27 November 2014

DSpOG

Ketika tahu hamil, udah tahu mau mastiin ke Dokter Kandungan (DSpOG) yang mana?
Hasil survey ke temen dan saudara sih DSpOG ini sama aja kaya kita mau nyari jodoh bener-bener harus yang cocok di hati banget dan sejalan sama apa yang kita butuhkan. Salah satu temen bilang yang penting DSpOG yang Pro Normal ga gampang menyarankan SC. Yah pastilah ibu mana aja pengen nanti melahirkannya normal-normal aja dengan alasan supaya segera pulih, bisa beraktifitas, dan menyangkut biaya yang harus di keluarkan saat persalinan.

Haduh jauh banget yah udah sampai persalinan. Ini aja lagi super hati-hati supaya bisa lancar terus sampai persalinan. Perihal DSpOG sendiri saya sih enggak muluk-muluk nyarinya yang deket rumah. Yang saya datangi kemarin itu kebetulan beberapa sahabat yang udah punya anak 2 sampai 3 ada yang rutin ke dokter itu. Saya ga mesti milih rumah sakit mahal hanya semata untuk gengsi aja. 

Diskusi sama mama, beliau menyarankan punya dua dokter semata buat pertimbangan jika kelak ada masalah. Saya kan domisili di kebayoran lama tapi KTP di Bekasi belakangan jarang pulang ke Bekasi juga karena badannya gampang lelah. Akhirnya seminggu lalu hasil tanya tetangga di KBYL ada RSB yang cukup dekat dengan lokasi rumah, sudah datang kesitu untuk cek sama seperti dokter sebelumnya menyatakan saya sehat dan kontrol satu bulan lagi supaya sudah nambah usia kehamilannya. Dua dokter yang saya datengin nampaknya lebih milih sabar sampai usia cukup untuk melihat di calon janin daripada harus langsung USG dalam, mereka berpedoman USG dalam hanya dilakukan jika ada kasus tertentu saja lagian dokter juga ga sembarangan ngubek daerah sensitifnya pasien kan.

Kenapa harus dua?
kenapa tidak satu aja yang bagus?
kalau itu saya rasa pertimbangan setiap pasangan beda-beda yah, ada yang menurut mereka lebih irit, jadi bisa ke RS yang lebih punya nama, atau jadi bisa punya dokter yang hits di kalangan ibu-ibu. 
Kelak jika melahirkan saya pasti pilih di Bekasi biar lebih deket sama mama. 
Menjaga saya punya rekam medis disini karena siapa tahu saya sakit saya ga perlu lari ke bekasi. Memang ada yang walau rela jarak jauh tapi saya masih pengguna Angkutan Umum yang kalau dalam keadaan mendesak tidak mungkin saya harus ngejar angkutan umum, tahu sendiri angkutan umum di Jakarta tidak bersahabat sama ibu hamil.

Di tengah kegalauan memilih DSpOG yang kaya milih Capres mau yang mahal / murah, dokter terkenal / bukan, yang antriannya hits / biasa aja, RS Kelas A/B/C semua tergantung sama kemampuan masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar