27 Januari 2014

What kind of boss you are?

Carilah perusahaan yang menjadikan kita sebagai mitra strategisnya. Tapi itu hanya mungkin bila kita punya nilai, keahlian yang bisa di jual. Semakin kita punya sesuatu yang bisa di jual semakin kita bisa melakukan penawaran terbaik untuk mendapatkan posisi terbaik dalam suatu perusahaan

Untuk pengusaha, untuk bos/atasan suksesnya bisnis diukur dari bagaimana anda melayani customer dan suksesnya melayani customer tergantung bagaimana anda melayani inhouse customer yaitu karyawan anda.

Lalu bagaimana jika bos kurang melayani karyawannya?
Sebuah bos dari perusahaan yang cukup besar yang saya temui beberapa hari yang lalu berkata "dulu kantor ini santai cara kerjanya begitu saya masuk saya terapkan disiplin karyawannya malah pada keluar"
Jika saya tidak dalam terlibat sebuah interview untuk masuk perusahaan tersebut mungkin saya sudah jawab "disiplin yang bagaimana yang bapak terapkan ke karyawan bapak sampai mereka ga betah berada di kantor dan keluar?"
Tapi kalau mengingat pembicaraan saya dengan beliau dari awal sampai akhir saya juga ingin berkata "wajar aja karyawan bapak pada keluar, kalau cara bicara bapak aja seperti itu"
......

Jadi beberapa hari yang lalu saya ada panggilan interview di sebuah perusahaan untuk posisi sekretaris. Kantor di kawasan jantung ibu kota cukup membuat saya tertarik awalnya sampai saya ketemu dengan pimpinan disana. Obrolan berjalan dengan lancar sampai dia underestimate kemampuan seorang wanita. Hey sir,,, don't judge a book by each cover. Memang perusahaan ini bertolak belakang dengan pengalaman saya di perbankan, karena saya sendiri ingin coba di bidang lain juga. 

Saya yakin siapapun masuk di perusahaan baru pasti ada yang namanya penyesuaian.
Dengan pekerjaannya, lingkunganya, rekan kerja, sistem perusahaan tersebut karena setiap perusahaan pasti punya SOP. 

Wanita untuk jadi ibu rumah tangga saja belajar step by step. Apalagi pekerjaan.
Jangan mentang-mentang anda atasan lalu anda meremehkan wanita begitu saja.

"Kalau cewe gampang ga kerja tinggal cari suami kaya selesai urusan"

Hey sir,,, coba anda yang jadi wanita!?!???
That is not easy as you think

Kalau anda punya bos yang tata bicaranya saja tidak dipikirkan dulu seperti itu, apa mungkin anda akan tetap bertahan bekerja di perusahan itu?

Sempet ngobrol sama security di depan.
"Gimana mba interviewnya?"
Saya cuma senyum
"Iya mba sekretarisnya disini ga pernah lama paling lama 3bulan terus keluar, bos'nya mulutnya kaya cewe"
"Belum tau pak, makasi yah pak" sambil belalu.
Itu testimoni dari karyawan yang sudah cukup lama bekerja disitu.

Saya belum pernah memimpin sebuah perusahaan tapi saya pernah bahkan sering memimpin sebuah organisasi baik skala kecil ataupun besar. Tapi bukankan perusahaan juga organisasi berstuktur dari atasan sampai bawahan. 
Saya juga belum punya banyak pengalaman untuk mengatur orang supaya mereka dapat bekerja dengan baik dibawah komando saya sebagai pemimpin. Tapi selama saya jadi bawahan saya selalu berusaha menilai bagaimana atasan memperlakukan saya dengan baik.

Seorang atasan itu menurut saya...
*Di lihat dari bahasa tubuhnya, cara berjalan, duduk, bahkan saat menyapa 

*Bertutur kata baik, sopan dan seberusaha mungkin tidak menyinggung perasaan

*menegur bawahannya dengan baik. Ada tipe atasan yang menegur bawahannya di depan halayak ramai, coba kalau posisinya dibalik. Kalau saya seberusaha mungkin menegur face to face.

*untuk atasan wanita mungkin wajar kalau agak rewel atau cerewet, tapi kalau atasan pria berperilaku seperti wanita?

*disiplin, kata-katanya tidak hanya ia terapkan ke bawahannya tapi juga diterapkan ke diri sendiri.

*lainnya... Coba anda lirik atasan anda 😉
Bersyukur di pekerjaan-pekerjaan sebelumnya saya punya atasan yang baik, kalaupun mereka menuntut tuntutannya untuk kebaikan kita dan perusahaan juga kok.
Sebagai bawahan yang dituntut oleh atasan yah saya rasa wajar kok kalau atasan menuntut bawahannya bekerja lebih baik karena mereka juga kan masih punya atasan lagi yang menuntut mereka juga lebih baik.

Jadi bapak yang kemarin saya temui,
Anda tanpa karyawan anda bukan apa-apa, anda pikir anda bisa bekerja sendiri.
Pak, sekolah kepribadian banyak di jakarta.
Kalau anda sopan saya yakin karyawan anda akan memberikan yang terbaik untuk perusahaan anda.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar