9 Maret 2015

Syukuri Apa yang Ada

Tadi siang saya makan siang dengan salah satu rekan kantor, selesai makan sambil ngobrol dia tanya ke saya “ke, kalau dilihat kok kayanya lo tenang banget ya orangnya”

Saya ketawa aja sama pertanyaan dia, teman yang kurang lebih baru 6bulan saya kenal. Kapasitas menilai diri saya sendiri, saya lebih menyerahkan ke orang lain atau ke sahabat-sahabat saya. Kalau boleh saya bilang saya memang cenderung orang yang pendiam dan tidak terlalu ekspresif terhadap sesuatu, sampai sempat dapat julukan Ms.Lempeng jaman kuliah sama teman-teman sekelas.

dan beberapa pertanyaan dari teman saya siang ini?
"selama kerja disini dan hamil ga pernah ngeluh?"
"gimana sih ke caranya biar tetep happy, walau kerja di bawah tekanan atau suasana yang kurang nyaman buat kita"

Saya cerita ke teman saya ini, saya melewati masa cukup berat di hidup saya masa di mana saya dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang sebenarnya belum dan tidak saya inginkan tapi harus. Disitu saya mungkin saya banyak belajar sampai saat ini pun saya masih harus banyak belajar dari yang lebih berpengalaman. 

Sejak kecil dengan lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi tata krama adat jawa saya di ajarkan sopan santun ala keratonan walau ga plek mirip. Bagaimana bicara dengan sopan, halus kepada yang lebih tua dan kepada yang lebih muda sekalipun dalam keadaaan apapun. Itu yang buat saya belajar lebih tenang menghadapi situasi apapun marah jangan di balas marah. Harus tetap tenang, jadilah pendengar yang baik ketika diminta untuk mendengarkan dan jadilah penasehat yang baik tanpa perlu mencampuri masalah pribadi orang lain.

Kalau di bilang ga pernah ngeluh sepertinya ga juga ya! Lebih kepada siapa saya mengeluhkan masalah, keadaan. kan ga perlu orang banyak tahu atau ga perlu juga woro-woro di status bbm atau social media tentang apa yang kita keluhkan. Saya biasa cerita tentang apa yang ga saya suka ke suami, mama, adik, atau sahabat terdekat. Selebihnya saya kadang suka menulis di blog atau media yang cukup privasi kalau ada keluhan itupun harus di saring sedemikian rupa supaya tidak salah di mengerti yang baca.
Seperti kata-kata di atas, Terkadang kita terutama saya sendiri suka terlena kalau melihat ke atas. Lihat teman-teman yang sudah lebih mapan hidupnya punya rumah, kendaraan, pekerjaan, usaha, keluarga yang cukup bahkan berlebih. Kapan bisa seperti mereka? Tanpa kita tahu mungkin di balik kemapanan mereka, mereka juga punya satu, dua atau lebih yang belum mereka capai.
Cukup liat keatas untuk lebih semangat lagi mencapai dan mendapatkan apa yang belum kita dapatkan.

Tapi jangan lupa lihatlah ke bawah!
Ada banyak orang yang hidupnya jauh dari kata layak. Cobalah sesekali pandangi mereka yang tinggal di bantaran rel kereta, bantaran sungai, mereka yang harus bangun dini hari saat kita masih terlelap tidur untuk mempersiapkan dagangan mereka, para pedagang kaki lima yang berjualan pagi-siang-malam dengan penghasilan yang tidak pasti, anak-anak yatim piatu yang tidak punya orang tua atau bahkan ga tau orang tua mereka siapa.

Bersyukurlah.
Dengan keadaan yang sudah saya dapatkan saat ini. Kalau belum punya rumah sendiri masih ada rumah ortu yang bisa ditebengin sekalian nyenengin ortu biar ga terkesan jauh dari anaknya, kalau belum punya kendaraan roda empat masih tersedia angkutan umum. Kalau pekerjaan belum sesuai keinginan dinikmati aja lihatlah di luar sana masih banyak yang berusaha mencari pekerjaan, kalau suasana atau atasan ga nyaman ngelus dada aja doakan supaya atasannya bisa jadi lebih baik lagi, di setiap pekerjaan pasti ada suka, duka, senang dan sedih. kalau yang belum dikaruniai anak tetap sabar dan ikhtiar, Allah lebih tahu kapan kita siap dititipkan keturunan, waktu bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenal pasangan. Berusaha tetap senang menghadapi hari demi hari, ikhlas dengan yang dijalani.  

So be happy with your life.
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah.

2 komentar:

  1. Super sekali Mba Nuke, aku juga lagi belajar banget buat tetep enak didenger nadanya semisal lagi kesel pas ngomong sama orang, wkwkwk :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. #NWGW-Nuke Wiedha Golden Ways hahaha...
      6 Tahun menghadapi berbagai macam customer jadi banyak belajar gimana cara ngadepin orang biar kadang masih suka grogi

      Hapus