11 Juni 2013

yakin siap nikah?

ini cerita curcol lain lagi...
junior sayah (RA:20) dia punya pacar (AR:37) akhir-akhir ini selalu curhatannya
si AR ngajak nikah tapi mamah aq ga setuju sama dia karena masalah pekerjaan
sampai finally RA cerita sama mamahnya dan mamahnya minta dikenalin ke pacaranya eh tapi setelah itu malah si pacar yang mikir kira-kira emang pantes ga yah dia jadi istri gw.

oke, MENIKAH
whad comes on your mind denger kata ini?
(aseg ah kayanya tulisan gw berat bener)
pertanyaannya lagi YAKIN SIAP NIKAH?

ini versi gw ga tau kalau ada kesamaan sama kalian
dulu gw pikir nikah itu mudah, karena sudah pacaran terlalu lama, sudah mengenal keluarganya, sudah mengenal pribadi masing-masing (aisshhh padahal pacaran lama belum tentu jaminan kita udah 100% ngerti siapa dia), yuk nikah kita bangun keluarga kecil bahagia sejahtera (kaya iklan) Ternyata...
sebelumnya saya ga pernah nyesel pernah membatalkan rencana pernikahan saya tahun 2011 yang lalu, no need to reply that story yah.

Saat ini baru tau Pernikahan itu bukan keputusan atau kesiapan sepihak, itu sih yang gw rasain.
Kata orang "wah tar abis nikah baru deh tuh ketauan aslinya"

Pernikahan membutuhkan kesiapan moral, lahir, batin, materil dan immateril.
paling ga ketika kalian sudah menyatakan siap untuk menikah kamu dan pasangan mesti punya tuh yang namanya visi dan misi berumah tangga (emang visi dan misi lo apa ke)

sedikit saya cerita dengan junior saya ini,

persiapan jadi mutitasking woman (itu deh bahasanya)
buat cewe ini penting biar bagaimanapun pria lebih seneng wanita yang bisa melayani dirinya, membagi waktu untuk urusan kita pribadi dan suami dan belajar jadi ibu buat anak-anak nantinya.
yang terpenting harus bisa mengatur keuangan rumah tangga, survey membuktikan pria ga jago dalam urusan beginian.
materi kalau ketika single uang bisa kita hikmati sendiri ketika berumah tangga kita harus lebih wise mengelola mana yang harus dan mana yang tidak.

nikah itu menyatukan dua kebudayaan dan kebiasaan yang berbeda.
yang satu suku aja belum tentu sama, apalagi beda suku
dan juga harus membagi porsi antara orang tua, karena bagaimanapun ortu si pacar akan menjadi ortu kita dan sebaliknya.
kata orang lagi "yang berumah tangga kan kamu emang keluarga kamu"
see emang kita hidup ga butuh sosialisasi

belajar komunikasi dengan baik
ini yang kabag gw selalu mengingatkan dikantor
ternyata komunikasi ga semudah yang dibayangkan
pria juga bukan malaikat yang bisa baca pikiran pasangannya
nah itu dia yang penting dalam berumah tangga
sampai sejauh ini saya belajar terbuka terhadap masalah apapun sama masYudi, walaupun awalnya memang agak susah karena saya termasuk tipe diam juga.
tapi bayangin ga sih besok kamu hidup dengan orang yang sama 7/24jam, kalau kamu anggep pasangan kamu malaikat mah ajaib.

menikahlan ketika kamu dan pasangan benar-benar siap
ketika memang keputusan menikah memang kalian berdua yang mengingikan
bukan salah satunya atau bukan karena teman-teman sudah menikah dan kamu pasangan aja belum jelas.
ketika restu kedua orang tua memang sudah ditangan.

Allah will provide what you need not what you want

to my office mate AR. kalau dia memang jodohmu apapun rintangannya dia pasti jadi milikmu, tapi kalau dia bukan jodohmu Tuhan pasti sudah siapkan pria baik di luar sana untukmu.
keep enjoy your life

Tidak ada komentar:

Posting Komentar