4 Mei 2015

Ketika Suami Sakit

Siapa sih yang mau sakit?
Yang pasti kita mah pengennya sehat walafiat aja yah jadi ga perlu ke dokter atau konsumsi obat. Tapi kalai terpaksa sakit gimana dong buat saya atau kalian sakit bisa langsung ke dokter, periksa, kasih obat, minum obat, istirahat beberapa hari kemudian selesai sehat dan bisa aktifitas seperti biasa kembali.

Namun ini ga berlaku buat suami saya.

Makanya kenapa kami ngejaga banget supaya mas suami jangan sampai sakit. Kenapa? bukan takut sama dokter lho tapi suami ini alergi beberapa obat, salah konsumsi obat atau salah suntik sedikit aja bisa bikin dia bukannya sembuh malah harus ke dokter lagi (biaya jadi double deh). Pernah satu kali liat dia salah minum obat sampai mukanya bengkak, kulit merah-merah dan sesak nafas.

Konon ceritanya...
Alergi ini memang sudah ada dari kecil, kalau dulu kita panas suka di kasih inz*n* obat penurun panas yang tenar di masanya bahkan sampai sekarang. Nah sama mertua saya pas dulu suami sakit minumlah itu obat alhasil setelahnya dia malah sesak nafas dan gejala seperti diatas. Sejak saat itu dia menghindari konsumsi obat-obatan.

Beberapa hari yang lalu suami tiba-tiba drop mungkin kelelahan karena kejar setoran kali yah, badan panas yang nampaknya radang tenggorokan karena buat nelen susah dan sakit. Sebagai estri bingunglah mau ngapain karena tidak biasanya drop sampai panas gitu, saya malah khawatir tyfus karena panasnya sampai beberapa hari. Alhasil karena ga mau ke dokter (lagi-lagi karena takut konsumsi obat) jadilah saya pakai cara tradisional kompres, minum air putih yang banyak, dan bikin ramuan asem jawa.

Alhamdullilah beberapa hari suami sudah ceria kembali, ga kebayang kalau mesti berlarut sakit eike harus ngapain jadi berkurang juga keceriaan dirumah. Alergi itu menurun ga ya? jadi mesti waspada ke anak tar siapa tau punya bakat alergi kaya bapaknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar