yang baru jadi kebetulan sejak di bangun suami saya udah naksir kok kebetulan si ibu kasih harga yang cukup bersahabat mungkin dengan tetangga kali ya. Saya langsung survey karena sejak jadi memang belum liat dalamnya kaya apa. Pas survey wow ternyata tempatnya bagus dan nyaman di tambah bangunan baru jadi masih bersih, tanpa pikir panjang saya dan suami langsung bayar untuk setahun ya walau kondisi finansial lagi kembang kempis yang penting kami bisa segera angkat kaki dari rumah.

Jeng-jeng timbulah berbagai pernyataan.
Jawaban saya cuma saya butuh privasi. Banyak hal yang saya rindukan ketika saya hanya tinggal dengan suami bukan semata kebutuhan biologis tapi kebersamaan, pilow talk, kerjasama beberes, satu hal yang bertambah sekarang adalah mengasuh kevia yang jujur saja pola asuh yang sudah kami rancang terpaksa bubar karena harus ikut cara ortu yang katanya lebih berpengalaman kami nurut saja daripada dibilang anak durhaka walau kadang suka gondok dan tidak sesuai dengan hati kami.

Walau masih bertahap setidaknya kami sudah punya tempat untuk berteduh sendiri.
Membangun apa yang sudah kami cita-citakan.

2 komentar:

  1. agree mbak

    aku udah misah sejak nihak, even lahiran ya gak ke mana mana
    nguplek berdua urusin baby :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih tentrem sekarang udah pindah ga galau lagi.

      Hapus