30 Agustus 2013

titip ini untuk Ayah-Ku

Saya bukan orang yang pandai bicara, tapi mungkin saya sedikit pandai merangkai kata-kata, saya tidak pandai untuk bercerita hidup saya kepada orang lain,saya hanya membaginya pada setiap tulisan saya dimanapun saya sempat menulis.

Saat perjalanan pulang dari kantor menuju rumah tadi, disebelah saya duduk seorang perempuan yang saya perkirakan dia seumur saya. Dia sedang menerima telepon yang saya pastikan itu dari ayahnya "iya pa, aku udah sampai grand mall papa tunggu aku dilampu merah aja." dan ketika dia turun dilampu merah ada sesosok bapak yang telah menunggunya untuk pulang bersama. Oh dear, tanpa sadar saya menitikan air mata. Saya jadi terngiang masa lalu kapan ya terakhir kali saya mungkin mengucapkan hal yang sama kepada ayah saya, kapan terakhir kali dia mengantar dan menjemput saya. Ketika rasa rindu itu muncul kembali, ketika diri ini menginginkan kehadirannya untuk membantu mempertimbangkan langkah masa depan saya, ketika saya harus melewati fase terpenting dalam hidup saya, ketika ingin rasanya saya mengatakan "pa, kami berdua mohon doa restu."

 
i need u dad, if only in my dream...
 
Saya tau saya tidak boleh menangis, Saya tidak boleh menampakan kelemahan saya didepan keluarga saya, saya harus kuat.
Saya selalu diingatkan bahwa "Allah selalu punya rencana yang lebih sempurna dibanding rencana hambanya." Beliau sudah bahagia disana, Beliau bukan tidak mau hadir dalam mimpimu, Karena beliau ingin engkau mengikhlaskan beliau beristirahat dengan tenang di sisi-Nya.

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk membiasakan diri bahwa raganya memang tidak ada bersamamu tapi doanya akan selalu membimbingmu.

Saat terakhir dia hadir dalam mimpi saya, saat itu beliau hanya menepuk pundak saya dan berkata "kalau memang itu pilihanmu, segerakanlah nak, aku merestuimu." Tidak sempat mengatakan apapun, Beliau hilang dan bahkan dalam mimpi saya menangis. Inilah yang saya katakan fase terpenting dalam hidup saya, saat saya mantap untuk menempuh jalan selangkah lagi bersama pasangan saya menuju sebuah PERNIKAHAN.

Kami tidak mengingikan lebih dari yang kami punya.
Kami tau perjalanan kami masih begitu panjang untuk membentuk masa depan yang sempurna.
Kami ingin melengkapi hidup kami.
Kami ingin menyempurnakan ibadah kami.
Kami ingin melihat adik-adik kami mempunyai bekal yang cukup untuk masa depannya.
dan paling utama kami ingin orang tua kami selalu tersenyum melihat kami bahagia.

Dear Papa,
aku tau tak banyak kata yang dapat aku ucapkan padamu.
jika aku masih diijinkan untuk bertemu engkau dalam mimpiqu,untuk melihat senyumu, aku hanya ingin berkata "I love you so much dad, I really need your hug."
semoga engkau dan adik selalu bahagia di sisi-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar